Ryujin melepaskan belt yang mengikat kedua tangan Lia dibelakang. Menyeka peluh yang hampir membasahi seluruh tubuhnya sembari mengatur nafasnya yang naik turun. Ryujin mengarahkan pandangannya pada Lia yang sudah tak lagi berbusana, mengamati luka kebiruan yang kini menghiasi tubuh Lia karena ulahnya tadi. Entah berapa lama ia pempermainkan tubuh itu. Tapi terik matahari sudah mulai menyusup dari celah tirai kamarnya.
Ryujin memundurkan rambutnya yang sedikit basah oleh keringat dengan telapak tangan kemudian bangkit. mendekati meja kecil disisi ranjang dengan kedua mata masih memperhatikan Lia yang kini terlihat menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sendiri. Air mata Lia terlihat mengalir deras. Terisak ketika harga dirinya harus kembali diinjak-injak oleh Ryujin. Seharusnya dia bisa melawan dan Lia sudah melawan dengan sekuat tenaga yang ia punya namun Ryujin bukan wanita yang lemah. Ditambah Ryujin yang memiliki tubuh lebih besar darinya. Sekuat apapun Lia menolak, Ryujin tak mau mengalah dan bahkan semakin kasar menyiksanya.
"Kenapa kau selalu menangis jika bersamaku?" Ryujin meraih kotak rokok diatas meja. Mengambil rokok itu sebatang kemudian menyalakan api. menghisap ujung rokoknya hingga mengeluarkan asap tebal dari dalam mulutnya. "Aku sudah memperingatkanmu kan dan kau tak juga mau mendengar...." ucapnya tanpa bersalah. menyalahkan Lia yang hanya ingin mempertahankan diri.
"Lain kali kau hanya harus menutup mata, menikmati apa yang akan kuberikan padamu dan tidak terus memberontak seperti tadi hingga aku harus habis kesabaran.." Ryujin menghisap rokoknya lagi yang ia tempatkan diantara bibirnya sembari mengikat rambutnya dengan tie hitam yang ia letakan dipergelangan tangan. "Hari ini cukup sampai disini, aku harus bekerja. Aku sudah menyiapkan beberapa baju didalam cabinet yang bisa kau pakai. Jangan coba untuk lari karena kau hanya akan membuang waktumu....." Ryujin meletakan puntung rokok yang ia hisap diatas meja. kembali menaiki tubuh Lia dengan lutut yang menyangga tubuhnya. Mengecup bahu Lia sekilas kemudian Menarik tangan Lia keatas hingga tubuh Lia ikut terangkat dibuatnya.
"Hey berhentilah menangis.." ucap Ryujin melihat wajah menyedihkan Lia.
"....l-lepaskan aku" suara Lia terdengar parau. Menatap Ryujin dengan linangan air mata yang tak juga kering dari matanya.
"Aku akan pergi bekerja apakah kau tidak akan memberikan ciuman selamat jalan?" Ryujin menunjukkan senyumnya.
".....Ryujin....sakit..." Lia memegangi tangannya yang membiru. Merasa kesakitan karena Ryujin memegang tangannya kuat.
"Kalau begitu cium aku. Supaya aku bisa secepatnya melepaskan tanganmu" perintah Ryujin. Namun Lia tak juga mau menurut dan terus mencoba melepaskan pegangan Ryujin pada pergelangan tangannya.
"Aku bilang cium aku !" Kali ini Ryujin berteriak. Menarik wajah Lia kearah wajahnya, memaksa bibir Lia menempel pada bibirnya. Tak mencoba mengerti perasaan Lia dan hanya menuruti egonya.
Lia memukul-mukul bahu Ryujin ketika Ryujin menekan bibirnya terlalu kuat dan membuatnya tak dapat bernafas. Mendorong tubuh Ryujin dengan sisa tenaga yang ia miliki namun Ryujin seperti tak peduli dan justru semakin mendorong kepala Lia mendekat kepadanya. Lalu disaat Lia sudah benar-benar kehabisan nafas, Ryujin baru menjauhkan wajahnya. melepaskan tangan Lia hingga tubuhnya kembali ambruk keatas ranjang dibawahnya. Lia berbatuk-batuk ketika nafasnya terasa kosong karena bibir Ryujin menghalangi oksigen masuk kedalam paru-parunya.
"Kau benar-benar membuatku kecewa Lia.." Ryujin mendengus. Mengambil rokoknya, mengambil kemeja yang tadi ia campakkan diatas ranjang hingga kini hanya menyisakan kain bebat yang melingkar didadanya. Menampakan beberapa tato yang ternyata cukup banyak terdapat dibeberapa sisi tubuh Ryujim.
"...... tentang perusahaan ayahmu, aku jamin tidak akan terjadi sesuatu masalah.... aku akan mengurusnya jadi kau bisa tenang disini tanpa memikirkannya lagi" ucap Ryujin sembari menatap baju kemejanya yang sedikit sobek karena Lia tarik saat Ryujin mencoba melepas paksa baju yang Lia gunakan. Memakai lagi kemeja itu tanpa mengancing kancingnya kemudian berjalan menuju pintu keluar. Hendak pergi dari kamar itu untuk melanjutkan aktifitasnya.
YOU ARE READING
TOXIC - YEJISU X RYUJIN [COMPLETE]
FanfictionYeji, Lia dan seseorang dari masa lalu lia bernama Ryujin
![TOXIC - YEJISU X RYUJIN [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/310227457-64-k168482.jpg)