"Sekian anak-anak, pembelajaran pada siang hari ini. Apakah ada yang ditanyakan?"
"Tidak pak..." Serentak semua murid menjawab tidak.
"Kalau tidak ada, saya tutup. Mohon maaf apabila ada salah tutur kata bapak waktu pembelajaran. Wassalamu 'alaikum wr. wb." Ujar guru matematika sembari keluar kelas.
"Wa'alaikum salam wr. wb." Teriak satu kelas secara bersamaan.
Semua murid langsung keluar kelas tanpa terkecuali. Revan, Hero, dan Rafael menuju ke halte depan sekolah, untuk menunggu jemputan. Tak lama menunggu, orang tua Hero datang untuk menjemput anaknya naik sepeda motor tua khas miliknya. Bunyinya yang super duper kenceng itu, sudah menjadi pratanda bahwa itu motor bapaknya Hero.
"Gue pulang dulu ya... Bye" Salam Hero untuk kedua temannya itu.
"Iyaa" Jawabnya serempak. Revan dan Rafael pun kembali berbincang-bincang gajelas. Mulai dari ngomongin PR sekolah, ngomongin pak Ito yang sedang menertibkan lalu lintas, ngomongin kumis pak Hartanto yang tebel sebelah, sampai-sampai ngomongin si Tama.
"Eh Revan" Panggil Rafael.
"Apa?..." Jawab Revan.
"Lu tahu nggak? Lu tadi dicariin bang Tama?"
"Tahu, kenapa?"
"Emang lu tadi dihukum karena bang Tama ya?"
"Iyaa... Kenapa sih, kok malah bahas Tama?"
"Ya gapapa sih..."
Tin!!
Terdengar suara klakson mobil dari arah kanan, Revan dan Rafael yang mendengarkannya pun menoleh ke arah sumber suara tersebut. Terdapat mobil sedan classic berwarna hitam glossy parkir tepat di depan mereka berdua.
"Rafael, ayo pulang!!" Suara seseorang di dalam mobil tersebut.
"Papah..." Ucap Rafael.
"Papah naik mobil siapa? Kok ganti? Mobil papah kemana?" Tambahnya."Mobilnya temennya papah dijual, jadi papah beli deh" Jawab paahnya Rafael. Nggak heran sih, papahnya kan pengusaha sukses. Jadi, kalau mau beli apa-apa ya langsung keturutan.
"Revan, lu pulang sama siapa?" Tanya Rafael.
"Ikut bareng gue aja yuk, daripada lama nungguin" Tambahnya."Eh... Nggak usah deh, nanti gue juga dijemput" Ujar Revan sungkan.
"Alah... Gapapa gausah sungkan, iya kan pah?" Tanya Rafael ke ayahnya.
"Iya... Ayo lah nak sekalian!" Bujuk Ayahnya Rafael.
"Yaudah deh kalau maksa" Jawab Revan sedikit malu.
Akhirnya mereka pulang bersama-sama.
-----
"Makasih ya om, silahkan kalau mau mampir om" Ucap Revan berterima kasih karena telah diantarkan pulang oleh bapaknya Rafael.
"Gausah nak, om langsung pulang aja, masih banyak kerjaan. Kapan-kapan aja mampirnya. Titip salam buat abi sama mamah ya" Ujar Ayahnya Rafael menolak halus.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pensil Persahabatan
Teen FictionFOLLOW SEBELUM BACA!!^_^ Cerita ini menceritakan tentang kisah seorang Revan Ramatha Revan Ramatha adalah seorang pemuda yang takut sekali akan hidupnya. Seorang pemuda yang takut akan masa lalunya. Seorang pemuda yang takut akan kehilangan untuk...