Lorenzo Edgardo, moto hidup nya hanya satu.
yaitu: tidak ingin berurusan dengan wanita.
Beda dengan Lorenzo,
Laura Leticia sendiri mempunyai moto hidup.
yaitu: menjadi pacar Lorenzo.
Hai cerita ini murni hasil dari karangannya aku ya, kalau ada kesamaan nama atau visual tokoh mohon dimaafkan 🙏 . . . Ayo kita menjelajahi cerita Lorenzo dan Laura ❤️ Happy reading ❤️
"Laura! tungguin gue!" Teriakan itu mampu membuat gadis cantik dengan rambut yang sengaja di gulung asal menoleh kebelakang.
Gadis bernama Laura itu terbahak saat melihat teman nya yang berlari kearah nya dengan sangat cepat.
"Naureen, ngapain Lo pake acara lari segala?" Tanya Laura sembari menjitak kepala Naureen, Naureen membulatkan matanya lalu membalas perbuatan Laura.
"Gue kaya gini juga buat Lo ya!" Kesal Naureen tidak terima.
Laura menatap Naureen heran.
"Kali ini, gue ga bakal biarin Lo ngedeketin Lorenzo lagi!"
Ucapan Naureen mampu membuat gadis itu terkejut, ia menghentikan langkahnya lalu menatap sahabatnya tajam. Bagaimana bisa ia berhenti mengganggu Lorenzo sedangkan keinginan nya untuk menjadi pacar cowok itu saja belum tercapai.
Laura memainkan anak rambut yang jatuh ke sisi kepala nya lalu mendekatkan wajahnya ke Naureen, hal itu membuat Naureen refleks mundur.
"Gue.ga.mau." Ujar Laura penuh penekanan.
"Gue akan dapetin Lorenzo, inget itu." Kata Laura sembari menjulurkan lidahnya ke sahabatnya itu.
Naureen berdecak, memang susah bicara dengan orang yang tengah jatuh cinta. Naureen menggeleng kan kepala nya saat melihat Laura yang lari dengan cepat menuju kelas Lorenzo.
Sudah menjadi kebiasaan, itu bukan hal aneh lagi bagi Naureen, bahkan seluruh sekolah pun tahu itu.
Disisi lain, Laura yang sudah sampai dikelas Lorenzo langsung duduk didekat cowok itu. Laura menyanggah dagu nya dengan satu tangan, dan satu tangan nya lagi ia gunakan untuk memainkan rambut Lorenzo.
"Jauhin tangan lo." Kata Lorenzo dingin. Matanya tetap fokus ke handphone nya. Laura tersenyum mendengar nya, dengan cepat menuruti apa kata cowok itu.
"Ganteng banget sih cowok gue." Ujar Laura dengan gemas. Ia langsung melingkari tangan Lorenzo dan bersandar dibahu nya. Lorenzo berdecak tidak suka lalu menarik tangan dengan kasar, membuat Laura cemberut.
"Gue bukan cowok Lo!" Kata Lorenzo dengan sangat lantang. Ia menatap mata Laura dengan tajam, Laura tentu saja tidak takut. Ia tersenyum dan membalas perkataan Lorenzo.
"Calon pacar kan?"
Laura malah menggoda Lorenzo, Lorenzo menghela nafas nya dengan kasar lalu mendorong kursi yang tengah di duduki oleh Laura agar menjauhi nya.
Ketika Laura hendak berkomentar, suara bel masuk langsung berbunyi, hal itu membuat Laura kesal. Tentu saja Lorenzo sangat senang, ia tidak perlu repot-repot untuk mengusir perempuan keras kepala itu.
Laura berdiri dan berjalan mendekati Lorenzo, ia mengalungkan tangannya ke leher cowok tersebut, sehingga Laura harus sedikit berbungkuk untuk menyamakan tinggi mereka karena Lorenzo yang masih duduk di kursi nya.
"Istirahat gue kesini lagi, see you dear." Bisik Laura tidak didengarkan sama sekali oleh Lorenzo.
Laura tersenyum tipis lalu berjalan keluar kelas, tidak peduli seberapa besar penolakan yang ia dapat, Laura akan terus berusaha untuk menjadi pacar seorang Lorenzo.
***
Cast!
Lorenzo
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Laura
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . . .
Thanks you karena udah mau mampir ke cerita aku. semoga kalian suka ya dan menjadi pembaca tetap dicerita aku. Karena ini pertama kalinya aku buat cerita, aku akan update setiap Sabtu dan Minggu ya! Tunggu aku ya! Tolong nantikan Lorenzo dan Laura❤️ Love you guys❤️ Salam manis dari LOLA❤️ (Lorenzo Laura) . . . (03-03-2022)