3. Perjodohan?

0 1 0
                                    

Angin di sore hari sangatlah sejuk, sekarang kedua sahabat yang berbeda gender itu sedang memakan es krim di pantai. Tadi saat pulang sekolah Navilla langsung mengajak Adit ke pantai.

"Makannya pelan-pelan" ucap Adit yang melihat Navilla memakan es krim.

"Hehehe es krimnya enak banget dit" Adit mengacak-acak rambut Navilla dengan gemas.

"Yaaa... es krimnya Navilla habis" rengek navilla kepada Adit.

"Ini punya gue aja" Ucap Adit sembari memberikan es krimnya kepada Navilla.

"Beneran?" teriak Navilla yang diangguki Adit.

"Sayang Adit banyak-banyak"Navilla memuluk Adit dengan senyum diwajahnya.

"Gue juga sayang sama lo...."

"Sebagai sahabat" lanjutnya,sehingga senyuman yang berada di wajah Navilla hilang.

Drrt drrt

Navilla melepaskan pelukannya dan mengambil ponsel di dalam saku seragamnya.

"Assalamualaikum bunda?"

"Waalaikumsalam kamu dimana kok jam segini belum pulang?"

"Navilla lagi sama Adit bun"

"Kamu pulang ya, ada yang ingin ayah bicarakan sama kamu"

Navilla mengernyit bingung "Iya bun Navilla pulang"

"Iya hati-hati dijalan"

Tutt tutt

"Kenapa?" tanya Adit.

"Bunda suruh pulang" jawab Navilla.

"Ya udah ayok kita pulang"

🌼

"Assalamualaikum semuanya" teriak Navilla yang memasuki rumahnya.

"Waalaikumsalam, jangan teriak-teriak vill"jawab sang bunda.

"Hehehe mana ayah?katanya bunda ayah mau ngomong sama Navilla"

"Ada di ruang kerja, mendingan kamu mandi dulu abis itu baru turun keruang kelurga" suruh bunda.

"Baik bunda"

🌼

"Kenapa semuanya lihat Navilla kayak gitu" ucap navilla. Sekarang Navilla dan kelurganya sedang berkumpul di ruang keluarga

"Navilla sekarang umur berapa?"tanya Indra kepada anaknya.

"Ayah nggak inget sama umur anaknya sendiri?" yang ditanya malah nanya balik.

"Tinggal jawab apa susahnya sih" sahut Faro.

"iihhh apaansih orang navilla nggak ngomong sama kakak" ucap Navilla dengan sinis.

"Umur Navilla sekarang udah 18,sebentar lagi juga lulus"

"Iya yah Navilla tau, langsung to the point aja"

"Ayah mau jodohin kamu"

"Hah? Ayah nggak sayang lagi sama Navilla sampe dijodohin segala" Ucap Navilla yang kaget dengan perkataan ayahnya.

"Bukan gitu sayang, ayah cuman mau yang terbaik untuk kamu" Indra mengusap kepala Navilla.

"Ayah juga sudah janji sama sahabat ayah, untuk menjodohkan kalian berdua".

"Tapi yah kenapa nggak kak faro aja yang di jodohin" Navilla berusaha untuk menolak.

"Kan anak sahabat ayah cowok, masa mau dijodohin sama kak faro" Indra terkekeh di akhir kalimatnya.

"Mau ya... sayang, bunda yakin dia bisa jadi imam yang terbaik untuk kamu" Ririn mencoba membujuk anaknya.

"Tapi...." Navilla menghela napas, "Iya Navilla mau" sembari menganggukan kepala.

"Makasih sayang" Indra memeluk anak bungsunya.

"Besok malam keluarganya akan ke sini"

🌼
.
.
.
Jangan lupa follow akun
Ig : wp_naneunnacha

19/03/2023

Be With YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang