Marissa Dewi Kusuma adalah nama dari siswi SMA Swarna yang menjadi salah satu dari banyaknya primadona disana. Bukan tanpa alasan, Marissa merupakan model ternama sejak dirinya kecil sampai saat ini dimana ia mulai menginjak kelas satu SMA.
Karena j...
Pagi itu Rakael terbangun karena suara kicauan burung di samping jendela kamarnya. Setelah mengucek mata sebentar, Rakael memutuskan untuk segera membersihkan dirinya dan bersiap ke sekolah.
"Pagi, abang!"
Sapaan hangat dari sang mama menyambut kedatangan Rakael. Laki-laki yang kini menginjak umur 17 tahun itu mengangguk kecil sambil mendudukkan diri dikursi ruang makan.
"Adek udah berangkat duluan bareng Papa loh, bang."
"Iya, katanya di bunderan yang mau ke sekolah adek tuh macet kalo berangkatnya setengah tujuh. Papa suka agak telat dateng ke kantor, jadinya sekarang harus pagi biar gak kejebak macet."
Rakael berdehem.
"Ah tau gak, bang? Anaknya tante Sarah tuh si Bimo udah punya pacar! Cantik banget! Kemarin pas arisan kan Mama main ke sana—"
"Kael sudah selesai."
Rosa mengangkat kepalanya menatap sang putra yang berjalan ke arahnya.
"Cepet banget, kamu makan dikunyah dulu nggak, bang?"
Rakael mengangguk sambil menyalimi tangan Rosa.
"Berangkat ya, Ma." Pamitnya sambil berjalan pergi.
Setelah siap dengan alat tempurnya di jalanan, Rakael menjalankan motor miliknya dan berlalu pergi meninggalkan halaman rumah.
Di lampu merah Rakael berpikir. Entah kenapa dirinya merasa pagi ini begitu tenang dijalaninya. Rakael curiga jika setelah ini pasti ia akan melewati kejadian yang akan membuatnya agak kesal.
Sesampainya di sekolah, Rakael segera berjalan menyusuri koridor menuju ruang kelasnya. Namun, benar saja dugaan Rakael.
Seorang gadis yang sedang menengok kesana kemari menubruk lengannya dengan cukup keras sampai membuatnya berdecak.
"Ck."
"Aw!" ringis gadis itu.
Tak lama suara melengking memenuhi indra pendengarannya.
"EH ANJIR KALO JALAN LIAT-LIAT DONG!"
Rakael menghela nafas berat, telinganya sampai berdengung mendengar suara gadis itu. Ia menatap kesal pada gadis yang masih berceloteh dihadapannya.
"Apa lo liat-liat? Tiba-tiba sawan lo karena nabrak model cantik kayak gue?"
Sangat berisik. Gadis dengan rambut warna-warni itu, benar-benar mengganggu harinya.
"Telat, nyolot, angkuh. Model yang sering di tengah sawah ya?" ucap Rakael pedas sambil meninggalkan gadis tersebut dengan senyuman miring.
- 00. Prolog (2) -
Lahir di keluarga yang cukup harmonis tak membuat Rakael Putra Geevari tumbuh menjadi seorang anak yang manis dan hangat. Sebaliknya, sejak kecil Rakael justru adalah seorang anak yang pendiam.
Keluarga Geevari sudah bersiap menyambut kelahiran Rakael dengan suka cita, namun mereka justru dibuat panik karena saat lahir, Rakael tidak menangis sama sekali.
Setelah diselidiki ternyata Rakael tertidur pulas dan baru menangis setengah jam kemudian.
Seiring pertumbuhannya, Rakael menjadi orang yang tertutup dan tak banyak berekspresi. Nanda dan Rosa sudah berusaha banyak mengajarkan Rakael untuk bersosialisasi, mengeksplorasi diri dan lain-lain. Tapi Rakael hanya mengikuti semua titah mereka dengan membosankan.
Namun meski begitu, Rakael merupakan pribadi yang disiplin, perfeksionis, dan gila kebersihan.
Rakael juga cerdas dalam hal akademik maupun non akademik seperti berolahraga dan berorganisasi. Nama Rakael bahkan cukup populer di kalangan remaja putri di sekolahnya.
Kembali pada saat ini, Rakael baru saja selesai berkampanye untuk pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS. Dirinya terpilih menjadi calon dinomor urut 1 berpasangan dengan Gabriel Van Dewin.
Saat ini dirinya menunggu pengumuman siapa yang akan terpilih, namun percaya atau tidak, Rakael yakin 1000% dirinya akan terpilih.
Selain beberapa sifat yang di sebutkan di atas, Rakael cukup sadar akan potensi yang di milikinya, hal itu membuat Rakael cukup percaya diri di pemilihan kali ini.
Dan benar saja, pengumuman dari hasil pemungutan suara itu sama seperti perkiraannya.
"Selamat kepada pasangan nomor urut pertama, Rakael Putra Geevari dan Gabriel Van Dewin yang sudah terpilih sebagai pasangan ketua dan wakil ketua OSIS. Ayo berikan tepuk tangannya!"
Senyum Rakael terulas kecil karena merasa cukup bangga dengan perkiraan miliknya yang tepat sasaran.
"Kepada ketua dan wakil ketua OSIS yang sudah terpilih dipersilahkan maju ke depan untuk memberikan beberapa kalimat kepada siswa dan siswi Swarna!"
Begitu namanya di panggil, Rakael maju ke depan terlebih dahulu.
Berdiri di hadapan para siswa dan siswi SMA Swarna membuat Rakael melihat jika ternyata banyak sekali orang-orang yang melanggar peraturan sekolah.
"Selamat siang semuanya. Saya berterima kasih karena sudah memberikan rasa percaya ibu-bapak guru dan teman-teman kepada saya. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengemban amanah dan bertanggung jawab selama satu tahun ke depan, untuk itu saya akan memulainya dengan memberitahukan kepada teman-teman semua hari ini."
Sambil memindai, mata tajam Rakael menangkap satu tikus kecil yang berada di baris paling belakang sedang menyandar ke tembok. Gadis itu adalah orang yang menabraknya tempo hari.
"Saya beserta pengurus OSIS akan melakukan tugas pertama kami dengan mengadakan jadwal ketat pagi mulai besok dan seterusnya. Dimohon kepada teman-teman untuk mengikuti tata tertib yang berlaku. Saya tidak termasuk dari orang yang suka memberikan toleransi. Saya mohon kerja samanya. Sekian dari saya, terima kasih."
Senyum Rakael makin melebar saat melihat muka sengsara gadis itu. Sepertinya bukan sekali atau dua kali Rakael melihat gadis itu melanggar peraturan baik cara berpakaiannya, atribut tak lengkap yang dipakainya, membolos atau bahkan kehadirannya yang telat karena ternyata jika di pikir-pikir, mereka sering tak sengaja berpapasan di saat-saat tertentu.
Rakael baru menyadari, gadis itu sering lolos dari hukuman.
Dan Rakael pastikan di masa jabatannya, tikus nakal tak akan ia biarkan bebas begitu saja.
Tbc
Rakael Putra Geevari
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.