31

24.4K 1K 24
                                        

Hari-hari silih berganti, Ilona menatap halaman rumah dari balkon kamarnya dengan harap-harap resah. Sudah 1 bulan berlalu sejak ia menyuruh Aldo meminta tanda tangan Renan tanpa ketahuan. Tapi sampai saat ini belum ada kabar ataupun tanda-tanda makhluk utusannya itu datang.

Setiap hari Ilona berdoa agar Aldo berhasil dengan perintahnya. Ilona sangat ingin segera berpisah dengan lelaki bajingan itu dan hidup sendiri bersama Adnan.

Tin tin

Begitu klakson mobil berbunyi dari balik gerbang tinggi rumah Ilona. Tidak lama bi Mirna datang tergopoh-gopoh untuk segera membuka pintu. Mobil BMW hitam mengkilap masuk membuat Ilona menaikkan satu alisnya bingung.

Muncul sesok lelaki memakai pakaian serba hitam lengkap dengan topi dikepalanya sontak membuat Ilona semakin penasaran.

"Maaf anda siapa ya?" tanya bi Mirna.

"Pagi, Bi Mirna yang cantik, Ilona adakan?"

"Ohh Den Aldo toh. Ada Den, masuk aja" Aldo mengangguk kemudian mengikuti bi Mirna untuk masuk ke dalam rumah.

"Aldo, satu bulan nggak ada kabar kemana aja lo?!" begitu sentakan Ilona tiba-tiba sesaat setelah Aldo mendudukkan bokongnya di sofa ruang tamu.

"Aelah ni orang satu. Punya tamu itu ya dibikinin minum dulu kek, ditanya kabarnya gimana. Eh ini baru duduk langsung kena semprot" dumel Aldo melirik malas Ilona.

"Iya deh, Mas Aldo yang terhormat mau minum apa?"

"Jus jeruk aja," balas Aldo mendapat delikan tajam dari Ilona. Aldo tertawa terbahak karena ucapannya yang berhasil membuat Ilona kesal.

"Bi Mirna tolong buatin jus jeruk" perintah Ilona pada ARTnya yang kebetulan lewat. Bi Mirna pun mengiyakan dan segera pergi ke dapur.

"Jadi, gimana hasilnya?" Ilona melirik map kuning di atas meja. Aldo tak langsung menjawab, ia hanya terdiam dengan pandangan lesu. Ilona melihat raut wajah Aldo seketika berubah langsung mengerti bahwa Aldo tidak berhasil dalam misinya.

"Lo, gagal ya?" Ilona memastikan saja, jika memang gagal itu berarti harus dirinya sendiri yang meminta tanda tangan Renan.

"Na, i'am sorry. Tapi, lo harus liat ini" Aldo membuka map dan langsung menyodorkan pada Ilona. Sedetik kemudian roman muka Ilona berubah terkejut.

"L-lo berhasil Do"

"Ya iyalah siapa dulu?! Aldo gitu lohh" kata Aldo berbangga diri atas keberhasilannya mendapatkan tanda tangan Renan diatas surat perceraian dan hak asuh anak.

Ilona reflek memeluk Aldo namun hanya beberapa detik saja. Karena terlalu senang Ilona sampai melompat-lompat bahagia seperti mendapatkan batu berlian secara cuma-cuma.

"Makasih banget Aldo, lo emang sahabat gue" celetuk Ilona.

Disisi lain Aldo merasa sangat bersalah kepada Renan. Kata sahabat mungkin tak lagi tersemat pada hubungan mereka sekarang. Jika saja Renan mengetahui apa yang telah ditanda tangani kemarin mungkin wajah Aldo sekarang akan menjadi ungu karena terdapat banyak memar.

Berkali-kali kata maaf terucap dalam hati untuk Renan. Aldo berjanji hanya sekali ini saja dirinya melakukannya.

"Kalau gitu gue balik Na, semoga setelah lo cerai dari Renan, lo nggak akan lagi ngerasain sakit hati. Dan semoga setelah lo cerai, gue sama Renan masih tetep jadi sahabat"

Aldo berdiri kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Ilona menjadi sedih dan jadi ragu untuk menjabat tangan Aldo. Tapi tak urung juga Ilona meraih tangan itu.

"Gue harap setelah lo cerai dari Renan lo masih liat gue" lepas mengatakan itu Aldo mengakhirinya dengan tersenyum simpul lantas melepas kaitan tangan mereka dan melengos pergi begitu saja.

"Den, jus jeruknya" timpal Bi Mirna menghentikan langkah Aldo yang hampir mencapai pintu, lelaki itu berbalik badan mengayunkan kakinya menuju bi Mirna.

Tanpa basa basi Aldo langsung meminum jus jeruk hingga tandas lalu mencomot satu kue kering dan memakannya. Aldo menganggukkan kepala pelan seakan menilai kalau kuenya sangat enak.

"Kue keringnya beli dimana Bi?"

"Itu buatan Non Ilona, kalau Aden mau Bibi bungkusin?" Aldo melirik Ilona yang masih duduk di sofa.

"Gausah deh Bi, kalau gitu Aldo balik dulu. Na, gue balik" Ilona membuntuti Aldo hingga di depan teras. Melihat punggung Aldo yang semakin hilang di telan pintu mobil, hati Ilona menjadi bergetar karena dilanda rasa tidak enak.

Sebelum mobil hitam itu pergi, Ilona mendekat dan mengetuk kaca mobil. Kaca itu turun menampakkan Aldo dengan senyum simpul serta mata merah menahan tangis.

"Do maafin gue" kata itu meluncur dari mulut Ilona.

"Dan makasih banget lo udah bantu gue selama ini" Aldo benar-benar mengorbankan pengorbanan besar untuk mendapatkan coretan tinta hitam dari Renan.

"Gue yang seharusnya berterima kasih sama lo Na, gue ga bisa ungkapin alasannya apa, tapi makasih. Gue balik dulu, do'ain gue selamat"

"Hati-hati, Do" setelah itu kaca mobil tertutup disusul bergeraknya mobil keluar gerbang dan hilang ditelan tembok.

"I hope we still meet next time"

***************

Part 31 selesai sudah
Semoga semakin bertambahnya part juga semakin menambah emosi kalian para readers.

Gak sabar nunggu update ya?
Huhu sama ni gak sabar punya inspirasi.
Gak tau deh kenapa otakku tuh susah banget dapet inspirasinya😭

Semoga suka sama part baru

Vote buat next part

Baiiiiii!!

U N F A I T H F U L (Lengkap) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang