double up !
enjoy.
***
jeongwoo dan haruto adalah sahabat. rumah mereka tetanggaan.
mereka selalu bermain bersama. mulai dari main masak masakan, dokter dokteran, main tanah bahkan mainin cewek.
beneran, haruto dari kecil emang udah jadi playboy. mantan waktu kecil nya aja banyak, salah satu nya bahiyyih anak pak rt.
balik lagi ke hajeongwo.
jeongwoo sedih, dia harus kehilangan sahabat nya. kata haruto, dia bakal pindah kembali ke jepang buat waktu yang ga nentu.
tapi, haruto katanya janji bakal balik lagi ke indonesia. mau itu singgah sekejap atau bahkan bisa jadi menetap.
jeongwoo gak marah waktu kecil haruto suka ngeledek nya buluk. walau jeongwoo sempet kesel sama haruto di ejek begitu.
sekarang jeongwoo sendirian, dia udah jarang keluar rumah. main nya di kamar terus mandang kamar sebelah nya yang kebetulan samping sampingan sama kamar jeongwoo.
jeongwoo duduk di balkon kamar nya masih menatap lurus ke arah kamar haruto.
berharap jika haruto ada dan membuka gorden kamar nya. walau itu mustahil ya anjay.
"haru kok belum pulang pulang si. uwu kan kangen." lirih jeongwoo yang gak sadar bahwa ada mama nya di dalam kamar jeongwoo.
mama jeongwoo hanya tersenyum manis kemudian mama menghampiri jeongwoo dan memeluk bahu nya.
"jeje kangen haruto, hm?" ucap mama sambil bertanya ke anaknya itu.
jeongwoo terkejut kemudian menganggukkan kepalanya.
"jeje kangen haru ma. haru kapan pulang ya?"
mama jeongwoo membawa jeongwoo kedalam pelukannya, di usap punggung anaknya itu dengan lembut.
"jeje. haruto baru aja dua hari yang lalu pergi, masa jeje udah kangen? katanya jeje mau jadi anak yang hebat. kalau mau jadi anak yang hebat, jeje ga boleh sedih." mama jeongwoo menjelaskan hal itu ke jeongwoo dengan lembut.
jeongwoo yang dengar hal itu langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat mama.
"jadi jeje ga boleh sedih ya ma kalo mau jadi anak yang hebat?" tanya jeongwoo polos.
mama terkekeh lucu, gemes sama anaknya itu.
"iya dong. sekarang jeje ayo makan siang." ucap mama sambil membawa jeongwoo keluar kamar menuju dapur.
***
sepuluh tahun berlalu. kini jeongwoo sudah menjadi anak yang hebat, benar benar hebat.
sudah menjadi anak yang manis pula. jeongwoo kecil saja sudah manis, kini jeongwoo sudah berumur tujuh belas tahun.
tambah manis, anjay.
masih dengan perasaan yang sama. kadang ada rasa rindu yang hinggap di hati jeongwoo.
dia merindukan sahabat kecilnya itu. sudah sepuluh tahun berlalu, tapi sahabat nya belum kembali ke tanah air.
jeongwoo gak tau gimana kabarnya haruto, jeongwoo sudah lost contact.
jeongwoo gak tau gimana bentukan haruto. masih kayak jamet waktu kecil atau haruto berubah jadi remaja tampan?
sekarang jeongwoo ada di dalam kamarnya. dia cuma goleran gak jelas. sampai suara sang mama terdengar.
"JEJE AYO KELUAR!" teriak mama dari ruang tengah.
suara mamanya gila juga. jarak ruang tengah sampe kamar jeongwoo itu lumayan lah. apa gak sakit tenggorokan mama teriak begitu?
jeongwoo langsung saja keluar kamar dan menghampiri mama.
"apasi ma." jawan jeongwoo ketika sampai di ruang tengah dan mendudukkan dirinya di sofa.
"gih kamu liat keluar. ada siapa." jawab mama acuh.
jeongwoo yang dengar hal itu sontak menoleh ke arah mama.
"ngapain si? males tau ma." balas jeongwoo gak kalah acuh. bahkan jeongwoo sudah goleran di karpet ruang tamu.
mama mengguncang badan jeongwoo gak santai.
"cepet gak!" desak mama.
mau gak mau jeongwoo jalan keluar rumah. memang ada apasi? paling juga hal gak penting.
jeongwoo tuh mau rebahan aja. ini malah disuruh keluar rumah, males tau.
sampai di teras rumahnya, mata jeongwoo melirik ke kanan dan ke kiri guna mencari kata sang mama.
eh emang mama bilang apa deh tadi?
kaki nya berjalan ke arah gerbang, membuka gerbang rumah lalu menengok untuk melihat sekitar.
gak ada apa apa. mama kenapa deh?
jeongwoo langsung aja berjalan masuk ke rumah. tapi baru sampe teras rumahnya dia di kejutkan oleh suara cowok.
asing.
"wu." panggil cowok tersebut.
jeongwoo menoleh ke arah rumah di sebelahnya, dahi nya mengkerut bingung.
ini siapa deh di rumah haruto? apa dia yang bakal nempatin rumah haruto? kalau iya jeongwoo gak bakal ketemu haruto nya lagi dong. eh?
"siapa ya?" tanya jeongwoo bingung. pasalnya muka cowok ini asing, walau mata nya mirip seseorang yang jeongwoo rinduin.
"lu gak kenal gue wu?" tanya nya lagi.
jeongwoo menggelengkan kepalanya.
"ngga, siapa deh? sokap bener." jawab nya acuh lalu berbalik badan untuk masuk ke dalam rumah.
tapi sebelum jeongwoo masuk, dia di buat shock sama ucapan tuh cowok.
"gue haruto, wu." jawab nya.
sontak jeongwoo balik badan. dia melihat cowok yang ada di pembatas tembok rumah nya dan rumah haruto.
"h-haru?" jawab jeongwoo sambil bertanya dengan terbata bata.
haruto menganggukkan kepalanya lalu merentangkan kedua tangannya.
jeongwoo yang melihat itu lalu pergi berlari ke arah rumah haruto.
di peluknya haruto ketika sampai di rumah haruto. di peluk dengan erat, seolah olah tak mau kehilangan sahabatnya lagi.
mama yang melihat itu di teras rumah hanya tersenyum manis.
biarkan saja kedua sahabat itu melepaskan rindunya.
di tinggal beberapa tahun membuat jeongwoo harus tersiksa karena menahan rindu.
***
jeongwoo si manis bertemu kembali dengan sahabat nya haruto yang berubah menjadi pria tampan xixi.
bahkan menjadi pria tertampan nomor satu di dunia. versi rookie 😉.
eh btw, mashiho sakit? aku denger kabar nya gitu..
kalau iya, get well soon uri mashi mashi ❤
teume always love u ❤.
maaf kalo ga nge feel, soalnya yang feel apalagi pake special cuma twice 😉.
dahlah semoga suka.
c u di chapter selanjutnya.
tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
random • treasure
Randomtreasure's ship ! bxb . harsh word . hoonsuk . mashikyu . yohwan . jaesahi . dodam . hajeongwo start : 21052022 end : - rank ; 10 - 1 #6 in yohwan | 30052022 #7 in yohwan | 01062022 #3 in yohwan | 02062022 #10 in yohwan | 14062022
