Chapter 16.

290 29 0
                                        

"Jangan dengarkan mereka," bela Hyunjae, sedangkan Younghoon hanya mengangguk dan menggandeng tangan kiri Hyunjae.

Mereka berdua sudah berada di dalam kelasnya masing masing, seperti biasa, Younghoon hanya diam duduk di kursinya sambil bermain ponsel, tidak ada yang mengajaknya bicara.

Di kelas Hyunjae, Hyunjae sedang di hakimi oleh semua teman tongkrongan sekaligus teman basketnya itu.

"Sudah aku katakan kami hanya teman," jawab Hyunjae kesal.
"
"Lalu, kenapa anak aneh itu menggenggam tanganmu saat di parkiran?" Tanya salah satu temannya.

"Dia hanya berlindung," jawab Hyunjae santai.

"Apa kau yakin?" Tanya temannya yang lain. Dan Hyunjae hanya berdehem

20 menit, bel jam pertama telah berbunyi, seluru siswa dan siswi sibuk menjawab soal, menyalin materi, atau bahkan ada yang tertidur seperti Hyunjae. Bukan anak malas atau sejenisnya. Hanay saja pelajaran kali ini tidak ia sukai. Siapa yang suka kimia? Mungkin kepalamu akan jedag jedug.

Younghoon sibuk mencatat materi yang di tulis guru pengajar di depan. Sesekali ia terbengong lalu melanjutkan menulisnya.

1 jam untuk pelajaran jam pertama dan ke dua, bel istirahat pertama berdering, sebagian murid yang berada di dalam kelas berhambur keluar menuju kantin. Ada juga yang memlih dia di kelas seperti Younghoon. Ia bengong sambil menyedot susu kotak yang ia bawa tadi.

Beberapa menit kemudian, Younghoon yang sendirian di kelas menatap orang yang masuk ke kelasnya, ia melemparkan senyum sedangkan orang itu hanya mengangkat alisnya.

Orang itu menghampiri dan duduk di samping Younghoon.
"Hyunjae," panggil Younghoon. Sedangkan Hyunjae hanya berdehem, Hyunjae berdandar di kursi dan meletakan tangannya di atas sandaran kursi Younghoon, ia melihat kotak bekal yang tadi pagi di atas meja.

"Ini untukku?" Tanya Hyunjae lalu mengambil kotak bekal di depan Younghoon.

"Tidak, itu untuk kita," jawab Younghoon, ia hanya diam saat Hyunjae membuka kotak bekalnya dan memakan satu potong sandwich manis itu. Mulutnya juga terlihat penuh.

Hyunjae menatap Younghoon lalu menawarkan sandwich di tangannya yang bekas ia gigit. Younghoon mengambil sepotong sandwich dan juga memakannya, sesekali ia minum susunya ketika merasa haus dan serat.

"Berapa pelajaran hari ini?" Tanya Hyunjae yang sudah selesai makan.

"Enam," jawab Younghoon dengan lesu.
"Pulang?" Tanya Hyunjae lagi
"Jam tujuh malam," kata Younghoon, ia memasang wajah lesu, membayangkan betapa kejamnya mata pelajarannya hari ini.

"Kalau seperti itu, kita tidak bisa pulang bersama, aku pulang jam lima," kata Hyunjae sambil terus menatap Younghoon.

"Tidak apa, aku bisa pulang sendiri," balas Younghoon.

"Tidak, kau harus menelfonku," tolak Hyunjae.
"Yah, aku kembali kekelas," ia melihat jam di tangannya, "ingat untuk menelfonku saat pulang," kata Hyunjae, ia mengusap perut Younghoon lalu mencium bibirnya dan pergi dari kelas Younghoon sebelum ada yang melihat mereka.

MY only One

Jam enam, Hyunjae di apartemennya, ia menonton tv sambil sesekali mengecek ponselnya, berjaga jaga jika saja Younghoon akan menelfonnya.

"Hyung, pinjam mobil dong," kata Juyeon yang keluar dengan pakaian rapih dan wangi BVLGARI dari arahnya.

Hyunjae menunjuk kunci mobil di meja dengan dagunya, dan dengan cepat, Younghoon mengambilnya dan pergi keluar apartemen.

My Only One Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang