Bagian:24

4 0 0
                                        

Setelah menjauh dari hadapan Nilam Dan Arif sang mantan kekasih Adira itu Dilan pun mengajak Adira untuk berjalan ke kelas nya kelas 11 ips tentunya

Dilan yang memperhatikan Adira berjalan dengan mata kosong sehingga hampir saja menabrak Dinding sekolah itu ,untung saja Dilan cepat cepat menarik Adira sehingga Adira tidak manabrak dinding tersebut

"Kamu kenapa, Dir?" tanya Dilan tapi tidak di jawab oleh Adira

Adira hanya melanjutkan jalan nya Agar bisa cepat sampai di kelas nya itu

"aduhh ini Arif yang ngelakuin kesalahan tapi kenapa kayak gue yang punya salah sama ni anak si" tanya Dilan pada dirinya sendiri

Setelah itu Dilan pun melanjutkan perjalanannya menuju ke kelas 11 ips

setelah sampai di depan kelas 11 ips Dilan pun memerintahkan Adira untuk duduk sejenak di depan kelas itu

"duduk dulu"suruh Dilan

Adira mengangguk dan duduk mendengarkan Dilan lalu berkata

"buat apa?" Adira berkata dengan mata yang masih basah

"jangan nangis dong" ucap Dilan memegang bahu Adira agar mereka saling berpandangan

"hapus dulu air matanya" ucap Dilan seraya menghapus air mata Adira

Adira yang melihat perlakuan Dilan semakin meneteskan air mata nya

"sakit banget hati gue Dilan" kata Adira sambil terisak-isak

"Udah don , cup cup cup... Gue gak suka kalo lo ngomongin orang lain, apalagi mantan lo" kata Dilan sambil mencubit pipi Adira

"aaa aku nggak suka dicubit pipinya" kata Adira sambil memegang pipinya sambil menunjukkan wajah kesalnya ke Dilan

"yaudah maaf ya"ucap Dilan sambil memperlihatkan senyumannya itu

Tiba-tiba Aruna dan Geby keluar dari kelas melihat Adira yang masih bersama Dilan

"Hai" kata Geby

"IHHH DILAN...lo apain Adira gue" kata Aruna

"Dir ceritain sekarang apa yang udah Dilan lakuin ke elo?" kata Aruna sambil nunjuk Dilan

"Gampang banget sih nuduh orang" kata Dilan menyangkal

"ya Iya lah Adira kenapa bisa jadi begini Dilan Anendra??" kata Aruna bertanya kepada Dilan sambil memutar bola matanya

Dilan berdiri menyamai tubuh Aruna yang pendek jadi wajah Aruna dan Dilan sama tingginya

"Tanya aja sama sahabat lo"

Aruna yang merasa Dilan tak ingin menjawab pertanyaannya itu langsung mencubit Pinggang Dilan
Bodoamat jika harus di maki maki oleh Dilan

"AKH,,,Sakit lo modus ya sama gue"ucap Dilan menjauhkan tangan Aruna dari tubuh nya itu

walaupun wajah Aruna memeng seperti orang yang waras tetapi Jiwanya yang tidak waras

"Enak aja...ehh lo tuh sepupu gue, apa jangan jangan elo yang suka sama gue"ucap Aruna tidak ada hentinya

Dilan yang sudah mengenal Aruna dari lama itu pun diam "ahh dasar Aruna gendut mana mau ngalah lo sama gue"batin Dilan walaupun sebenarnya Aruna tidak gendut tetapi Dilan selalu saja ingin memanggil nya gendut

"Oke aku mau kalem hari ini" kata Dilan lalu menoleh ke arah Adira

"Adira sayang... jangan nangis nanti Geby ngambil kecantikanmu lagi" kata Dilan menambahkan nama Geby di akhir pembicaraannya

ADA LUKA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang