US 5

1.6K 181 15
                                    

Happy Reading

Gaara dan Sakura masih berada di pinggir danau mereka sedang duduk santai sudah tiga puluh menit setelah Sakura tenang mereka berdua diam tidak ada yang memulai pembicaraan. Gaara melihat kesamping untuk menatap Sakura dari samping wajah sakura terlihat sembab karna habis menangis dan sekarang gadis itu pun melamun. Tangan kekar Gaara mengusap kepala Sakura yang membuat gadis itu menoleh kearahnya.

"Mau pulang?" tanya Gaara.

Sakura tersenyum lalu menggeleng "Aku masih mau disini, kalau senpai mau.."

"Aku akan menemanimu" potong Gaara.

Sakura menatap Gaara dan mulai bercerita "Aku pindah ke apartemen bersama kakakku Sasori alasannya... "

"Kalau kau tidak ingin bercerita tidak apa-apa, aku akan menunggu".

Mendengar ucapan Gaara, Sakura tetap melanjutkan ceritanya "Waktu itu kakakku melihat aku dipukul ayahku, saat itu aku baru pertama kalinya melihat kakakku sangat marah pertama kalinya juga aku melihat kakakku nangis" Sakura terdiam untuk menahan rasa sesak sedangkan Gaara lebih memilih diam untuk mendengar cerita Sakura.

"Lalu disekolah aku dituduh tinggal bersama pacarku padahal pacar saja aku tidak ada, terserah lah mereka mau anggap aku apa yang penting aku memiliki teman yang masih mempercayaiku termasuk senpai" Sakura tersenyum.

"Kau... Kau apa? Tunggu! Kau dibuly satu sekolah?" tanya Gaara.

Sakura mengangguk sambil memegang tangan Gaara "Aku baik-baik saja".

Sakura melihat raut marah di wajah Gaara "Siapa yang menyebar berita murahan? Karin?".

"Aku tidak tau" Sakura berbohong. Jelas-jelas Sakura tau yang menyebar beritanya adalah kembarannya sendiri.

"Lalu luka di pipimu itu siapa yang melakukannya?" tanya Gaara dengan nada yang sedikit meninggi.

"Aku tidak kenal, mereka mengeroyokku. Tapi aku baik-baik saja" Sakura terpaksa senyum untuk meyakinkan Gaara.

Tangan Gaara langsung menarik kepala Sakura untuk dipeluk satu tetes air mata Gaara keluar membasahi pipinya "Kau pindah kesekolahku saja".

"Tidak, aku akan merepotkan kakakku".

"Kenapa peluk-peluk?" ucap Toneri yang sudah ada dibelakang mereka.

Gaara dan Sakura langsung melepaskan pelukannya lalu dengan cepat Gaara menghapus air matanya supaya tidak dilihat Sakura maupun Toneri.

'Gaara menangis kah?' batin Toneri.

"Ada apa?" tanya Gaara.

"Aku tidak sengaja lewat lalu aku melihat pacarku" ucap Toneri.

Sakura celingak celinguk untuk mencari keberadaan yang disebut pacar Toneri tadi "Dimana pacarmu Toneri-san?".

'Dasar tidak peka' batin Toneri.

"Ada disini didepanku" .

Sakura menunjuk diri sendiri "Aku?".

Toneri mengiyakan dengan mengangkat kedua alisnya lalu menatap Gaara "Benar begitu tuan Gaara?" namun ucapan Toneri diabaikan oleh Gaara.

Sakura tertawa "Toneri-san ternyata suka sekali bercanda ya hahahaha" mendengar ucapan Sakura Gaara menahan tawanya sedangkan Toneri berubah menjadi datar karna melihat lirikan meledek dari Gaara.

"Kalian berdua dari pada musuhan lebih baik berteman saja, kalian sangat cocok".

Gaara tersedak setelah mendengar kata cocok dari Sakura sedangkan Toneri menatap Gaara dengan pandangan kesal namun lucu dimata Sakura.

UCHIHA SASUKETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang