Bab 357: Ambil Gambar

898 96 0
                                    


"Wajahnya benar-benar mirip dengan orang itu." Orang tua itu menatap Yu Qi.

"Kenapa kamu menatap cucuku seperti itu?" Kakek Tang bertanya pada lelaki tua itu.

Pria tua itu menyadari bahwa dia menatap gadis itu dengan tidak normal.

"Oh, maafkan aku. Siapa gadis muda ini, Jiang Man?" Orang tua itu bertanya pada Kakek Tang.

Kakek Tang memperkenalkan Yu Qi kepada lelaki tua itu. "Ini cucuku, Yu Qi."

Kemudian dia menoleh ke orang tua itu. "Ini teman lamaku, Sang Wan Yi. Dia juga seorang dokter."

Yu Qi tersenyum dan membungkuk. "Senang bertemu denganmu, Kakek Sang."

"Senang bertemu denganmu juga." Sang Wan Yi berkata dengan canggung. Dia menoleh ke Kakek Tang. "Aku tidak tahu bahwa kamu memiliki seorang cucu perempuan yang cantik."

Kakek Tang membuat tampilan bangga. "Tentu saja, cucuku adalah gadis yang paling cantik."

Sang Wan Yi melihat arlojinya. "Aku punya sesuatu untuk dilakukan. Oh, sebelum itu, mari kita berfoto bersama. Gadis Tang, masuklah bersama." Sang Wan Yi memanggil Yu Qi untuk berfoto bersama.

"Kurasa lebih baik berfoto bersama kakek." kata Yu Qi.

"Aku ingin memberi tahu orang lain bahwa Jiang Man memiliki seorang cucu perempuan yang cantik. Tanpa gambar itu, mereka mungkin tidak akan mempercayai ku." Sang Wan Yi harus memotret Yu Qi.

Wang San Yi secara khusus memohon pada Yu Qi. Setelah beberapa saat, Yu Qi setuju untuk berfoto bersama dengan Kakek Tang dan Sang Wan Yi. Long Hui menjadi fotografer mereka.

"Oke, sampai jumpa lagi, Jiang Man, Gadis Tang." Sang Wan Yi mengangkat tangannya dan pergi.

"Kau sudah lama mengenalnya?" Yu Qi bertanya pada Kakek Tang.

"Ya, sejak aku masih sangat muda dan masih belajar tentang kedokteran." Kakek Tang tersenyum mengingat kenangannya dengan Sang Wan Yi.

"Sepertinya kamu sudah bertemu dengan Long Brat." Kakek Tang melirik Long Hui.

"Ya." Yu Qi tersenyum.

"Malam ini, beri tahu dosenmu, kita akan makan malam bersama." Kakek Tang tiba-tiba memberi tahu Yu Qi.

"Bersama? Semuanya?" Yu Qi bertanya.

"Ya. Ini traktiranku." Kakek Tang mengangguk.

"Oke." kata Yu Qi.

.....

Yu Qi keluar bersama Aoi ke lobi. Karena hotel ini dekat dengan lokasi konferensi medis, ada banyak orang yang menginap di hotel. Kakek Tang dan Long Hui menginap di hotel yang berbeda karena hotel itu sudah penuh dengan orang.

Tampaknya Yu Qi meninggalkan kamarnya sedikit lebih awal. Dia tidak menemukan seseorang yang dia kenal. Jadi, dia bersandar ke dinding sudut untuk menunggu mereka. Dia tidak menyadari bahwa sekelompok pria terus menatapnya.

Kemudian seseorang dari kelompok itu mendekati Yu Qi. Aoi merasakan ada orang yang tidak dikenal sedang mendekati tuannya, jadi, dia memberi peringatan kepada tuannya.

'Tuan. Peringatan. Peringatan. Seseorang mendekati mu.' Aoi terdengar seperti operator situasi darurat.

Mendengar peringatan yang dikeluarkan oleh Aoi, Yu Qi melihat sekeliling. Ya, ada seseorang yang mendekatinya. Kemudian pria itu berhenti, tidak jauh dari tempat Yu Qi berdiri.

"Nona, apakah kamu sendirian? Jika kamu sendirian, aku ingin mengundang dan bergabung dengan kami untuk makan malam." Pria itu tersenyum. Jelas bahwa dia selalu melakukan hal seperti ini.

"Tidak, aku sedang menunggu teman dan dosen ku." Yu Qi menolak dengan sopan.

"Kalau begitu, izinkan aku mengubah kata. Aku ingin kamu bergabung dengan kami untuk makan malam, apakah itu jelas?" Pria itu memberikan senyum berbahaya sekarang.

Yu Qi ingin membalas tetapi seseorang sudah berbicara.

"Apakah kamu yakin ingin kehilangan kedua kakimu setelah makan malam?"

Pria itu berbalik dan melihat seorang pria juga dengan senyum berbahaya. Dia tidak pernah berpikir suatu hari dia akan tahu tentang ketakutan itu. Pria di belakangnya benar-benar bisa memasang rasa takut ke dalam tubuhnya.

"Saudara Hui, kamu di sini." Yu Qi tersenyum.

"Masih tidak pergi?" Long Hui memelototi pria itu.

Mendengar itu, pria itu melarikan diri. Dia sedang mencari teman-temannya. Tak satu pun dari mereka ada di sini. Berarti mereka sudah meninggalkannya sendirian.

"Kamu seperti pahlawan yang menyelamatkan seorang gadis dalam kesulitan." Yu Qi berkomentar.

"Aku akan selalu berusaha menyelamatkanmu semampuku." Long Hui menatap mata Yu Qi.

Saat ini, tidak ada orang di sini di dunia mereka. Hanya dua dari mereka.

"Ahem... Ahem... Kalian berdua... Berhentilah menggoda satu sama lain." Kakek Tang mengingatkan mereka bahwa mereka ada di lobi.

Yu Qi tersipu. Sementara itu, Long Hui tetap tenang. Kemudian setelah lima belas menit kemudian, semua mahasiswa dan dosen dari universitas Yu Qi berkumpul.

Bu Mo, dosen pergi ke Kakek Tang dan mengucapkan terima kasih telah mengundang mereka untuk makan malam. Makan malam dengan dokter legendaris seperti Kakek Tang adalah suatu kehormatan bagi mereka.

Mereka pergi ke sebuah restoran mewah. Restoran kemarin tidak bisa menang melawan restoran ini. Itu adalah restoran bintang lima.

"Kamu dapat memilih apa pun yang kamu inginkan tetapi kamu harus menyelesaikan makanannya. Jangan serakah." Kakek Tang berkata setelah mereka duduk di kamar pribadi.

Mereka mulai menelusuri buku menu. Mereka memilih makanan yang ingin mereka makan tetapi mereka ingat untuk mengendalikan diri ketika mereka mengingat kata-kata Kakek Tang.

Pertama, Yu Qi ingin menyelesaikan makanan untuk Aoi. Dia membuka buku itu dan membiarkan Aoi memilih makanannya sendiri. Dia meletakkan cakarnya pada gambar makanan yang ingin dia makan.

"Cukup. Kamu tidak bisa mendapatkan sebanyak itu dalam sekali jalan." Yu Qi menghentikan Aoi.

Aoi merajuk.

"Jika kamu merajuk lagi, aku tidak akan memesan untukmu." kata Yu Qi.

'Tuan, jangan. Aku tidak akan ngambek lagi. Tolong pesankan makanan untukku.' Aoi menyerang dengan wajah imutnya.

Yu Qi tertawa. "Oke. Jangan khawatir. Aku akan memesankannya untukmu. Dasar pelahap."

Long Hui yang duduk di samping Qi Qi kesayangannya tersenyum saat melihat pemandangan ini. Qi Qi kesayangannya sangat mencintai anjing ini.

[B2] Kelahiran Kembali : Wanita Cerdas dan RuangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang