14

785 75 14
                                        

Mark berhasil mengikuti kemana mobil Taehyung , dan akhirnya dia berhenti di gedung apartemen . Mark masuk ke dalam gedung itu dan mencari nomor berapa apartemen milik Kim Taehyung berada.

Mark sudah mencari di lantai 2 dan 3 namun dia tidak menemukan nya , sampai di lantai 4 Mark mendengar suara seseorang yang menangis dari pintu bernomor 175 , Mark mendekat telinga nya , dan benar itu kamar milik Taehyung , dia mencoba untuk membuka nya , namun sayang pintu di kunci dari dalam .

Sementara di dalam sana Taehyung masih menyiksa rose , dia menampar dan memukul rose , keadaan rose saat ini sangat kacau , rambut acak-acakan muka yang yang sebab dan beberapa bekas tamparan di wajah nya dan tak lupa sudut bibirnya yang robek dan pergelangan tangan yang merah

" Ku mohon cukup hiks , ini sakit Tae " ucap rose yang terduduk di lantai

" Sakit..., Ini masih kurang dengan rasa sakit hati yang aku rasakan saat melihat mu dengan pria lain rose " ucap Taehyung sambil mengangkat dagu rose , supaya rose menatapnya

" Kau bilang aku selingkuh, tapi kau apa Tae, kau juga berjalan bersama wanita lain hiks...."

Plakkkk...

Taehyung menampar rose lagi " kau sudah berani menjawab ku hah " Taehyung menarik rambut rose lagi , tapi pintu terbuka dengan seseorang yang muncul dari sana

" BERHENTI..." Taehyung membalikkan badannya dan menatap Mark yang ada disana

" Mau apa kau kemari " Taehyung sambil berdiri

" Berhenti menyakiti rose "

" Wah lihat rose , pahlawan mu datang '' ucap Taehyung

" Mark..." Lirih rose saat melihat Mark yang berdiri jauh dari nya

" Rose " Mark ingin menghampiri rose namun di hentikan oleh Taehyung

" Mau kemana kau , kau ingin membantu nya . Maaf tuan Mark tapi aku belum puas menyiksa gadis murahan ini"

" Berhenti menyakiti nya "

" Kalau aku tidak mau " Tae smirk sambil menatap Mark

Mark terdiam dan menatap manik mata Taehyung

" Kau membuat nya terluka " ucap Mark penuh penekanan

" Dia kekasih ku , aku bebas melakukan apapun kepadanya kau paham "

Sementara rose menahan rasa sakit di kepala nya , hidung nya mulai berdarah , Mark yang melihat itu pun kaget

" ROSE...." Mark langsung menghampiri rose ,dan saat itu juga rose pingsan di dalam pelukannya

" Rose bangun rose , buka matamu" Mark menepuk pipi rose

Taehyung kaget melihat banyak darah dari hidung rose , Mark membawa rose dengan cara menggendong nya keluar.

Sementara Taehyung di dalam sana masih kaget , dia sungguh kebawa emosi , niat nya tidak melukai rose dia hanya tak suka rose bersama pria lain

" A...apa yang ku lakukan, rose...aku melukainya " suara Taehyung bergetar

" Rose...., Rose....hiks maaf rose..." Taehyung luruh dam langsung mengacak rambut nya

" Ku mohon rose maaf , aku ....aku " dia tak dapat melanjutkan kata-katanya , semua yang dia lakukan kepada rose tadi menghantui pikiran nya .

Sementara itu Mark membawa rose ke rumah sakit dengan terburu dengan mobil nya

" Rose buka matamu rose , kau pasti mendengar ku kan , ayo buka matamu jangan seperti ini " Mark sambil menggenggam tangan rose dengan erat

Sementara itu di toko roti...

" Noona perasaan soobin tak enak , apa terjadi sesuatu pada rose Noona " soobin bertanya ke gaeul yang duduk di samping nya

" Jangan berbicara seperti itu , rose akan baik' baik saja "

Sebenarnya Jungkook juga merasakan apa yang soobin rasakan , dia merasa sangat khawatir dengan rose saat ini .

Dering ponsel rose berbunyi di kasir , gaeul langsung mengangkat nya

" Hallo , siapa ya "

" Saya Mark , datang ke rumah sakit xxx rose di bawa kesana " gaeul kaget mendengar nya

" Ya kami akan kesana" lali panggilan terputus

" Kita harus datang ke rumah sakit xxx, rose di bawa kesana oleh Mark " Jungkook dan soobin pun kaget

" Ayo kita kesana" mereka pun langsung kesana dengan menggunakan mobil Jungkook.






Maaf kalau gak bagus...






Do not ever leave me [ Vrose ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang