Terlepas dari yang namanya mengikhlaskan
Hal terberatnya hanyalah menerima kenyataan
Bahwa hanya aku yang berekspektasi bahwa kita sepemikiran
Hanya aku yang berpikiran bahwa kita bahagia menjalaninya
Semuanya hanya kedok kebutuhan
Status yang dipunya hanya ajang menghancurkan
Ternyata dia sebabnya
Kamu rela melukai, karena dilukai
Kamu terlalu banyak berjuang untuk dia yang tidak tahu diri
Sampai kapan? Bagaimana?
Apa harus aku juga korbannya?
Bukan tidak ingin beranjak
Hanya saja, rasa membuat aku bodoh untuk pergi
𖧷Ansyln𖧷
KAMU SEDANG MEMBACA
Lingkup Gelap
PoetryHanya berisi kumpulan kata yang tidak beraturan🤖 Kuajak kalian merasakan bagaimana indahnya merajut luka dengan nyata. Berdiam tenang dengan keras kepala dan cinta yang semu. Bagaimana? Tertarikkah dengan duniaku? DILARANG KERAS MENJIPLAK🤪
