WELCOME MY STORY♡
Kalian bisa mengenal/ tau cerita ini dapat dari mana?
○
Pukul berapa kalian baca cerita ini?
○
Selamat Membaca💘
○
5 𝓓𝓮𝓼𝓮𝓶𝓫𝓮𝓻 2021
○
P̶R̶O̶L̶O̶G̶
Selama 3 tahun terakhir, gadis bersurai ikal belum terbangun dari komanya, tengah berbaring lemah di atas brankar.
Dua tabung oksigen berjejer rapi dalam ruangan VIP berbalut keunguan, dan di penuhi alat medis yang tersambung.
Dengan di samping kirinya, terdapat ventilator terhubung selang melalui hidung, tenggorokan, dan masuk ke dalam rongga paru-paru.
Terlebih dulu, pasien akan di bius, bagian depan leher dengan kesadaran penuh. Lalu di masukin selang dengan panjang 40 cm.
Otomatis, mulut pasien ternganga karna selang yang terhubung membantu pernafasan.
"Bagaimana dok? Pasien masih belum ada perkembangan"
Kini ruangan kecil itu di penuhi tiga orang Suster dan dua Dokter spesialis bedah tengah merunding sekaligus memeriksa kondisi pasien tersebut.
"Paru-paru pasien mengalami iritasi sekaligus membengkak cukup parah" jawab salah satu Dokter menatap kondisi pasien, penuh kecemasan.
Di balik pintu, kini seorang lelaki duduk di atas kursi roda dengan tatapan hancur. Berniat masuk, namun urung. Lantas di sini dirinya, berdiam diri tak sanggup mendengar lebih jelas.
Razan memegang erat sebuah foto di balut bingkai kayu dan susunan rumah stik sudah kelabuh warnanya.
"Ini aku buatin rumah masa depan buat kamu" Gadis itu memperlihatkan Hasta Karya sembari tersenyum tulus.
"Rongsokan kayak gitu pantes di buang!" Razan menendang hingga bangunan rumah dari stick itu terburai.
Helia menunduk, menangis dalam hati, memendam rasa sakitnya yang paling dalam, lalu tersenyum.
"Dasar cewe jorok! Lo cocok tinggal di tong sampah sama maha karya lo gak ada guna!"
Butiran cairan bening di pelupuk matanya tumpah semakin deras, Hukuman langsung dari Tuhan membuat dirinya dihantui penyesalan yang sangat kelam.
Hatinya tersayat-sayat kala melihat wanita yang dulunya sangat ia benci sedang menahan kesakitan di ujung maut.
"Kamu janji sama aku, mau memulai semua ini dari awal..."
"Bangun Hel...kita putar ulang waktu bersama..."
"Kamu wanita tangguh, buka mata kamu...bangun...jawab aku..." gumamnya dalam hati.
"Cita-cita kamu mau jadi apa?"
"Aku ingin di panggil ibu oleh anak-anakku, sebelum ajalku menjemput..."
Seluruh memori indah terekam baik dalam benak Razan, bahkan perlakuan keji pada wanita itu belum bisa memaafkan dirinya.
"Apa ada cara lain dok? Datang Razan tiba-tiba memasuki ruangan dengan dorongan kursi roda.
"Apapun caranya, tolong sembuhi dia...hanya Helia yang aku mau hidup bersama" Tangisan Razan kembali pecah, tak bisa menahan kenyataan pahit ini.
"Saya rela bertukar nyawa dengan dia! Saya rela mati demi dia..."
"Jadi, tolong dok, lakukan cara apapun deminya..." Ucapnya memohon sambil terisak dalam.
Mendengar tuturan perkataan lelaki muda itu, Dokter menatap dengan nelangsa, kemudian menghembus nafas pelan, lalu menggeleng-geleng.
"Hanya satu-satunya yang kita bisa lakukan, serahin semua ini kepada Sang Maha Kuasa."
○ ○ ○
Thank you for reading♡
Bagaimana dengan prolognya? Siap dengan chapter selanjutnya?
Jangan lupa klik vote di bawah ini samping kirimu + spam comment sebanyak-banyaknya💞💞
5 Desember, 2021
Salam hangat semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SPRING HALLWAY
FanfictionDevika Shakalya Gadis Tunanetra yang memiliki wajah Dewi mampu memikat siapapun pada pesonanya. Memiliki orang tua dengan harta tajir melintir tujuh kali lipat tak pernah habis! Apakah semua itu mampu menjamin ketentraman hidup? Kayintezar...
