"Eeh Minji apa itu jemputanmu?," tanya Zuu yang melihat sebuah mobil Rolls-Royce di iringi dua mobil lain di belakangnya.
"Wahh Minji hebat sekali, hanya menjemputmu pulang sekolah saja menggunakan para bodyguard yang begitu banyak," ujar seorang siswi lainnya.
"Aku duluan yah Zuu bye," Minji memasuki mobil itu.
Semua murid yang masih berada di halaman sekolah di buat takjub oleh kemewahan Minji.
"Wuuiihh, kaya banget tuh cewe," ujar seorang pria.
"Rumornya dia anak pemilik sekolah Jun," ujar Soobin.
"Wah bisa nih kalo di deketin," ujarnya.
"Serah lu dah," ujar Soobin lagi.
*****
"Soodam," teriak seorang pria menghentikan langkah seorang gadis cantik.
" Mm eh Jung, ada apa?,"tanya Soodam.
"Ini,"memberikan sesuatu pada Soodam"maaf atas kesalah pahaman kemarin yah," sambungnya lalu pergi meninggalkan Soodam.
"E e ehh, Jungwoo apa ini," teriak Soodam sambil mengangkat tinggi-tinggi benda yang baru saja di berikan Jungwoo pada dirinya namun yang di teriaki tak menggubrisnya.
"Huuhg dasar, apaan juga maksudnya ini," gerutu Soodam lalu dirinya melihat apa yang Jungwoo berikan kepadanya.
"Hah jam tangan?," Soodam terkejut dan penuh pertanyaan " i in ini maksudnya apa?," Monolog Soodam kebingungan.
🌺🌺🌺🌺
"Kau sudah pulang?,"
"I iya tuan saya baru saja pulang," jawab seorang wanita.
"Tolong katakan pada ibumu untuk membuatkan ku coklat panas dan segelas kopi, antar kedalam ruang kerjaku,"
"B ba baik tuan," gadis itu lalu berjalan menuju kearah dapur rumah itu.
"Kau sudah pulang,bagai mana sekolahnya?,"
"Sangat menyenangkan Bu, oh iya tadi tuan meminta ibu membuatkan kopi dan coklat panas," ujarnya.
"Ahh, pasti tuan muda datang kerumah," ujarnya.
"Mungkin saja Bu,"
"Eh Minji sudah pulang, bagai mana sekolahnya," tanya seorang paruh baya.
"Menyenangkan," jawab Minji lalu dirinya berjalan ke arah belakang untuk menuju kamarnya.
"Mba apa tuan muda akan datang?," tanya ibu Minji.
"Eh iya tadi sebelum Minji datang, tuan muda baru saja datang dia sekarang sedang berada di ruang kerja tuan besar," jelas wanita paruh baya.
"Ohwt, pantas saja tuan meminta coklat panas," ujar ibu Minji lagi.
"Eh sudah," sebaiknya kita lanjutkan pekerjaan kenapa kita jadi mengobrol.
Wanita paruh baya itu meninggalkan ibu Minji untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Minji tolong kamu antarkan minuman ini ke tuan besar," ujar ibu Minji.
"Baiklah Bu mana?," Ucap Minji.
Minji membawa minuman itu menuju ruangan kerja majikannya,
Tapi sebelum Minji masuk dia mendengar percakapan seseorang.
"Pah, apa papah tau putrimu itu tidak jadi masuk ke sekolah itu," suara seorang pria.
"Biarkan saja apapun yang ingin dia lakukan, papah tidak akan melarang selagi tidak membahayakan nyawanya,"
"Tapi pah kenapa kita tidak mengungkap identitas dari adikku,"
KAMU SEDANG MEMBACA
senior high school
Fiksi Remajamenceritakan tentang kehidupan para siswa siswi dalam lingkungan sebuah sekolah elit. dan di bumbui dengan kisah percintaan yang terjalin.
