"Selamat Sore semuanya, Alhamdulillah kita semua masih bisa berkumpul di sini untuk menghadiri ekskul Math Club dengan keadaan sehat walafi'at.Yang terhormat Ibu Ani selaku pembimbing ekskul Math Club dan adik²,teman², dan Kaka Kaka yang saya sayangi.Baik untuk mempersingkat waktu, saya Reno Ardhianta dari kelas 11 MIPA 1 selaku ketua OSIS di SMA ini, akan menggantikan posisi ketua math Club yang sebelumnya di tempati oleh Ka Lina.Sebelum saya mengajukan visi dan misi menjadi ketua di ekskul ini, saya haturkan waktu dan tempat nya kepada Ka Lina dari kelas 12 MIPA 2 untuk berpidato di sini"
Reno kembali ke tempat duduknya dan Lina pun mulai maju ke depan ia pun mulai berbicara.
S E M P U R N A
"Terimakasih banyak atas perhatian nya saya Lina mulai hari ini saya akan mengundurkan diri menjadi ketua Math Club setelah menjabat selama 2 tahun dan saya akan menyerahkan jabatan ini untuk Reno.Terimakasih untuk ibu Ani dan teman teman yang sebelumnya sudah masuk Math Club waktu saya masih menjabat, dan selamat datang untuk anggota baru di ekskul ini semoga tidak bosan ya untuk belajar matematika bersama bersama.Baik saya kembalikan lagi kepada Reno, wassalamu'alaikum wrb" semuanya bertepuk tangan dan menjawab salam Lina, Lina kembali duduk di tempatnya sekarang Reno ke depan lagi untuk mengajukan visi dan misi nya menjadi ketua Math Club
Sudah se jam mereka di aula sekolah untuk memperkenalkan math Club kepada anggota baru dan penyerahan jabatan ketua kepada Reno.jam sudah menunjukkan pukul 15.00, setengah jam lagi mereka akan pulang.Sebelum shalat Ashar tiba Ibu Ani akan menjelaskan apa saja yang akan kita lakukan di ekskul ini.'Membosankan, kirain bakal langsung ngerjain matematika eh malah ngoceh gini' kata Aqila di dalam hati, ia merasa kesal dan bosan karena kurang dari 90 menit dia pakai untuk mendengarkan bukan mengerjakan matematika.Selama mereka bicara di depan Aqila hampir saja ketiduran.
Akhirnya urusan Aqila di dalam aula sudah selesai, karena sekarang sudah masuk waktu shalat ashar ia ke masjid sekolah untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah.Aqila duduk di salah satu tempat dalam masjid lalu ia merenung 'Kata Nana ka Reno ganteng tapi iya juga si.Tapi ya kalo attitude nya ga bener mana ada ganteng, kalo Nana suka Ka Reno semoga Nana dapet Reno yang di harapin Nana ya, semangat bestie ku!'.
Shalat ashar pun beres, Aqila pun menyempatkan diri untuk membaca Al-Qur'an.Aqila tak sadar sudah jam 15.45, 15 menit lagi jam 16.00 ia segera keluar masjid untuk pulang tetapi Aqila melihat sebuah sepedah di lapangan basket, entah itu punya siapa Aqila pun biacara sendiri "Nanti aja pulang nya deh gue mau main sepedah dulu" Aqila berlari ke lapangan basket dan mulai menaiki sepedah yang ia tidak tahu siapa pemilik nya.Qila menghabiskan selama 20 menit untuk bermain sepeda di lapangan basket dan dia merasa puas bermain sepedah sendiri.
"Permisi Nyonya, ini sepedah milik saya"Aqila kaget ia langsung memberhentikan sepeda nya lalu berdiri dan membungkuk 90° kepada pemilik sepedah yang tadi ia mainkan, "Maafkan saya ka, saya akui saya tidak sopan tapi besok lagi kalo saya nemu sepedah Kaka saya mainin lagi ya AWOAKAWOAKA BYEEE"Qila langsung berlari ke ke depan gerbang sekolah untuk pulang, laki laki pemilik sepedah tersebut hanya diam melihat Qila kabur untuk pulang.
S E M P U R N A
5 menit ia sudah menunggu angkutan umum namun tak kunjung datang, Aqila melihat jam tangannya ternyata sudah jam 16.10, "kalo angkotnya belum Dateng dateng gue jalan aja dah" pasrah Aqila dia hanya membawa uang 10.000 sisa kemarin, Uang nya kini sisa 3000 karena tadi di belikan mie sejumlah 7000, Ia lupa membawa uang banyak jadinya cuman ada 10k di tas.
"Kamu ngapain di situ?ko belum pulang?" Tanya seseorang yang berada di gerbang sekolah lebih tepatnya di sisi Aqila.Qila melihat orang yang bertanya kepada nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Sempurna
Novela JuvenilAqila Belvaaca, perempuan yang menyukai matahari tenggelam, angin malam, mie instan dan matematika.Rumah, yang di sebut sebagai tempat nya kebisingan suatu keluarga, namun bagi Aqila Rumah adalah tempat keheningan yang tak kunjung bising. Abill Ram...
