LET'S LOVE - 4

23 1 0
                                        

Hai, lama banget gak balik ke wattpad. Tapi rasanya cerita Rissa-Kael harus diselesaikan soalnya aku juga sudah banyak sekali mikirin tentang mereka hahahah.

Kembangin terus rasa penasarannya ya ke ceritaku yang ini! Aku bakal seneng bgt dan jangan lupa votenya!

Okay, here we go!

***

"Duh, Bu Sinta yang baik. Boleh gak hukumannya yang lain aja?"

Pelototan tajam disertai alis menukik dari guru BK yang ada di hadapan Marissa makin membuat nyali gadis itu ciut.

"Bersihin WC mau?!" Ucap Bu Sinta ngegas.

"Yaudah, Bu hormat bendera aja..." Jawab Marissa lesu. Ya, daripada harus membersihkan WC? Seorang Marissa bahkan belum pernah menyentuh gagang sapu.

"Makanya Marissa, kamu ini harus jadi contoh yang baik. Kamu kan public figure-"

Celotehan Bu Sinta kembali bergema di ruangan konseling. Marissa sampai lelah sekali mendengarnya.

Ah sial! Ini gara-gara laki-laki yang tadi menabraknya!

"Jadi-"

Tiba-tiba seorang guru laki-laki datang mengetuk pintu dengan senyuman manis memotong khutbah Bu Sinta. Guru tersebut adalah Pak Hans.

"Permisi Bu Sinta, maaf nih saya ganggu waktu-"

Bibir merah yang tadi mengoceh panjang sambil miring-miring tajam itu langsung berganti menjadi senyuman lebar disertai mata berbinar-binar.

"Seumur hidup juga boleh, Pak Hans!" Lantunan suara manja terdengar dari nada guru BK tersebut.

Namun tak lama setelahnya...

"Marissa cepat hormat bendera setengah jam!"

Hilang suara manja itu berganti dengan raungan harimau yang membuat Marissa memutar bola matanya karena merasa jengah. Ah Marissa kira kehadiran Pak Hans bisa membuat Bu Sinta lengah dan melupakannya, ternyata tidak!

'Centil banget anjir!' Batin Marissa sambil mulai melangkahkan kakinya keluar ruangan meninggalkan Bu Sinta dengan Pak Hans yang adalah guru muda nan tampan yang katanya banyak diincar perempuan termasuk Bu Sinta.

- 04. Ajakan yang diterima -

"Hiduplah Indonesia Raya~"

Rakael langsung duduk di kursinya setelah melakukan kegiatan rutin bersama teman kelasnya yang lain sebelum jam belajar dimulai, ya menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah selesai, kelas kembali riuh sampai suara dari seseorang menginterupsi semua siswa kelas 11 IPA 1.

"Guys! Gue tadi dapet perintah dari Pak Hans, kita ganti baju olahraga dan langsung ke lapangan aja soalnya hari ini materinya soal basket!" Teriakan dari sang ketua kelas langsung dipatuhi oleh seluruh siswa yang mendengarnya.

Rakael hanya mendengar dan langsung mengambil baju ganti untuk segera pergi ke ruang ganti.

Ah dan tentu saja, Rakael bersama dua pengikut setianya Bastian dan Gema. Mereka sudah seperti roda bajaj. Sepaket.

"Eh, Bas lo tau gak kalo kak Rachel yang cakep itu dia dulunya pernah di jurusan Bahasa jir!" Gema berkata antusias yang juga ditanggapi Bastian dengan sangat antusias.

Kalo kata Bastian, pembicaraan mengenai cewek cantik tuh harus dengan semangat 45 yang menggebu-gebu!

"Dih serius, jing? Baru tau gue! Lo tau gak, Rak?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 25, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LET'S LOVE!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang