Setelah dua minggu berlalu akibat kejadian yang terjadi di Yeongdeok, meninggalkan bekas luka dalam ingatan Namjoon sehingga ketika pertama kali ia bangun, ia hanya bisa menerima keberadaan yoongi sebagai satu-satunya orang yang dibiarkan mendekatinya.
Dokter yang datang untuk memeriksanya harus mundur akibat Namjoon terus menjerit, bergetar sangat keras. Mata yang terlihat sangat ketakutan tidak bisa menyembunyikan kengerian akibat pengalaman traumatis beberapa waktu lalu, yang membuat bekas luka dalam pikiran Namjoon kembali terbuka.
Setelah bangun dari koma, Namjoon menjadi sangat waspada, tidak mempercayai siapa pun di sekitarnya sehingga jika dia mendengar suara pintu terbuka, dia akan sangat takut jika Jungkook atau Jimin datang untuk mencoba membunuh lagi.
"Tuan..., aku hanya datang untuk memeriksa kondisimu."
Namjoon hanya berkata dengan keras: "Keluar dari sini."
Yoongi yang baru saja datang terkejut menerima apa yang terjadi di dalam ruangan Namjoon: ia sedang menodongkan pisau pada dokter, sementara infus yang terpasang di tangan kirinya sudah terlepas sehingga membuat lengan berdarah.
"Sayang.." sahut Yoongi dengan suara halus. Kata-kata tersebut membuat kepala Namjoon berbalik sehingga pandangan matanya perlahan melunak, dan pisau di tangan segera terjatuh begitu saja ke bawah.
"Yoongi... aku takut." Suara Namjoon terdengar sangat menyentuh saat memanggil nama Yoongi.
Yoongi segera mendekat, dengan suara lembut, ''tenang saja.. kamu tak perlu takut lagi."
"Aku ingin pulang." Namjoon sudah beberapa kali meminta agar Yoongi membawa dia meninggalkan rumah sakit. Namun, Yoongi terus menolak karena kesehatannya belum membaik.
"Kami akan pulang ketika kakimu sudah sembuh."
“Kaki aku sudah sembuh, bahkan sudah bisa aku gerakan,” kata Namjoon dengan raut wajah seperti sedang memohon, sehingga membuat Yoongi hampir saja menyetujui permintaannya tersebut. Namun, Yoongi berkata dengan lembut, "kita lihat perkembangannya setelah dokter memeriksamu, oke?"
Wajah Namjoon kembali menunjukkan raut tidak senang menghadapi ide yang diberikan Yoongi.
Rumah sakit bukan tempat yang diinginkan Namjoon untuk tinggal lebih lama lagi. Jika terjadi apa-apa saat Yoongi pergi atau saat Namjoon tertidur, bagaimana jika Jungkook datang?
“Hei.. kamu sedang melamun?” Yoongi dengan lembut menyentuh pipi Namjoon.
Namjoon hanya menjawab dengan ''tidak..'' sebelum berbaring menunggu tiba waktunya dokter memeriksa kondisinya, sehingga Yoongi secara tidak sadar menggerakkan posisi duduknya, membiarkan tempat lebih banyak untuk dokter.
"Jangan pergi..." Namjoon terlihat sangat panik ketika melihat gerakan Yoongi yang mulai menjauh dari sisinya.
"aku disini," Yoongi berujar dengan mengusap tangan Namjoon dengan beberapa gerakan meyakinkan.
_____
Yoongi menghabiskan beberapa saat untuk menatap mata Namjoon yang mulai menutup, setelah diberikan obat tidur sebelumnya. tangan Namjoon terus mencengkram tangan Yoongi, namun kekuatannya sudah mulai turun.

KAMU SEDANG MEMBACA
prison /hell
Teen FictionKim namjoon pemuda 18 tahun yang tidak tau apa - apa tiba - tiba harus merasakan dingin nya jeruji besi . top : yoongi bottom : namjoon ______ warning 21+ bakalan banyak adengan kekerasan bijaklah dalam mencari bacaan