3. Pantai

124 60 198
                                    

haaiiii

vote dulu sebelum baca
trimakaciii

happy reading
✧(。•̀ᴗ-)✧

°••🦋••°

"Lo suka pantai, Le?"

Gadis itu mengangguk dengan senyuman yang tidak terlepas dari wajahnya. Leyya sangat senang jika diajak ke pantai. Menurutnya, pantai itu bisa menenangkan hatinya, dengan mendengarkan suara ombak dan menikmati semilir angin laut sudah membuatnya tenang.

"Iyaa, gue suka banget sama pantai, Gal. Dari dulu kalau gue lagi sedih pasti Kak Neo selalu ajak gue ke sini," ucapnya dengan memelankan suaranya dikalimat terakhirnya.

Daneo Devabrata adalah kakak laki-laki dari Leyyara, sejak 3 tahun lalu kakaknya itu pamit pergi ke Jerman untuk meneruskan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Daneo menitipkan Leyya pada Manggala, sahabat kecil adiknya. Pasti kalian bertanya-tanya kemana Mama Papanya Leyya? Geena dan Barata yaitu Mama Papanya Leyya sudah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu saat Leyya dan Daneo masih sangat kecil, di sebabkan oleh kecelakaan beruntun yang di alaminya.

Saat itu Leyya baru memasuki sekolah dasar. Gadis kecil itu terguncang hebat atas meninggalnya dua orang yang sangat berarti di dalam hidupnya.

Neo selalu membawa adiknya ke pantai untuk mengurangi kesedihan adik kesayangannya itu. Dan dari situlah Leyya mulai menyukai pantai.

"Le, kata Mama lo disuruh tinggal dirumah," ucap Gala membuka suara, membuat gadis itu menoleh.

"Gue kan masih punya rumah, Gal." Leyya tersenyum.

"Tapi Mama khawatir kalau lo tinggal sendirian di rumah itu."

"Makasih Mama lo udah khawatirin gue. Tapi tenang aja, gue bisa kok hidup sendiri, kan harus belajar mandiri," ucap Leyya disertai senyuman lebar membuat pria itu mengalihkan pandangannya. Telinga pria itu memerah, tetapi mencoba berekspresi sebiasa mungkin.

"Batu lo."

"Gue manusia, Gal," celetuk Leyya lalu mereka berdua tertawa riang.

••🦋••

Sudah hampir setengah jam gadis itu menatap pemandangan matahari terbenam di hadapannya. Padahal hari sudah mulai gelap.

"Lo nggak bosen, Le?"

Leyya menggelengkan kepalanya lalu menoleh. "Lo bosen? Pulang duluan aja, abis ini gue mau mampir dulu ke suatu tempat."

Pria itu mengusap wajahnya gusar, lelah dengan gadis disampingnya ini yang tidak bisa berhenti mengunjungi tempat. "Astagaa.. mau kemana lagi, Lelee? Ini udah mau malem," gemas pria itu seraya menyentil pelan kening gadis itu walaupun pelan tetapi tetap saja rasanya sakit.

Gadis itu meringis kecil. "Ih! sakit, Galaaaa!" murka Leyya dan langsung mencubit pinggang cowok disampingnya.

"Awss! Aduh iya iya maap, Le. Lepas dong sakit, anjir."

Leyya melepaskan cubitannya lalu berdiri dari duduknya seraya menenteng sepatunya.

"Eh eh mau kemana?" Gala mengejar gadis itu.

Leyya tetap berjalan meninggalkan pantai, menghiraukan teriakkan pria di belakangnya. "Leyyara Kamaniya."

Gadis itu menghentikkan langkahnya lalu berbalik menatap pria yang berjarak kurang lebih 2 meter darinya.

Gala tersenyum manis pada Leyya membuat gadis itu mematung. Gala berlari kecil menghampiri Leyya.

"Le!" Kini pria itu sudah berada tepat di hadapannya membuat Leyya mengerjab-ngerjabkan matanya.

LEYYARA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang