Hari pertama berjalan lancar. Mereka mengambil penerbangan sore dan tiba di rumah Jimin satu jam sebelum matahari terbenam. Kedatangan Seulgi disambut meriah oleh ibu Jimin yang langsung sibuk di dapur demi menyiapkan makan malam, sedangakan ayah Jimin hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya. Meja makan penuh dan semua perut kenyang.
.
Kegilaan mereka yang parah adalah saat pukul sebelas malam Jimin diam-diam menarik Seulgi keluar dari kamar menuju gudang belakang rumah dan mendorong wanita itu disatu sudut yang remang-remang sebelum melorotkan celana dalamnya, dilanjutkan dengan mengangkat sebelah kaki Seulgi dan Jimin melesakkan dirinya masuk. Mereka bergerak sambil tersenyum satu sama lain hingga saat temperatur permainan mulai beranjak panas, Jimin harus membekap mulut Seulgi agar desah erotisnya tidak mendengung ke seluruh penjuru.
Lewat pukul dua belas malam, Seulgi dipulangkan ke kamarnya dalam keadaan aroma tubuh berbau sperma yang tajam.
...
Hari kedua yang menjadi pilihan mereka adalah pantai di satu sudut sepi pulau Jeju. Satu kamar penginapan terbaik telah di pesan dan konyolnya Jimin malah memilih paket honeymoon dengan pelayanan terbaik. Termasuk kuntum-kuntum mawar merah yang bertabur di ranjang serta kamar mandi. Seulgi bersemu merah mendapati semua itu.
Namun sialnya, dibawah matahari yang nyaris terbenam Jimin malah mengiring Seulgi mencari titik pantai yang tak berpenghuni, membaringkan Seulgi di perbatasan air dan pasir lalu menyetubuhi wanita itu tanpa takut kulit putih halus Seulgi akan tergores batu karang. Seulgi sendiri memutuskan urat malunya demi mengimbangi persetubuhannya dengan Jimin, lalu melempar seluruh harga dirinya hanyut bersama ombak yang menyapu tubuh panas mereka berdua.
...
Hari ketiga saatnya kembali ke Seoul. Dipertengahan jalan menuju apartemen, Jimin singgah ke apoteknya untuk mengambil beberapa pil pencegah kehamilan, sekaligus alat kontrasepsi yang aman untuk mereka berdua.
Dan hari itu hanya dilalui untuk merelaksasikan tubuh lelah mereka dengan berendam air hangat di dalam bath up. Aroma mawar menjepit mukosa di hidung Seulgi hingga membuatnya merasa damai. Tubuh licinnya bersandar nyaman di dada Jimin, sedangkan laki-laki itu sendiri membicarakan sesuatu dengan kekasihnya di telepon. Tawa renyah Jimin membuat Seulgi malas dan lebih memilih memejamkan mata.
Seolhyun mungkin punya cerita yang sangat bagus hingga Jimin menanggapi setiap ocehannya dengan kata-kata jenaka. Ya, Seolhyun mungkin saja bahagia mendengar suara ceria Jimin tanpa tau jika sekarang kekasihnya itu sedang berendam air hangat dengan wanita lain, meremas payudara wanita lain yang licin karena buih sabun.
...
Hari keempat dimulai dengan suara-suara berisik di dapur dan aroma saus coklat bertebaran kemana-mana. Jimin menyenderkan tubuhnya pada tepi lemari menuju dapur, mengamati bagaimana tubuh langsing Seulgi yang berbalut kaus putih kebesaran miliknya bergerak lincah. Bias mentari pagi malah membuat celana dalam Seulgi yang berwarna hitam membayang dipenglihatan Jimin sedangkan payudaranya yang polos menonjol dibalik kausnya. Rambutnya di cepol berantakan ke atas hingga lehernya yang jenjang memenuhi penglihatan Jimin.
"Oh. Kau sudah bangun ?" sapa Seulgi melirik sekilas pada Jimin sebelum menyiram piringan tepung di hadapannya dengan saus coklat. "Aku hanya menemukan bahan untuk membuat pancake di dapur. Apa itu oke untuk sarapan ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
TURN || seulmin•
Fanfiction[COMPLETED] [Mature content!] [18+] [NC] Apapun itu. Seulgi tidak peduli. Karena bagi Seulgi dalam kisahnya, Pemeran utama tidak mesti harus selalu orang baik! [SEULMIN] [Seulgi X Jimin] [REMAKE FANFICTION]
