1. Ini kisahku

471 36 7
                                    

Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku jujur!.
-irfan

________________________________

Kisahku di mulai disaat aku mengenalnya. Aku seorang duda anak satu, istriku meninggal dunia karenaku. Bukan aku membunuh fisiknya, tetapi mentalnya. Aku sangat menyesal pada saat itu memperlakukanya tak layak seperti istri pada umumnya. Dia kupilih sendiri dan aku sakiti sendiri. Mungkin kehidupan pacaran dan pernikahan itu berbeda, aku tak tau aku benar atau tidak. Semoga tidak lagi kualami itu.

Akan kujelaskan rincianya, sedikit sakit jika mendengarnya semoga anda tidak mengalami ini. Istriku dulu orangnya sangat baik, dia tulus, aku merasakannya. Mungkin waktu itu aku tidak sadar atau memang aku yang kurang ajar. Aku berselingkuh dengan teman kantorku dan istriku memergokiku. Awalnya aku tak peduli, tetapi seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa dia yang terbaik untukku.

Aku kasar kepadanya dan sering main tangan, aku menyesalinya. Dia tetap memperlakukan aku sebaik mungkin walaupun aku jahat padannya. Sempat aku lihat dia menangis diam diam di kamar mandi. Ku tanya "kenapa nangis?" dia hanya menjawab "gapapa, mataku kemasukan debu". Padahal aku sendiri yang membuatnya sedih.

Aku memaksanya untuk memuaskan nafsuku, meskipun hanya sekali pada malam itu. Aku tidak tau, rasa cinta waktu kita pacaran hilang tiba tiba saat aku menikah denganya. Hingga pada saat itu dia bilang kepadaku bahwa dia hamil, aku mendorongnya karena aku tidak mungkin menghamilinya. Padahal jelas jelas aku malam itu aku melakukanya denganya. Aku tak mengakuinya bahwa itu anakku. Aku menuduhnya dia selingkuh di belakangku dengan kata kata yang menyayat hatinya.

Kemudian, aku menyuruhnya untuk menggugurkan kandungan itu karena aku tak terima. Tetapi dia masih tetap mempertahankan kandunganya. Bayi itu cukup kuat berada di sana, padahal setiap hari aku memarahinya bahkan menghinanya. Aku dorong istriku sampai ia terjatuh. Aku tau bahwa di pernikahan ini dialah yang berjuang, sedangkan aku tidak.

Waktu itu aku pernah salah paham padanya. Aku melihanya berpelukan dengan laki-laki yang menurutku asing. Aku tidak tau mengapa sedikit cemburu melandaku. Dia menjelaskan kepadaku tetapi aku tidak percaya, bahkan aku memukulinya padahal waktu itu kandungannya sudah memasuki usia 9 bulan. Malam itu aku tidak pulang kerumah setelah kejadian itu. Aku menyewa hotel dekat kantorku.

Paginya aku lanjut bekerja, karena ini adalah prioritasku. Aku senang bekerja karena disitu juga ada kekasihku, aku sadar bahwa dia hanya memerasku. Tetapi balik lagi, aku nyaman denganya. Hingga sore hari tiba aku mengantarkan kekasihku ke depan untuk pulang menaiki taksi biasanya. Dari kejauhan aku melihat istriku, aku masih kesal atas masalah itu. Aku memutuskan masuk dalam kantorku tanpa menyapanya.

Dia berjalan ke arahku dan menarik tanganku agar dia bisa menjelaskan. Aku tetap kekeh tidak mau mendengarkan.

POV

"mas kenapa kemarin ga pulang?" dia menanyakan itu dengan lembut.

"suka suka gue lah, lagian kan lu juga selingkuh kan" jawabku, padahal akulah yang selingkuh.

"mas, dia kakakku. Kakakku yang tinggal di amerika. Dia baru landing dan langsung menemuiku"

"halah, maling mana ngaku sih"

Aku menghindarinya justru dia menarikku kembali.

"lepas ga tangan aku" aku berjalan ke arah perkiran mobil ingin pergi.

"mas, percaya sama aku. Aku tidak ada keinginan untuk mendua mas. Aku cinta sama kamu, walaupun aku tau bahwa kamu tidak lagi cinta sama aku" jawabnya yang meneteskan airmatanya.

Dia mencoba membujukku dengan mengejarku.

"aku selama ini yang selalu berjuang untuk mempertahankan pernikahan kita. Meskipun aku tau tidak ada kesempatan bagiku untuk masuk lagi ke dalam hatimu. Ada anak kamu disini mas, walaupun kamu sendiri tidak mau mengakuinya. Aku ingin seperti istri yang lainya yang setiap saat istrinya hamil dia manja sama suaminya, di elus perutnya. Aku ga dapet itu semua mas!" lanjutnya.

Aku memasuki mobilku dan meninggalnya. Dia masih terus mengejarku berlari tak peduli dengan kandungannya.

"mas mas mas! " dia mengetok kaca mobilku.

Ku injak lebih dalam gas dalam mobilku. Ia masih tetap kekeh memanggil namaku sambil berlari. Ku lihat dari spion mobilku dia kesakitan dan terengah engah. Namun aku tidak peduli dengannya. Semua orang di sekitar situ melihat kejadian itu, sesungguhnya aku malu.

Sampai pada akhirnya dia terjatuh karena tersandung.

Brukkk

Dia merintih kesakitan. Aku tidak tau mengapa ku hentikan mobilku. Entah mengapa juga aku merasa kasihan padanya saat itu. Aku berlari ke arahnya. Ku lihat orang orang menolongnya. Disaat aku tiba di dekatnya, ku lihat darah mengucur deras dari kakinya. Jelas dia sudah tidak sadarkan diri. Orang orang disana tentu menggunjingku karena insiden ini.

" Gimana sih pak, kalau di kejar itu berhenti! Mana lagi hamil juga! " ucap salah satu bapak bapak disana.

" Tau gaada belas kasihannya"

Aku sempat sakit hati karena omongan itu. Tetapi, mereka benar juga. Akhirnya mereka angkat istriku itu dalam mobilku. Ada sedikit rasa kasihan aku padanya. Ku pandangi setiap inci wajahnya yang lembut. Tanganku mulai membelai halus kepalannya. Rasa kasih sayangku tiba tiba muncul saat itu. Bagaimanapun juga, dia tetap istriku.

Tak terasa air mataku menetes begitu saja. Aku sempat mendongak ke arah pada cermin, mataku sembab. Ku tancap gas agar cepat membawanya ke rumah sakit.

Setelah perjalanan menempuh waktu 20 menit, akhirnya sampai. Ku gendong istriku dan ku bawa ke brangkar yang telah di siapkan. Semua dokter dan suster panik dan membawanya ke IGD.

Sudah setengah jam aku menunggu di luar ruangan. Sempat ku intip sedikit pada jendela pintu disana. Mereka sedang berusaha menyelamatkan istriku. Tiba tiba dokter keluar dan menemuiku.

" Bagaimana dok keadaan istri saya? " tanyaku langsung karena panik.

"..." dokter diam dan menatap bawah.

" Gimana dok, gapapa kan istri saya"

Jeng jeng jengggggg

TBC.

Hai all
Selamat datang di karya baru aku. Sorry sebelummya vacum lama banget. Dan cerita sebelumnya belum tamat juga maaf banget. Karena udah kepanjangan gaisss. Semoga suka yaaaa. Thx

-sasa

cinta dan air mataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang