_Wajib vote and komen sesama manusia_
☜☆☞☜☆☞
Adiba Khanza Adira seseorang yang tengah menangis melihat seseorang ibu yang telah melahirkan nya berbaring tidak berdaya di atas kasur rumah sakit.
"kenapa bunda gak pernah ngomong sama Adira bund"kini matanya tampak agak memerah karna menangisi bundanya yang masih terbaring.
"Ayah udah gak sayang lagi sama kita bund"
hiks...
"Adira ngeliat ayah nampar bunda"
Adira menjeda sedikit ucapannya.
"bahkan tau bunda sakit gini ayah lebih mentingin kerjaan sama istri barunya itu!"
"Bunda bahkan gak tau kalau ayah punya istri baru lagi haha"tangisnya lagi tersenyum sakit
"bunda cepat sehat yah, Adira nungguin bunda"ucap nya mencium jari jemari yg dia pegang dari tadi
kini tangan nya beralih memeluk Bunda nya.
"I love you bund"
•••
Saat ini Adira pulang dari rumah sakit dia memutuskan untuk pulang ke rumah untuk membersihkan tubuh
nya, tetapi tidak sengaja mata Adira melihat wanita dengan anak nya sedang duduk di sofa dengan Ayah nya sedang menonton tv
Disaat itu pula mata nya mulai memerah dan sedikit mengeluarkan air mata, ingin rasanya dia mengeluarkan semua unek unek nya saat itu juga.
Tanpa aba aba Adira berjalan dan mematikan tv tersebut hingga membuat ke tiga orang tersebut kaget tak karuan
plak
Suara tamparan itu membuat Adira tak akan pernah melupakan kejadian hari ini"apa apaan kamu Adira!"kata Ayah Agha sedikit mengeraskan suaranya.
"kenapa yah?! kenapa Ayah lebih milih perempuan jalang ini di banding Bunda!!" karna sudah tersulut oleh emosi Adira pun menarik Rambut mama tiri nya lalu melemparnya kesegala Arah dwngan kencang
"Mamah!!"teriak Nilam Anak dari wanita itu, Nilam pergi mendekati mama nya itu.
"Ini semua pasti karna tante kan!! Tante yang hasut ayah buat gak pergi jenguk bunda"
"JAHAT!! KALIAN SEMUA JAHAT"
kondisi Adira bisa di bilang tidak baik baik saja melihat Ayah nya lebih memilih wanita jalang itu di banding diri nya dan Bunda nya.
"Adira, Bunda kamu itu udah gak waras, bahkan hidup dia itu udah gak akan bertahan lama!"kata Agha menekan kan semua perkataan nya.
"Ayah tega ngomong gitu?? hah"ucap Adira sambil mengeluarkan Air matanya
"Tapi ayah, seenggak nya ayah bisa perduli sama Bunda, Adira mohon sama ayah buat perduli juga sama kami, bukan sama PELAKOR INI YAH"Adira menunjuk mama tiri nya di Akhir perkataanya dengan air mata yang sudah mebasahi pipinya itu
"dari mana Ayah tau kalau hidup Bunda udah gak lama lagi hah?! Ayah tau apa tentang Bunda?" Adira sempat terdiam sesaat meng kontrol emosinya
"ngejenguk Bunda aja ayah gak pernah peduli!!" lanjut Adira tersenyum pedih melihat kemewahan di dalam rumahnya, tapi sama sekali tidak ada kebahagiaan untuk nya semenjak Ayah nya menyelingkuhi bundanya
"DARI MANA KAMU TAU? KALAU AYAH NGAK PEDULI SAMA BUNDA KAMU ADIRA!!"
"Ayah yang udah ngebiyayain pengobatan BUNDA KAMU"jawab Agha sambil memperlihatkan wajah sedihnya itu
KAMU SEDANG MEMBACA
ADA LUKA
JugendliteraturSeperti kisah Ada luka, Adira tidak mengetahui apa makna dari kesetiaan itu Dan dia tidak ingin tahu Gak usah panjang panjang deskripsi nya , ntar kalau ceritanys udah selesai baru Yoks di vote end shere
