1- Zat Hara Betingkah

18 3 0
                                        

𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒄𝒂🤍

●●

𝑱𝒂𝒈𝒂 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏♡

●●

Arzan Reivalanka●


"RAZAN!"

"ARZAN REIVALANKA!"

Razan asik mengunyah permen sambil berjalan menuju pintu, terhenti, saat ibunya meneriaki namanya.

"Untung ni permen gak terbang"

"Kenapa bu?" sahutnya menoleh ke ibunya, tergopoh-gopoh menuruni tangga membawa...

"Mampus" dalam hati berdoa agar terbebas dari petaka pagi.

Ibu Maya berkacak pinggang melihat putra bungsunya melenggang tiada hari tanpa betingkah.

"Lipstik ibu kenapa bisa lepas? kamu makan iya?!

"Kan tempo lalu udah izin bu, langsung Razan ambil, toh, lipstik ibu."

Ibu Maya menggeleng-geleng, heran "Kamu ini anak lanang! Buat apa coba make lipstik?"

"A-anu bu" ucap zaran gugup.

"Bicara yang jelas! Ibu gak pernah ngajarin kamu tak beradab!" Ucap ibu penuh ketegasan.

"Di buat pinjam anak kelas cewe bu" jawabnya begitu pelan.

Mata ibu melotot sempurna,
"DI PINJAM ANAK KELAS KAMU?!
SINI BIAR IBU SLEDING!!!"

"Ibu bisa beli lagi kan" spontan membuat Ibu Maya ingin gaplok anaknya, jika ia memegang benda.

"Tidak ada gravitasi kamu bicara! Anak kelas kamu gak bisa apa beli lipstik?!"

"Bukan gitu bu. Razan mau berangkat sekolah dulu, dah telat" bergegas Razan pamit pada ibunya.

Selangkah lagi kakinya menuju keluar, sang ibu kembali mengatakan yang membuat ia nyaris terjungkal.

"BlackCard kamu ibu blokir dan uang saku di kurangin hanya lima ratus ribu!

Razan lari membujuk ibunya "ibu cantik...jangan dong bu, janji! Razan gak bakal ngulang lagi" Mohonnnya mengerucut bibir.

"Keputusan ibu tidak bisa di tawar!" Razan hanya bisa pasrah dengan keputusan ibunya.

Lalu ia berjalan gontai lesu keluar dari rumah menuju garasi mobil.

"Langit bisakah engkau turunkan uang tanpa harus bekerja?" :)

"Nyokap gue keturunan mana sih
BlackCard di blokir masa" monolognya sambil menyetir.

Ternyata memang benar duit tanpa hidup bisa meletoyu.

Melirik jam di tangan, Razan berpikir mampir ke Indomaret "Mampir ntar ah beli minum"

Sesampai di indomaret, bergegas keluar dari mobil, dengan santai menuju letak minuman favoritnya.

Razan gelisah tak menemukan apapun "Mana jir minumannya?" Celinga-celinguk.

"Nah! Hobi kali lu main petak umpet!" Ucap Razan semangat langsung menuju kasir.

"Berapa mba?"

"15.000 dek" jawab orang kasir lembut.

Razan mengeluarkan uang dua lembar dari saku cel kembaliannya ambil aja"

"Tapi dek ini uangnya kelebihan" Razan acuh dan meninggalkan minimarket tersebut.

SPRING HALLWAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang