CHAPTER 4 - Weird Girl

4 2 0
                                        

Setelah berjalan menyusuri jalan menuju kastil bersama Kana, kami akhirnya sampai didekat gerbang pintu kastil yang sangat besar.

Selama perjalanan aku membicarakan banyak hal dengan Kana. Didunia yang asing ini dimana aku tidak mengenal siapapun bahkan tidak mengenal jelas diriku sendiri, meskipun kami baru bertemu namun sosok Kana sudah seperti adik kecil yang manis bagiku. 

Ada satu hal lagi yang kusadari setelah berbicara banyak dengan Kana, bahwa kami berdua bahkan tidak berbicara dengan bahasa yang sama, namun entah bagaimana kami dapat saling mengerti satu sama lain.

Kurasa dunia ini diciptakan agar semua jiwa manusia yang berasal dari berbagai wilayah yang berbeda dapat saling berkomunikasi tanpa masalah.

Sebelumnya kami berdua sempat menunggu selama beberapa waktu untuk memastikan jika ada peserta lain sepertiku yang baru datang untuk memperingatkannya tentang bunga misterius itu.

Tidak tahu secara pasti berapa lama waktu telah berlalu, yang jelas meskipun langit yang bagaikan kanvas raksasa berwarna biru itu sudah mulai berganti warna menjadi jingga namun tidak kunjung ada yang datang, karenanya kami memutuskan untuk berhenti menunggu dan melanjutkan perjalanan sebelum gelap.

Kana juga berkata bahwa dia menunggu cukup lama saat kedatanganku dan heran bahwa hanya ada aku yang datang, karena menurutnya saat ia pertama kali mendarat di tempat asing ini orang-orang tiba secara bersamaan dengan gagak hitam raksasa sama halnya sepertiku.

Sepertinya aku memang orang terakhir yang masuk ke dunia ini.
Kami berdua akhirnya mendekati gerbang kastil yang terbuka dengan sendirinya, lalu kami mulai berjalan menuju pintu masuk utama kastil.

“Kriekkk” suara pintu yang terbuka dengan dorongan tanganku yang mana tanganku yang lain mengenggam pergelangan tangan Kana yang mengikutiku dari belakang.

Ketika pintu terbuka kastil megah bernuansa oriental itu sudah dipenuhi dengan ratusan orang. Namun hal pertama yang menarik perhatianku bukanlah tatapan orang-orang kepada kami melainkan adalah altar berbentuk lingkaran besar yang dihiasi oleh tulisan, simbol kuno rumit apapun itu yang berada ditengah aula kastil tersebut.

Pada dinding belakang altar terdapat banyak lukisan potret sosok-sosok yang terlihat sangat agung dan majestik.

Dinding lainnya dan lantai dalam kastil seperti terbuat dari batu alam yang indah dan bersinar. Namun selain itu, tidak terdapat apapun lagi, hanya ada ratusan mungkin bahkan ribuan orang-orang yang memenuhi kastil yang mana mereka seperti sedang menunggu sesuatu.

Namun ditengah lautan manusia yang kebanyakan dari mereka acuh tak acuh dan sibuk akan urusannya sendiri, aku dapat merasakan tatapan dingin yang membuatku merinding datang entah dari mana sedang mengawasiku dan Kana.

“Kak- kak Rai…” panggil Kana sembari menarik lengan bajuku. Sepertinya dia juga merasakannya.

“Aku tahu Kana, bersikaplah biasa.” Jawabku. Setelah melihat Kana mengangguk kecil, mataku sibuk mencari orang yang mengawasi kami dari lautan manusia di aula ini.

Aku terus berjalan menyusuri aula sambil mengandeng tangan Kana agar tidak hilang dari pandanganku ditengah keramaian ini. Sebenarnya siapa yang mengawasiku dan Kana? Dan sejak kapan? Apa sejak awal kedatangan kami?

Aku terus memikirkan siapa dan dimana keberadaan orang itu sampai tiba-tiba terdengar suara seseorang yang langsung membuyarkan pikiranku.

“Hei, kalian yang disitu!”

“Hei, kau yang sedang bersama Kana!” Teriak seseorang dari belakang kami.

Aku pun berhenti dan sebelum aku berbalik untuk dapat bertanya apa Kana mengenalnya, tiba-tiba saja aku melihat…

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 25, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AFTERLIFE: The Beginning After The EndTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang