PART 5 - DO WHAT YOU WANT TO

1.3K 172 37
                                        

Kalau dipikir-pikir, (Namakamu) tidak menyangka bisa menikah secepat ini. Seumur hidupnya, yang ada di pikirannya selama ini hanyalah tentang bagaimana menikmati hidup dan bersenang-senang. Meski akhirnya nanti Abi Rasyid akan marah dengan hal-hal yang (Namakamu) lakukan untuk bersenang-senang, (Namakamu) tetap tidak peduli dan terus melakukan hal yang sama.

Tapi, bukankah itu artinya hidupnya akan semakin dikekang jika sudah menikah?

Belum ada seminggu (Namakamu) menikah dengan Iqbaal. Perempuan itu belum tahu bagaimana perangai Iqbaal yang sebenar-benarnya. Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Iqbaal adalah laki-laki posesif. Namun tidak bisa ditampik kalau Iqbaal adalah laki-laki baik dan penyayang.

Lagipula untuk sekarang, (Namakamu) belum mau memikirkan untuk bersenang-senang dan hidup bebas. Menikah dengan Iqbaal rasanya sudah membuatnya bebas dan mendapatkan suasana baru. Walau masih sama-sama berasal dari keluarga agamis, Iqbaal sudah memberikan kesan berbeda padanya di hari mereka bertemu dan berbicara. Iqbaal mampu membuatnya bebas tanpa harus berkeliaran keluar rumah seperti yang biasa dia lakukan. Iqbaal tidak pernah menyuruhnya melakukan hal yang masih bisa Iqbaal kerjakan sendiri. Malah bisa dibilang hampir semua pekerjaan Iqbaal lakukan sendiri. (Namakamu) sampai tak habis pikir bagaimana dia bisa mendapatkan laki-laki nyaris sempurna ini? Apakah ini termasuk ujian juga mendapatkan suami super idaman?

"(Namakamu), kamu ada ide untuk makan malam sekarang? Aku takut kamu bosan kalau aku masak itu itu aja."

Dari arah tangga, Iqbaal dengan tablet di tangannya berjalan ke sofa dimana ada istrinya sedang duduk disana seraya fokus menatap layar televisi. Namun, yang tidak Iqbaal ketahui adalah (Namakamu) tidak benar-benar menonton televisi. Pikirannya sibuk bertanya kebaikan apa yang sudah (Namakamu) lakukan sampai bisa mendapatkan seorang Iqbaal Dhiafakhri.

"Kamu mau aku yang masak?" (Namakamu) seperti tidak sadar akan ucapannya. Memasak saja masih remidi, bisa bisanya menawarkan diri untuk memasak.

Iqbaal sudah duduk di sebelah (Namakamu). Pandangannya langsung menatap penuh sangat istri yang sudah memasang wajah konyol. "Wajah kamu kenapa begitu?"

(Namakamu) mendengus, "Aku lupa aku nggak bisa masak."

Tapi Iqbaal malah tertawa. "Ayo, aku ajarin. Asal kamu yang pilih mau makan apa."

"Uhmmm..." (Namakamu) tampak berpikir dengan telunjuk di dagu. Bantal di kedua pahanya menjadi alas untuk sikunya agar tak terasa nyeri. "Yang gampang aja gimana? Aku lagi pengin nasi goreng."

Iqbaal segera mengangguk dan meletakan tablet yang sedari tadi dipegangnya ke atas meja. Lalu dia berdiri seraya mengulurkan sebelah tangannya. "Ayo ke dapur, aku ajarin kamu masak nasi goreng."

Hati (Namakamu) berdesir melihat tangan putih bersih itu terulur ke arahnya. Sambil tersenyum perempuan itu menerima uluran tangan Iqbaal yang kemudian membuat sepasang suami istri itu berjalan ke dapur dengan tangan bergandengan. Khas sekali pengantin baru.

"Sebenernya aku bisa kok masak nasi goreng," Ujar (Namakamu) saat mereka sudah di dapur. Jalinan tangan mereka sudah terlepas. Iqbaal saat ini sedang membuka kulkas. Badannya setengah membungkuk untuk mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan. "Tapi aku takut salah. Kamu bantu aku ya biar masakan aku enak," Lanjutnya seraya terkekeh.

Iqbaal kembali ke counter dimana istrinya berada sambil membawa bahan-bahan di tangannya. Laki-laki itu tersenyum dan mengusap pelan puncak kepala (Namakamu) yang terasa halus di telapak tangannya. "Aku bantu kamu, (Namakamu). I got your back," Ucapnya terkekeh.

Dengan posisi menghadap ke arah counter, (Namakamu) menyampirkan anak rambut ke belakang telinga lalu bertumpu tangan di atas counter. Matanya menatap bahan-bahan yang ada di hadapannya dengan seksama. Tidak terlalu banyak tapi (Namakamu) tetap saja tidak tahu harus mulai darimana. Karena bingung, matanya langsung lari pada Iqbaal yang berdiri tepat di sebelahnya. "Aku harus mulai mana? Oh iya, pisaunya mana?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 23, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Perfect HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang