Anya berjalan ke arah kelas dengan badan yang menggigil kedinginan tanpe jaket. Bibirnya pucat, matanya sembab dan jari tangan yang mengkerut
Banyak pasang mata memandang anya dengan pandangan yang sulit ditebak, mungkinkah mereka kasihan? Atau hanya merasa aneh dengan keadaannya saat ini.
Setelah sesampainya dikelas, anya langsung duduk dibangku dan menelungkupkan kepala di lipatan tangannya
Kelas saat ini memang terbilang masih sepi, hanya ada beberapa siswa. Termasuk bian.
"Anya, lo gapapa?" Bian menepuk bahu anya yang masih menelungkupkan kepalanyaAnya yang tersadar pun langsung menatap bian "gapapa bi, lagi gaenak badan aja. Lo gausa ganggu bentar ya, gue lagi males diajak ngobrol"
"oke lo tunggu disini" jawaban bian membuat anya menyeringit heran, apalagi yang akan dilakukannya disaat seperti ini?
Tak lama kemudian, bian kembali ke kelas sambil membawa satu botol air minum dan juga makanan, lalu bergegas menyerahkannya ke anya. "gue tau lo belum sarapan, jadi gue beliin ini. Habisin biar tenaga lo pulih"
Karena tidak enak untuk menolak, anya hanya pasrah mengambil makanan yang telah disodorkan bian. "Lo gausa terlalu peduli, tapi makasi ya" setelah mengatakan itu, anya mulai melahap makanan pemberian abi
"Gue emang gaada hak buat nyampur urusan pribadi lo si, tapi kalo lo butuh temen buat dengerin semua keluh kesah lo, gue siap kok" bian tersenyum hangat kepada anya
"Oiya, nih jaket gue pake aja dulu, gue gabisa ikut pelajaran jam pertama, soalnya ada urusan osis. Gue duluan ya
Anya yang mendengar itu tidak menggubris apapun, ia hanya melanjutkan makannya sambil tersenyum tipis ke arah bian. Punggung tegap tersebut sudah tidak terlihat dihapapan anya, bian sudah jauh berlalu pergi
Sekarang anya sudah selesai dengan aktivitas sarapannya, keadaannya sudah membaik sekarang. Sesaat setelah itu, bell sekolah sudah jelas terdengar di telinga siswa. Menandakan segera dimulainya pembelajaran pada hari tersebut.
"Hai anyaaa selamat morning" sapa alin dan salwa kompak
"sulit di understand semoga your day suram" jawab anya malas malasan
"oiya lo pada tau gak sii sekolah kita menang tanding basket" tanya salwa
"eh iya tau tau, itu si laskar jago banget mainnya, mana ganteng pula beuhhh damage +100000, andai aja dia belom ada cewe pasti udah gue sat set sat set"
"mimpi lo alin, bisa gantiin posisi vea di hati laskar, mana anaknya cantik lagi huft"
Anya hanya diam sambil menyimak obrolan mereka, sebelum akhirnya buka suara "lo semua pada tau ig cewenya laskar apaan?"
"gue tau si" jawab salwa. Nama ig nya arnoveaxy kalo gasalah"
"oke makasi infonya, btw kayanya guru udah mau dateng tuh, gih duduk ditempat lo sana" peringat anya. Anya duduk sebangku bersama salwa. Sedangkan alin? ia duduk bersama teman dekat bian yaitu gio
******
Jam yang ditunggu semua siswa sudah dimulai, yaitu jam istirahat. Semua siswa bergegas keluar sekolah, ada yang menuju kantin, mengikuti latihan ekskul, dan masih banyak kegiatan yang dilakukan para murid lainnya. Tidak terkecuali anya, anya tidak ada semangat apapun untuk pergi keluar kelas, ia hanya menghabiskan waktu istirahatnya dikelas sambil membaca buku
Tiba tiba anya merasa ade sosok yang tergesa gesa menghampirinya, ternyata ia adalah dara. "anyaaa sumpah gue panik banget, gue semalem ngecahat lo panjang lebar napa ga lo bales sih. Lo ada ngecek hp gasii, btw lo gapapa kan"
"ehh sorry dar, hp gue mati kemaren, karena cape yauda kelupaan deh ngecharger'nya, dan lo bisa liat sendiri kan gue ga kenapa kenapa" Anya terpaksa berbohong kepada dara, ia hanya tak ingin sahabatnya itu khawatir dengan keadaannya.
"Alhamdulillah kalo gitu, eh bentar bentar, ni jaket keknya gue kenal deh" Dara tak sengaja melihat jaket oversize yang dikenakan anya, ia hanya merasa tak asing dengan jaket itu.
"oh ini punyanya bian, mungkin dia iseng minjemin"
"oo gitu, ehm kantin yuk"
"Gue lagi ga mood kemana mana, duluan aja gih" anya kembali melanjutkan kegiatan membaca bukunya
"gue mau nraktir lo, soalnya kemaren gajadi"
Karena malas mendengar rengekan dara lebih lama, anya hanya mengangguk pasrah "ayolah gas"
******
Dalam perjalanan menuju kantin, dara terus terusan mongoceh menceritakan ini itu kepada anya. katanya sih lagi punya crush wkwk. Anya yang malas menanggapi cerita dara pun hanya mengiyakan saja
"Okee lo mau pesen apa?" Tanya dara
Tiba tiba titik fokus anya teralihkan ke kumpulan anak laki laki di meja pojok kantik bu maya. Disana ada bian dan......laskar? Kebetulan sekali anya dapat bertemu dengan lelaki tersebut
"Eh guee mau minuman apa aja deh terserah"
"Lo kok akhir akhir ini sering ngelamun sii"
Setelah pesanan mereka datang, dara pun segera menarik tangan anya pada meja kantin yang kosong
Mereka berdua hanya mengobrol ringan. Tak lupa anya sedikit demi sedikit menoleh ke arah meja laskar dan teman temannya yang akan beranjak dari kantin tersebut
" Eh Dar, gue ke toilet dulu ya, kebelet soalnya" izin anya kepada dara
"Iya nanti kesini lagi"
"Okeedeh" anya pun langsung keluar area kantin dan bergegas mengikuti langkah laskar diam diam
"Fiks ini mah mau ke lapangan basket, apa gue beli minuman aja kali ya, buat laskar? Itung itung pdkt an"
Beberapa menit berlalu, anya kembali dengan membawa satu botol air mineral untuk diberikan kepada laskar yang hanya berada sendiri di lapangan tersebut. "sepi amat ni lapangan, tapi bagus deh, biar gue bisa leluasa ngasi ini buat dia" senyuman manis tercetak jelas di wajahnya
"Ekhem" anya terlalu gugup untuk ini, dia hanya mampu berdehem agar laskar menyadari keberadaannya
Karena mendengar sesuatu dibelakangnya, laskar pun menoleh "eh iya kenapa?"

KAMU SEDANG MEMBACA
wound with evil
Teen FictionAnya alesha priscanara, gadis baik dan penurut yang selalu dituntut untuk selalu menjadi yang terdepan didalam bidang pendidikan. Tiba tiba menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya Anya tiba tiba menjadi egois, selalu mementingkan dirinya sendiri...