Mereka membahas cara untuk keluar dari sini, sebagian juga mengerjakan senjata mereka. Raka dan Haidar lah yang memimpin, untuk keamanan ditanggung oleh Yessie, Lenna, Jovan, dan Jikal. Sisanya mengamankan amunisi senjata dan membawa perlengkapan kesehatan jika ada yang terluka.
"so should we start?" ujar Haidar dan dianggukkan semuanya. Pintu perlahan dibuka dan semua orang sudah siap di posisi masing-masing. Saat ingin keluar terdengar suara derapan langkah kaki dan mereka semua langsung siap siaga.
"woi itu suara kaki si Tamaro" ujar rendi dan semua menengok kebelakang. Tamaro yang ditatap hanya senyum canggung dan berkata, "izin ke toilet dulu boleh gak gue kebelet nanti kalau ngompol pas jalan kan galucu hehe" ujarnya dan ditanggapi dengan helaan nafas.
"yaudah sono awas jangan lama, nanti di toilet ada tu monster" ujar Rendi dan ditanggapi Tamaro dengan ancungan tangan. Mereka masuk kembali ke dalam dan terkekeh, baru saja ingin bertempur melawan monster itu tetapi langsung tertunda.
"kembaran lo noh Tam" ujar Jeo dan menyikut lengan Tamara. Tamara hanya mendengus lelah dan membalas "bukan kembaran gua dia mah, dipungut emak gue" ujarnya dan dihadiahi tawaan dari semuanya.
"omong-omong pak gerald dimana kok gue baru sadar dia gak ada disini?" tanya Lenna dan yang lain hanya mengangguk tidak tahu juga. Rendi yang diam sedari tadi langsung mengatakan pak Gerald meninggal. Yang lain terkejut tentu, bagaimana bisa sosok guru yang paling disukai semua murid di sekolah bisa meninggal.
Flashback
Saat Lenna, Haidar, dan teman-temannya sudah berada diatas tetapi pak Gerald, Rendi, Yosa, dan Stella masih dibawah. Mereka masih berlari menghindari monster itu.
"pak itu Haidar pak diatas sama yang lain!" ujar Stella dan yang lain hanya menanggapinya dengan iya. Saat Stella sudah naik keatas tetapi Yosa, Rendi, dan pak Gerald terseret oleh air dan mosnter itu sudah dihadapan mereka.
"PAK REN YOS!!!!" teriak Stella dan berusaha menggapai tangan mereka. Pak Gerald berada di posisi paling belakang dan berusaha berpegangan dengan erat, berusaha tidak terseret.
"Yos pegang talinya!" dan Yosa berhasil memegang talinya, berusaha naik keatas disusul oleh Rendi. Yosa, Rendi, dan Stella berusaha memegangi tangan pak Gerald yang sebentar lagi akan hanyut terseret derasnya air.
"lepas nak" ujar pak Gerald sambil menahan sakit kakinya yang sempat tergigit oleh monster itu. Yang disuruh menggeleng tidak dan sudah berderai air mata. Dari ujung lorong sebelah kanan terdapat monster itu sedang berenang menuju mereka.
"LEPAS SUDAH TIDAK WAKTU NANTI KALIAN IKUT TERSERET" teriak Pak Gerald dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman mereka. Yang diteriaki sudah berderai air mata.
"terima kasih pak sudah mau menyelamatkan kita" ujar Rendi dan pak Gerald hanya tersenyum. Monster sudah di depan mata, sudah tergigitlah dan terbawa arus air bersamaan perempuan yang ingin ditolong Lenna dan yang lainnya.
Bersamaan saat itu Rendi, Yosa, dan Stella mendengar teriakkan Lenna dan dicampur teriakkan pak Gerald yang menggerang kesakitan dan tak lama suara tersebut sudah menghilag.
Air berubah menjadi merah. Semua bergidik ngeri, Rendi, Yosa, dan Stella menghela nafas. Masih terbayang-bayang muka pak gerald yang tersenyum teduh walau kondisinya sekarat. Merelakan itu yang paling penting. Mereka menekatkan akan membunuh monster itu yang merengut banyak nyawa teman-temannya.
flashback end
"Pak Gerald bisa-bisanya senyum ya, emang paling baik dia tuh" ujar Tamara dan diangguki semuanya. Bertepatan saat itu terdengar gaduh di luar, mereka yang didalam langsung bersiaga. Yosa menggedor pintu toilet Tamaro yang masih di dalam kamar mandi.

KAMU SEDANG MEMBACA
SEA : THE DARKSIDE
AdventureHow is start ? Guess who is it , Stuck everyday ? or . . . ©all right reserved