Chapter 15.

289 26 0
                                        

"Apa apaan kau itu, sok imut sekali," sindir Juyeon sambil asik memakan tteokpokki nya.

"Diam saja kau," omel Hyunjae lalu memeluk Younghoon.

Dan kedekatan mereka semakin terjalin layaknya keluarga satu anak. Anjaaay aowkwkw.

Setelahnya, Juyeon langsung balik ke apartemen Hyunjae, sedangkan Hyunjae tetap stay di apartemen Younghoon.

"Adikmu lucu ya," kata Younghoon sambil menuang susu untuk Hyunjae.

"Dia tidak seperti itu," kata Hyunjae, menolak setuju dengan apa yang Younghoon katakan.

"Tapi tadi dia seperti anak kecil," bantah Younghoon.

"Dia hanya memasang topeng, dia itu nakal dan keras kepala," kata Hyunjae.

"Tetap saja bagiku dia itu lucu," ucap Younghoon lalu duduk di samping Hyunjae dan meletakan gelas besar berisi susu vanilla di meja.

"Hyung," kata Juyeon sambil masuk ke apartemen Younghoon seenak jidatnya.

"Bersikaplah sopan!" marah Hyunjae dengan tatapan yang sedikit marah..

"Aish, itu ada orang yang mencarimu di depan," kata Juyeon sambil menunjuk ke pintu apartemen Younghoon.

"Siapa?" Tanya Hyunjae. Sedangkan Younghoon hanya diam menyimak perbincangan kakak adik itu .

"Entahlah, doa orang itu menggunakan pakaian hitam" kata Juyeon sedikit takut.

Hyunjae langsung bangkit dan berjalan keluar apartemen Younghoon, dia berjalan dengan santai dan menemui orang yang di maksud Juyeon.

Mereka ber tiga —( hyunjae dan dua orang asing)— berbincang di depan apartemen Hyunjae.

Juyeon dan Younghoon hanya menunggu di dalam apartemen Younghoon.

Sedangkan di luar sana, tubuh Hyunjae di kunci, tangannya di tahan kebelakang dengan salah satu orang tersebut. Sedangkan satu orangnya lagi berbicara di depan Hyunjae.

"Pergi ke gang kecil di depan jalan sana besok malam, jika tidak, Younghoon yang akan menanggungnya," kata si pria bertubuh kekar itu.

"Apa urusanku denganmu sialan?" Tanya Hyunjae, dia berusaha melepaskan tangannya yang di kunci dengan tangan orang di belakangnya, "lepaskan aku,".

"Kau tidak ingin melihat pacarmu tersiksa kan?" Kata orang di depannya lalu meninju perut Hyunjae. Dan mereka berdua pun pergi.

Sedangkan Hyunjae kembali ke apartemen Younghoon sambil memegangi perutnya. Tatapannya tajam.

"Hyunjae? Ada apa?" Tanya Younghoon lalu membawa Hyunjae duduk di sofa.

"Hanya masalah kecil," jawab Hyunjae. Dia meregangkan tubuhnya, bersandar di sandaran sofa sambil sesekali tangannya memegangi perutnya.

My Only One

Malam harinya, Hyunjae di apartemennya sedang mempersiapkan seragam sekolah dan buku buku yang akan di bawanya besok. Setelah tadi Younghoon mengobati memar di perutnya, Hyunjae dan Juyeon langsung pulang ke apartemennya.

Hyunjae duduk di sofa samping Juyeon dan mengamati berita yang memberitakan seorang tahanan atas kasus pembunuhan sudah melarikan diri dari sel besinya.

"Para warga, khususnya di daerah seoul di minta untuk selalu berhati hati, saat ini, anggota polisi sedang mencari keberadaan tahanan berinisial M tersebut," kata si pembawa berita.

"Berhati hatilah, jangan pulang terlalu malam," nasihat Hyunjae, yang di balas dengan anggukan oleh Juyeon.

Jam 9 malam, Hyunjae bersiap untuk tidur, dia membenarkan posisi bantal tidurnya dan memejamkan matanya dengan keadaan sedikit cemas.

Bukan, dia tidak masalah jika dia di pukuli oleh dua orang jahat itu, tapi orang itu mengancam dirinya dengan Younghoon, manusia yang mampu mengambil hatinya itu.


My Only One

Jam setengah enam, Younghoon sudah rapih dengan seragamnya, ia bermain hp sebentar sambil menunggu roti yang ia panggang matang. Tak lama, suara khas panggangan roti saat roti sudah matang berbunyi, Younghoon bangkit dan berjalan ke dapur, ia mengambil roti yang sudah berwarna kecoklatan itu dengan sumpit, meletakan satu di piring lalu di olesi dengan selai kacang dan di taburi potongan buah strawberry lalu di tutup kembali.

Yang satu itu untuk ia sarapan. Lalu ia membuat 3 potong lagi untuk bekal sekolah.

Jam setengah tujuh, pintu di ketuk, ia tersenyum dan keluar apartemennya lalu menyapa seseorang yang mengetuk pintu.

"Pagi Hyunjae," sapa Younghoon.
"Pagi sayang," sapa Hyunjae balik.

"Sudah? Tidak ada yang tertinggal?" Tanya Hyunjae. Sedangkan Younghoon hanya mengangguk.

Mereka berdua berjalan menuju parkiran dan pergi ke sekolah bersama menaiki mobil milik Hyunjae.

"Hyunjae, sudah sarapan?" Tanya Younghoon sambil melihat Hyunjae yang fokus menyetir.

"Belum," jawab Hyunjae.

"Aku membuat sandwich manis, kau mau?" Tanya Younghoon, ia membuka tasnya dan mengeluarkan kotak berwarna biru.

Younghoon memotong satu sandwich menjadi beberapa bagian kecil, dan dengan garpu, Younghoon menyuapi Hyunjae yang sedang menyetir.

Jam tujuh mereka sampai di sekolah, Younghoon turun terlebih dahulu sedangkan Hyunjae memarkirkan mobilnya.

Younghoon berjalan menghampiri Hyunjae dan mereka berdua berjalan menuju sekolah sambil terus menjadi pusat perhatian.

"Jangan dengarkan mereka," bela Hyunjae, sedangkan Younghoon hanya mengangguk dan menggandeng tangan kiri Hyunjae.

To Be Continue
Hello, maaf updatenya lama hehe, ini harusnya aku up kemaren, tapi tiba tiba buntu di 300kata.

Maaf untuk typo dan enjoy.
Kritik saran? On comment.

My Only One Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang