Kini, Elena kecil tengah bermain bersama sang Kakak di kamarnya. Mereka tampak tertawa bahagia.
Kakak Elena yang bernama Fabero itu, sangat menyayangi Elena yang menyandang status sebagai adiknya. Usia Elena telah menginjak 2 bulan. Elena sangat aktif dan kreatif.
Diusianya yang tergolong kecil, ia mampu memahami perkataan yang Kakak nya lontarkan padanya.
Karna hari ini adalah hari Senin, jadi Elena tinggal di rumah bersama dengan Kakak dan juga Bi Ani, Pembantu yang sudah bekerja di rumahnya semenjak Fabero lahir.
Kedua orangtua mereka sedang pergi bekerja di perusahaan yang berbeda. Mama Elena, bekerja di perusahaan milik keluarga Kakek Elena.
Sementara Papanya, bekerja di Perusahaan yang didirikan oleh Papa nya sendiri.
"Eh,Elena jangan gitu donk! Kakak kan mau main itu juga," ucap Fabero sambil merebut pelan, mainan yang sedang Elena genggam.
Elena menatap Fabero, dengan tatapan polos. Hal itu membuat Fabero tak tega, melihat sang adik yang tak marah padanya.
Perlahan, Fabero pun melepaskan tangannya dari mainan yang akan ia rampas tadi. Kemudian, Fabero mengelus kepala Elena dengan lembut dan sayang.
Beberapa kecupan pun, ia berikan pada pipi gembul adik satu-satunya itu. Fabero dan Elena, memiliki jarak usia yang cukup jauh. Yakni 5 tahun Fabero lebih tua.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, itu tandanya makan siang akan segera Bi Ani bawakan untuk mereka.
"Den Ero, kita makan siang dulu yuk!" ajak Bi Ani, sambil menghampiri kedua bocah yang sedang bermain bersama. "Yeay! Makan!" sorak Fabero girang.
Bi Ani pun menggendong Elena, dan membawa nya ke meja makan. Bi Ani menaruh Elena di kursi makan Bayi. Bi Ani mengambil piring, dan menyendokkan nasi yang porsinya cukup untuk Fabero.
Bi Ani juga memasukkan ayam goreng kesukaan Fabero kedalam piring. Fabero makan dengan lahap. Kemudian, Bi Ani beralih menyaipkan untuk Elena, semangkuk bubur bayi, dan menyuapkannya dengan telaten.
Setelah kedua anak majikannya itu kenyang, Bi Ani pun menayuruh Fabero, untuk tidur siang. Sementara Fabero tidur siang, Bi Ani membersihkan tubuh Elena yang sedikit kotor, karna terkena bubur saat makan tadi.
Sementara itu, Kini keluarga Delvin sedang bersuka cita, menyambut kelahiran buah hati kedua mereka. Ternyata, anak yang Maively lahirkan itu, adalah anak laki-laki.
Maively pun, tak henti-henti mencium wajah sang anak. Wajah anaknya itu, sangat mirip dengan Delvin.
Teza pun berlonjak girang, saat mengetahui adiknya telah lahir. Itu artinya,ia tak akan kesepian lagi, jika ingin bermain.
"Kamu lapar?" tanya Delvin pada sang istri. Maively menggeleng, dia begitu bahagia melihat anaknya telah lahir. Sehingga ia melupakan rasa lapar yang sedari tadi ada.
Delvin yang peka akan keadaan istrinya pun, langsung membelikan makan siang mereka.
Hari terus berjalan, kini Bayi kecil yang diberi nama Ryan itu, telah tumbuh menjadi anak yang tampan. Namun, Sikap bandel nya itu, suka membuat orang rumah kewalahan. Ryan tak sependiam Teza.
Pernah beberapa kali, Ryan mengusili Teza, tak hanya Teza, Ryan juga suka mengusili anak tetangga. Ryan selalu mengajak mereka untuk berkelahi, menyembunyikan sandal teman-temannya, dan lain sebagainya. Hal itu membuat Delvin merasa lelah menghadapinya.
7 tahun setelah kelahiran Ryan, Maively melahirkan seorang anak perempuan yang cantik jelita. Mereka memberi nama gadis itu Alice, yang artinya Mulia.
Ryan juga sering membuat Alice menangis, sehingga Delvin merasa putus asa untuk menyadarkan putranya.
Hingga suatu hari, kenakalan Ryan berhenti. Delvin yang merasa aneh dengan kelakuan anak nya yang kedua itu pun mencari sebabnya.
Mustahil rasanya, jika sang anak berubah tanpa sebab. Usut punya usut, ternyata Ryan sedang PDKT dengan seorang gadis di sekolahnya. Gadis itu seusia dengannya. Ternyata gadis itu adalah, anak dari rekan kerja Delvi, yang bernama Stewart.
Tanpa sepengetahuan Delvi, Ryan berhasil membuat gadis yang ia cintai itu, menjadi miliknya. Gadis itu bernama Elena Callista Stewart. Ternyata, Elena memiliki sifat yang hampir mirip dengan Ryan. Elena yang tomboy, sering ikut balap motor bersama Ryan.
Tak hanya itu, Elena juga sering pergi tawuran bersama Ryan. Elena dan Ryan sangat suka dengan dunia yang berbau misteri. Mereka mampu menyelesaikan beberapa masalah yang terjadi.
Sampai suatu ketika, mereka berhasil memecahkan sebuah misteri yang terjadi di sekolahnya. Misteri itu, adalah hilangnya data-data penting yang merupakan data rahasia, milik pemilik sekolah mereka.
Data-data itu, tersimpan disebuah file yang siapapun tak mengetahui sandinya. Dengan kecerdasan yang ia miliki, Elena mampu mengembalikan data itu. Ternyata, orang yang mencuri data itu adalah musuh bebuyutan pemilik sekolah.
Semakin dirinya dewasa, Elena memiliki sebuah keajaiban dalam dirinya. Di usia nya yang baru 12 tahun, Ia mampu hadir dimasa depan, masa yang akan datang selama 3000 tahun kedepan. Tak hanya itu, Elena juga dimasukkan kedalam sebuah lembaga perlindungan disana.
Elena hanya di perbolehkan membawa anak Sword, sebagai Agent disana. Anggota Sword pun akhirnya ikut kedalam dunia masa depan itu.
Anggota Sword pun, dengan senang hati membantu memperbaiki dunia masa depan itu. Mereka diberi arahan, disebuah lembaga yang penuh dengan keadaan yang berbahaya.. Elena dan murid-murid yang ada di sekolah itu, ditugaskan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di dunia masa depan.
Jika mereka tidak dapat menyelesaikan masalah itu, maka masalah itu, akan terjadi 3000 tahun lagi.
Elena sekolah di kehidupannya yang sekarang ini, dari pagi sampai siang. Setelah itu, Elena, Ryan, dan Anggota Sword, melanjutkan misi mereka di lembaga masa depan. Lembaga itu bernama, Academy Future Savior.
Academy Future Savior merupakan sebuah lembaga, untuk memperbaiki masa depan. Disana terdapat berbagai manusia dari beragam waktu. Ada yang dari 100 tahun kedepan, dan ada pula yang di tahun sekarang, seperti Elena dan anak Sword lainnya.
Saat ini, Elena dan teman-teman Agentnya, ditugaskan untuk menghentikan sebuah Virus yang menyerang manusia, melalui kehidupan teknologi.
Virus itu, akan membuat berbagai macam Berita dan juga Media social yang mampu merusak akal manusia. Media Social yang berisikan hal-hal positif, mereka rubah menjadi hal-hal negative.
Elena dan teman-temannya di tugaskan untuk mencari Virus itu. Pembina disana, sudah menyebutkan ciri-ciri fisik, yang dimiliki oleh sang Virus yang diberi nama FMD, FMD sendiri, merupakan singkatan dari Future Mind Destroyer.
Sudah jutaan manusia terhipnotis oleh virus FMD. Tak hanya FMD, virus-virus lain pun ada didunia masa depan, dengan peringkat bahaya, diatas rata-rata.
Elena kini sedang memegang sebuah ipad yang berisikan, virus-virus yang harus ia dan teman-temannya musnahkan. Mereka diberi arahan, untuk memusahkan virus-virus yang paling lemah dahulu. Setelah itu, barulah masuk ke tingkat virus yang kuat dan berbahaya.
"Barang-barang udah lengkap?" tanya Agent Lesy, meyakinkan para agent-agent muda itu. Agent Lesy merupakan senior tertua, di Academy future school. Agent Lesy bertugas sebagai, pengawas para agent-agent muda, yang baru masuk. "Sudah Agent Inspector!" sahut mereka serempak. Agent Lesy tersenyum mendengarnya.
"Bekerjalah dengan baik, kalau waktu sudah habis, silahkan kembali ke tahun masing-masing," ucap Agent Lesy mengingatkan. Agent-agent muda itupun, mengangguk bersemangat. Lalu mereka segera berangkat menyelesaikan misi-misi itu.
***
Hai! Udah masuk bab 2 aja nih...
Semoga kalian suka dan nyambung dengan cerita tahu bulat Cae.
Dia ceritanya Cae buat dadakan, kayak tahu bulat. Hehe..
Btw, maaf kalau kepanjangan, soalnya rencana cerita ini bukan untuk wattpad.😳
Kalau ada yang typo, mohon maaf. tag aja gakpapa.😉😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Future Rescue
ActionMenjadi seorang Agent yang bertugas untuk memperbaiki permasalahan yang ada di masa depan, bukanlah hal yang mudah. Gadis berusia 18 tahun, itu di tugaskan untuk menyelesaikan misi-misi yang telah di berikan. Elena dan pacarnya pun terpaksa memutusk...
