Vero menatap dinding. Menatap dinding sambil mendesah dan menggerutu pelan. Memangnya ini tugasku, melindungi shadow? Memangnya urusan apa aku dengan batu perak sialan itu? Memangnya aku yang minta berurusan dengan mereka!? Vero menyumpah sebelum akhirnya membuka pintu tersebut.
“Haha. Haha. Sherlock Holmes. Perkenalkan, aku Sherlock Holmes. Tidak, tidak, selama ini Sherlock itu perempuan, dan dia itu aku. Wah, tempat persembunyian yang bagus sekali! Aku sulit mendengarmu dari luar, aku hanya dapat mendengar rencanamu mengambil alih Shadow. Aku terkesan!” Vero berkata dengan ekspresi luar biasa kesal dan capek.Kedua orang itu tercengang selama beberapa saat sebelum melihat Vero dengan tatapan dingin. Ah, orang baru. Sangat menyenangkan, pantas saja mereka bodoh. Vero berjalan ke arah mereka dan melucuti senjata mereka. Dengan tangan yang lain mengancungkan pistol ke arah kepala mereka.
Vero tersenyum kecil dan melemparkan pistol nya ke arah lain. Dua pisau di sakunya dikeluarkan dengan anggun. Lalu dengan kecepatan cepat, kedua bilah pisau itu mendarat di kaki mereka dengan tajam. Menghasilkan teriakan yang terdengar seperti melodi yang indah di telinga Vero.“B..berhenti. Ahh!” Salah satu dari kedua bajingan itu berteriak sambil menahan darah dari kakinya. Darah mengalir dari lukanya, dan dia menahan sakit dengan susah payah.
“Oh ya? Kenapa aku harus melakukannya?” Vero tersenyum manis sebelum menarik pisau tersebut dari kaki mereka.Sekali lagi, dengan kecepatan yang luar biasa, kedua pisau itu mendarat di kaki mereka dan kali ini dia menariknya kebawah. Menghasilkan luka yang lebih besar dari sebelumnya. Teriakan kencang terdengar dari bibir mereka.
“Oh, aku minta maaf. Ini tidak terbentuk dengan baik” Vero mengerjap dan menarik pisau tersebut lagi. Mereka mengerang dan berteriak. Lalu dengan perlahan Vero mengupas kulit mereka dengan kasar. Vero memberikan mereka pandangan tidak bersalah, lalu senyum yang dipasangnya menghilang dengan digantikan dengan tatapan membunuh.“Apa hak kalian mengambil wilayah shadow? Amatur sepertimu?” Vero tertawa dengan sinis dan meludah di wajahnya. “Bajingan sialan sepertimu yang tidak tahu aturan tidak pantas menginjakan kakimu di wilayah shadow. Tapi tentu saja, ini adalah hari terakhirmu ada di sini” Vero mengarahkan pistolnya ke kepala mereka.
“Arrivederci, amore mio..” Vero berbisik sebelum dia mengokang pistolnya, dan kedua pelurunya bersarang di kepala mereka.Vero mengambil semua senjata yang dia pakai, lalu berjalan santai dan menutup pintu rahasia. Vero membersihkan tubuhnya, dan menyemprotkan parfum ke beberapa bagian di tubunya. Lalu dia membersihkan pisau nya dan menggembalikannya ke tempat semula.
break
“Apa yang menahanmu selama itu?” Adonis mengangkat alis dan melihat jam dan terlihat 20 menit sudah terlewat semenjak Vero izin ke toilet.
“Toiletnya kotor sekali, Adonis. Aku membersihkan dudukan toiletnya dulu sebelum memakainya. Maaf telah membuatmu menunggu lama” Vero mengangkat bahu.
“Ayo, aku akan menunjukan sesuatu” Adonis tersenyum dan mengarahkan dia ke suatu tempat.Tempat yang ditunjukan Adonis ternyata kandang anjing. Kandang anjing. Ada puluhan anjing yang jenisnya entah apa disana. Adonis membawaku ke kandang anjing. Vero menggerutu dalam hati. Ah, sudahlah.
“Puppy!” Vero memekik dan tersenyum senang dan mendatangi salah satunya. Dia memeluk salah satunya. Adonis tersenyum melihat Vero bermain dengan anjing anjing tersebut.break
Vero menghempaskan dirinya ke ranjang setelah membersihkan tubuhnya dan menyimpan senjatanya kembali. Vero menghela nafas panjang dan menutup matanya dengan capek. Adonis yang malang. Vero tertawa kecil.
Hari ini bukan hari yang paling menyenangkan untuk Vero. Tapi permainan kecilnya membantu menolong mood nya kembali baik. Tapi dua orang silver stone itu menggundang penasaran.
Biasanya, satu perjanjian yang mengikat ketiga organisasi itu tidak dilanggar. Tapi siapa yang tahu ada dua orang baru yang melanggar? Silver Stone berisi ratusan orang, sedangkan Shadow hanya berisi tidak sampai sepuluh orang. Perbedaan besar cara mengatur anggota Shadow atau Silver Stone.
Aku harus mengirim pesan kepada Horse tentang ini. Anggota silver stone yang menghilang secara misterius dan tanpa alasan yang jelas di wilayah Shadow bisa membawa perang. Vero menatap langit langit kamarnya sambil memikirkan hal tersebut. Lalu menghela nafas panjang. Tapi pertaruan adalah peraturan. Tidak menghubungi anggota Shadow saat misi.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Shadow : Lily
Mystery / Thriller(WRITER'S BLOCK, BAKAL GAK UPDATE LUMAYAN LAMA) Veronica Wood adalah campuran dari hal-hal yang dihindari oranglain. Dengan ayahnya yang pembunuh bayaran, serta ibu yang bahkan tidak dia kenal Veronica tumbuh dengan penjahat di sekelilingnya. Adonis...