Happy Reading
Sakura keluar apartemen untuk ke super market membeli ramen kemasan untuk makan siang. Karna kakaknya tidak makan siang dirumah jadi Sakura memilih untuk membeli ramen. Sebelumnya Sakura ingin memasak tapi mengingan dia baru pindah dan kakaknya belum belanja apapun.
Saat Sakura ingin mengambil kemasan ramen ada tangan lain yang juga ikut mengambil. Spontan Sakura langsung menoleh kesamping, lalu pandangannya berubah menjadi malas.
"Maaf maaf saja aku dulu yang memegang ramen ini" ucap Sakura.
Toneri tersenyum lalu melepas pegangannya pada ramen yang masih Sakura pegang "Silahkan" lalu pandangan Toneri langsung ke arah tangan Sakura yang sempat gadis itu dan berucap "Luka mu sudah mendingan?" tanya Toneri.
Sakura yang baru saja melempat beberapa kemasan ramen dengan reflek menoleh arah Toneri "Ya".
"Kau tidak sekolah?" .
Sakura kembali menatap Toneri "Aku izin". Sakura tidak kembali bertanya karna Sakura sudah tau jawabannya 'Paling juga madol sekolah atau madol pelajaran' batinnya.
Toneri memperhatikan Sakura yang sedang memilih milih ramem yang lainnya. Pria itu pun tersenyum. Tangan kekarnya mengambil keranjang belanjaan Sakura yang tergeletak dilantai.
"Hei mau apa kau?" tanya Sakura yang terkejut dengan tindakan Toneri. Bukannya apa-apa Sakura cuma takut Toneri membuat masalah didalam super market, mengingat Toneri adalah berandal sekolah yang menculiknya kemarin.
"Biar aku saja yang bawa, lumayan berat".
'Berat?' Sakura menatap keranjangnya 'Padahal isinya cuma ada tiga ramen'. Batinnya.
"Terserah saja lah" Sakura berbalik dan menghampiri rak saos dan cemilan. Ia berbalik untuk meminta keranjangnya pada Toneri lalu pria itu tidak ia temukan "Seharusnya aku tidak mempercayainya" ucap Sakura yang geregetan sambil berjongkok.
"Sudah? Ayo" ucap Toneri yang kembali muncul disamping Sakura yang sedang berjongkok.
Sakura mendelik "Dari mana saja kau? WHATT! Kau bahkan menaruh belanjaanmu dikeranjangku juga".
"Sudah ayo jangan banyak omong" ucap Toneri sambil menarik pelan tangan Sakura. Orang lain yang melihatnya sudah dipastikan mereka berfikir kalau Sakura dan Toneri itu sepasang kekasih.
Sambil berjalan ke arah kasir Sakura melihat isi keranjang ada buah, sayur, berbagai biskuit dan minuman kaleng bersoda. 'Uangku mana cukup untuk membayar itu semua!!!' jerit Sakura dalam hati. Sakura masih berfikir kalau Toneri ada niat tidak baik misalkan ya memalak Sakura dengan belanjaan yang dipilih Toneri.
'Apa aku harus minta uang lagi ke nii-chan?' batin Sakura lagi.
"Disatukan saja ya billnya" ucap Toneri pada kasir.
Toneri melirik Sakura yang terlihat gugup "Kau kenapa?".
"Hah? Apa? Aku? Aku tidak apa-apa".
Toneri masih menatap Sakura yang kakinya tidak bisa diam, perhatiannya terpecah karna suara karir yang menyebutkan total belanjaan yang harus dibayar.
"Ok" ucap Sakura. Namun pergerakannya terhenti saat melihat Toneri menyerahkan kartu debit milik pria itu ke kasir.
"Kenapa jadi kau yang bayar?" tanya Sakura.
"Memang kenapa?".
"Lupakan. Aku akan membayar belanjaanku saja kalau begitu".
"Tidak usah, anggap saja hadiah dariku".

KAMU SEDANG MEMBACA
UCHIHA SASUKE
RandomMenceritakan bagaimana Sasuke menyakiti perasaan mantan kekasihnya yaitu Sakura. Dan kehidupan pahit yang dijalani Sakura setelah difitnah oleh saudara kembarnya sendiri sampai dibenci oleh orang tuanya sendiri.