Selamat tahun baru, semuanya!
Maaf baru bisa update huhuhu!
Selamat membaca kisah Rakael dan Marissa!
***
BRAK!
"Anjing! Sakit banget!" Keluh Marissa dengan tubuh yang sepenuhnya terlilit selimut.
Suara ayam berkokok terdengar nyaring menandakan pagi telah tiba. Namun, suhu ruangan yang dingin membuat Marissa enggan untuk sekedar membuka matanya.
Perlahan tapi pasti mata Marissa mengerjap-ngerjap mengamati sekitar. Dalam beberapa detik ia kebingungan menatap ke arah dirinya serta kasurnya secara bergantian.
Marissa terdiam sejenak dengan kepala yang miring ke kanan.
Bagaimana bisa kasurnya berada dua langkah di depannya? Sedangkan dirinya sangat ingat jika kemarin malam ia tertidur pulas di atas kasurnya yang empuk itu.
Tak lama kemudian Marissa merasakan sakit di area bokongnya. Sambil meringis gadis itu pun menyadari semua hal yang terjadi padanya.
Helaan nafas yang kasar terdengar memenuhi ruangan yang hening itu.
Sialan, Marissa mengawali harinya dengan terjatuh dari tempat tidur. Entah bagaimana gaya tidur gadis itu sampai bisa terhempas dari wilayah kasur dengan sendirinya.
"Masih pagi udah apes aja gue!" Ucapnya sambil membangkitkan diri berniat kembali melanjutkan tidurnya. Namun gadis itu mengurungkan niatnya saat matanya menatap jarum jam pendek menunjuk pada angka 7 di atas nakasnya.
Sontak mata Marissa membulat penuh.
"GILA! MAMPUS AJA GUE! HARI PERTAMA KBM INI GILAAA!" Teriaknya sambil berlari cepat ke kamar mandi.
- 03. Terlambat -
Seluruh tubuh Marissa terpantau sangat sibuk pagi ini.
Bagaimana tidak?
Mulutnya sedang mengunyah sandwich, tangannya sedang memasang tali sepatu, rambut Marissa pun sedang dicatok oleh Bi Inah.
"Non, pagi ini kata si Den Leon teh katanya si Den Leon berangkat duluan soalnya mau ngurusin project barunya Non Rissa. Jadi pagi ini Non Rissa berangkatnya sama Pak Arman aja katanya."
Kepala gadis itu mengangguk-angguk mendengar ucapan Bi Inah. Mulutnya sudah penuh dengan makanan, ia tak sanggup menjawabnya dengan kata-kata.
"Tapi ya Non, da ini teh udah kesiangan. Emangnya si Non dibolehin masuk nantinya?"
Setelah menelan masuk makanannya, Marissa menatap Bi Inah yang juga sudah selesai mencatok rambutnya.
"Sans aja Bi, selalu ada jalan kalau mau usaha." Jawab Marissa so bijak.
Bi Inah menatap Marissa bingung.
"Ya tapi emang ada jalannya, Non?"
Sambil berlari keluar Marissa berteriak, "ADA BI, LEWAT PINTU BELAKANG SEKOLAH HAHAHAH. RISSA BERANGKAT YA!"
Bi Inah meringis kecil melihat kelakuan Nona mudanya. Tak lama kemudian senyumnya mengembang tipis.
Perlahan Bi Inah berjalan ke meja di mana foto Marissa, Tuan, dan Nyonya nya berada.
"Tuan, Nyonya, Non Rissa udah tumbuh dengan sehat dan baik."
Bi Inah menghela nafasnya.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
LET'S LOVE!
Teen FictionMarissa Dewi Kusuma adalah nama dari siswi SMA Swarna yang menjadi salah satu dari banyaknya primadona disana. Bukan tanpa alasan, Marissa merupakan model ternama sejak dirinya kecil sampai saat ini dimana ia mulai menginjak kelas satu SMA. Karena j...
