Ch. 5

103 5 4
                                        

#flashback

#flashback

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

yejisu

.

"Lia bisakah kau bantu aku?" Yeji memanggil Lia yang terlihat sedang menggantung sebingkai foto mereka berdua didinding ruang yang akan dijadikan ruang tamu oleh mereka berdua.

"Yaak kenapa kau membawanya?" Lia berlari menghampiri Yeji. Mengambil alih koper besar berisi baju yang tanpa sepengetahuan Lia telah Yeji ambil dari dalam mobil mereka yang terparkir dibasement.

"Hey biarkan aku membantu, aku bosan hanya duduk sepanjang hari..." protes Yeji, tak suka ketika Lia tak memperbolehkan dirinya ikut menyusun diapartemen baru mereka.

"Aku bukannya tidak mengijinkanmu membantu, hanya saja kau belum boleh banyak bergerak oleh dokter...bagaimana jika kakimu tak juga membaik?" Lia meletakan koper ditangannya disamping dinding. Memarahi Yeji yang tak mau mendengarkannya. Ini sudah kali ke- 3 Yeji mengambil barang berat tanpa sepengetahuan Lia dan Lia sangat kesal.

"Tapi aku bosan, lagi pula aku baik-baik saja. Kau lihat aku sudah bisa menggerakan kakiku sekarang..." Yeji menunjukan kakinya yang ia ayunkan kedepan dan kebelakang agar Lia bisa melihat jika dia sudah baik-baik saja. namun Lia tidak mau mendengar perkataan Yeji karena ia tau kaki Yeji masih terlihat bengkak dijemarinya yang artinya kaki Yeji masih dalam proses penyembuhan.

"Jangan membohongiku..." Lia melipat kedua tangannya didepan dada. Memperhatikan Yeji, memberikan tatapan menyeramkan pada Yeji yang susah sekali dinasehati.

"Oke oke, Baiklah aku akan duduk dan tidak akan melakukan apapun.." Yeji mengangkat kedua tangan. Tak bisa melawan ketika Lia sudah menunjukkan tatapan itu dan memilih berdamai dengan cara kembali kesofa tempatnya biasa duduk untuk melihat kesibukan Lia mengemas isi rumah tanpa lagi berusaha melakukan hal apapun.

"Anak pintar..." wajah menyeramkan Lia kembali sumringah. Mengusap kepala Yeji sekilaa kemudian kembali kedalam aktivitasnya menyusun.

"Kau sudah mengundang teman-temanmu datang?" Tanya Lia disela kesibukannya.

"Aku sudah menelepon mereka satu persatu, mungkin esok malam mereka baru akan datang..." jawab Yeji sembari memperhatikan Lia yang sedang mengeluarkan buku-buku kesukaannya kemudian menyusun buku-buku itu kedalam rak satu persatu.

"Yaak kenapa kau tidak mengundang mereka ketika semua barang sudah rapi?" Lia mendelik. Menolehkan wajahnya kearah Yeji, sangat terkejut mendengar jawaban Yeji yang mengatakan akan membawa teman-temannya datang kemari disaat apartemen mereka masih sangat berantakan.

"Mereka bilang mereka akan membantu, lagi pula sebentar lagi akan ada turnamen susulan karena itu mereka ingin datang lebih awal..." jawab Yeji sedikit bergidik melihat reaksi Lia yang seperti itu.

"Aish rupanya rencanaku menyusun sendiri barang-barang ini salah, seharusnya aku menyuruh profesional dan bukan melakukan ini semua.." Lia duduk disamping Yeji. memecit ujung dahinya, merasa pusing memikirkan pekerjaan rumahnya yang belum juga selesai. Ditambah teman-teman Yeji yang akan datang berkunjung besok untuk melihat apartemen baru mereka.

TOXIC - YEJISU X RYUJIN [COMPLETE]Where stories live. Discover now