"Lepasin Zerrin!" teriak Axel saat melihat Zerrin tak nyaman lengannya ditarik oleh seniornya,"Eh? buruan lepasin, ada calon pacar gue." kata Arabella, sangat percaya diri sekali bukan?
Muak. itu yang ada dipikiran Zerrin sekarang,
Zerrin segera pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun ke Axel yang telah membantunya,
Begitu juga dengan Axel, ia segera meninggalkan tempat itu setelah melihat Zerrin pergi.
"Eh sayang Axel mau kemana??" ucap Arabella, ia mengejar Axel dan melendoti lengan Axel yang hendak pergi.
"Minggir lo." Axel merasa risih di dekati oleh seniornya, apalagi lengannya ditempelkan tepat di bagian dada seniornya itu.
"Kenapa sayang?"
Axel yang mendengar itu pun langsung mendorong Arabella hingga terjatuh,
Ia menepuk-nepuk lengannya yang tadi ditempeli oleh seniornya,
"Menjijikkan." ucapnya, lalu pergi.
***
"Gue tau lo sedih, tapi lo harus tetep makan juga bro." ucap Reyen menasehati Axel yang tak mau makan sedari tadi,
"Buat lo aja, gue mau cari angin." jawabnya lalu pergi meninggalkan Reyen seorang diri di kantin,
Di atap.
Terlihat Zerrin sedang menikmati angin yang berhembus kencang hingga membuat ia berharap,
"Angin, bisa nggak si lo kerumah gue aja kalo malem? bokap nyokap gue susah tidur karena rumah gue panas banget kek sauna."
"Aslinya mau beli kipas angin yang gede, tapi duitnya baru kekumpul 25rebu. ada nggak ya kipas 25rebu?" sambungnya,
Tanpa sadar ada seseorang yang tertawa karena ucapannya. ia baru saja sampai di atap, dan tak sengaja mendengar suara Zerrin.
Setelah lama berfikir, Axel membulatkan tekadnya untuk menyerahkan kembali bunga mewahnya yang tadi ditolak oleh Zerrin.
Ia segera berjalan menghampiri Zerrin yang masih menikmati hembusan angin kencang,
"Ekhem." dehem Axel agar Zerrin berbalik ke arahnya.
Jantungnya berdegup sangat kencang sekarang,
"Lo? ngapain disini?" tanya Zerrin penasaran, karena Axel menghampirinya tiba-tiba.
"Gue cuma mau kasih ini." Axel mengambil tangan Zerrin dan meletakkan bunga mewahnya disana.
"Tolong terima." lanjutnya, baru pertama kalinya ia memohon hanya agar seseorang menerima satu tangkai bunganya.
Sedangkan Zerrin sangat terkejut Axel meraih tangannya dan memberikan bunga yang tadi ditolaknya.
"Lo nggak--"
"Cuma bunganya, bukan orangnya." potong Axel, berharap Zerrin menerima dan menjualnya agar bisa membeli semua kebutuhannya.
"Oh? bukan orangnya kan? oke gue terima." jawab Zerrin dan menunjukan senyum lebarnya, sebegitu tidak maukah ia untuk menerima Axel?

KAMU SEDANG MEMBACA
SHASHI
Action[ON GOING] Axel Martin. Ia terkenal karena wajah tampannya yang selalu datar. Tak hanya itu, ia membuat sebuah komplotan khusus untuk memberantas seluruh geng jahat lain yang mengganggu lingkungannya. Namun secara tiba-tiba, ia menyukai Zerrin Dean...