Happy Reading~
----------
-- 1》一 『Ichi』?
SANG SURYA memantulkan cahaya kepada bulan. Memberi misi untuk menerangi malam yang akan gelap gulita jika ia tidak menjalani misi itu. Tapi apalah daya, dunia tetap menjadi gelap meskipun di beri penerangan bulan. Manusia. Merekalah pelakunya."2 Spaghetti special, 1 Original Spicy Lobster, 1 Beef Steak and 1 bottle Wine Cold, table number 14, has been presented."
Menjadi chef di Restourant ternama, bukanlah hal yang mudah. Rasa. Ukuran. Pesajian. Harus sempurna. Berlalu lalang dalam ruangan yang di penuhi perlengkapan masak hingga larut malam.
"Do you want to go home?"
"Hum, I have to finish quickly before the deadline."
Restourant ternama sudah wajar Open hingga larut malam. Perjanjiannya dengan sang Manager adalah, di perbolehkan pulang lebih dahulu. Mengingat memiliki status selain Chef, pihak Restourant memberi keringanan.
"Haha, i see. So, fighting!"
"Yeah, thanks."
Bekerja di Restourant bernuasa barat, menuntut mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris saat bekerja. Mengganti pakaian semula. Berjalan keluar melalui pintu belakang, sambil membawa tas berisi seragam khusus yang kini ternodai oleh berbagai jenis bumbu masakan.
Pikiran di penuhi dengan ide alur cerita kelanjutan novel, karya dirinya sendiri. Sedikit buntu, namun bukan dia jika mudah berputus asa.
Tepat saat ingin menyebrang jalan, langkah kakinya terhentikan. Decitan ban dengan aspal terdengar sangat jelas. Pasti si pengemudi sengaja melakukannya, terlihat jelas dari pemberhentian yang sempurna.
Perempuan itu hanya lelah.
Dan ingin beristirahat.
Tapi mengapa ada saja yang menghalanginya? Tidak bisakah mereka menundanya hingga esok hari? Ini sudah larut!
"Hah, mau pulang aja kenapa sulit sih." ngeluhnya.
Kaca mobil supir perlahan turun, memperlihatkan seseorang yang berada di sana. Tidak ada niatan untuk melihat, isi pikiran saat ini hanya pulang. Istirahat. Pulang. Istirahat.
Merasa jika dirinya tidak di anggap. Jari panjangnya mengetuk pintu bagian luar dari dalam. Berdehem, guna menarik atensi perempuan itu. Tidak ingin terlalu banyak bergerak, dia hanya melirik dari ekor mata. Maniknya membelalak kaget. Terkejut dengan apa yang dia lihat.
"K-kau?"
"Yo, lama tidak berjumpa, (Name)."
Sungguh, ia tidak menyangka akan kehadiran orang ini. Bukankah mereka sudah tidak ada urusan yang harus di selesaikan lagi?
"Aku ingin bicara, bisakah kau masuk ke mobil terlebih dahulu?"
"Kau mau menculik ku?"
"Tidak ada niatan seperti itu. Masuklah, diluar dingin."
"Lagi pula. Kalau aku bermacam macam, bukannya kau bisa menghajar ku?" Sambungnya lagi.
Ia mendecih. Berbicara dengannya tidak mudah, mau bagaimana pun kau mencoba untuk menolak, hasilnya akan tetap menerima.
Pintu mobil di tutup dengan keras, duduk dengan kaki kanan bertumpu pada kaki kiri, melipat tangan di depan dada. Terlihat jika ia tidak ingin berlama lama didalamnya.
"Wow, mobil baru jangan di banting dong."
"Uang kau kan banyak- Hei! Jangan gas mendadak!"
"Biar kau tidak mengoceh terus."

KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐏𝐔𝐑𝐀 ┋ 𝐁𝐎𝐍𝐓𝐄𝐍
Fanfictionꯃ꯬ Apura 〖 Fem!Readers/(Name) Harechi x Bonten 〗 -- 《 Ver Bonten dari book 'The Future' 》 "Jadi ketua Eksekutif? Aku?" -- ! Mengandung spoiler book 'The Future' ! 〔 Genre : Comedy, action, gore, romance 〕 !! Character berasal dari anime TokyoReve...