Part 3

1 0 0
                                        

Happy Reading

Tanpa terasa akhirnya kami semua memasuki hari terakhir ospek, sedangkan besok adalah untuk acara penyambutan murid baru.

Gue sendiri belum tau acaranya akan gimana, tapi yang jelas sudah pasti semua ekskul akan menunjukkan eksistensi dan juga kegiatan mereka apa saja dengan penyajian yang menarik agar para murid baru tertarik untuk join.

Bel istirahat berbunyi langsung saja kami semua keluar untuk ke kantin, sama halnya dengan gue dan Owen, karena Aqila sudah bersama Kirana jadi gue dan Owen menuju kantin duluan.

Gue sama Owen membuat perjanjian yang isinya adalah kita berdua akan jagain Aqila selamanya, siapapun yang berani bikin Aqila nangis akan kita hajar, termasuk salah satu diantara kita, kalau kita ada bikin dia nangis salah satu diantara kita juga yang akan memberi pelajaran yang bikin kapok.

Sesampainya di kantin gue langsung menuju meja nya Rion dan Jerry. Owen pamit ingin ke toilet sedangkan Jerry sama gue memesan makanan dan minuman, dan Rion nungguin di meja kami.

Gue langsung ke meja sambil membawa makanan kita berempat, tak lama Jerry pun datang membawa minuman kami berempat. Karena Owen belum datang juga akhirnya gue celingukan mencari dia.

Saat gue sedang mencari keberadaan Owen, tiba-tiba si Owen hadir di meja sebelah alias meja nya teman-teman nya Aqila. Gue liat si Owen datang bersama Aqila yang kondisi pipi nya merah seperti bekas di tampar.

"Nih temen lo abis di gencet sama senior di depan toilet...." ujar Owen yang gue denger.

"Sstt udah ah gak usah dibahas...." ujar Aqila.

"Seriusan? Anjir ngapain sih tuh senior pasti iri dah sama our queen...." ujar Karissa.

"Thanks ya Wen.. Untung ada lu...." ujar Kirana.

Kemudian setelah itu Owen langsung duduk di samping gue. Gue lihat si Aqila menatap gue intens, tapi karena gue merasa malu gak bisa jagain Aqila akhirnya gue buang muka dan ntah kenapa gue jadi kesel sendiri.

"Thanks Wen...." ujar gue pelan.

"Santai aja.. Udah jadi perjanjian kita kan...." ujar Owen.

Lalu kami pun mulai makan bersama, sambil berbincang-bincang membahas apapun. Gue lihat para cewek-cewek sudah selesai makan lalu mereka pada meninggalkan kantin ntah mau kemana.

"Gilak ya gimana mereka gak jadi sasaran empuk para senior coba, pada cantik-cantik gitu...." ujar Rion.

"Gue heran kenapa para cewek tuh gak bisa nerima keadaan dan bersaing secara baik-baik aja ya? Kayak kita para cowok, kalo kita liat ada yang lebih ganteng dari kita ya kita biasa aja ya gak sih.. Buat apa coba kayak gitu...." ujar gue.

"Iya yak bener banget.. Kenapa juga harus kayak gitu...." ujar Jerry.

"Maklum lah namanya juga cewek...." ujar Owen.

Setelah kami selesai makan kami semua langsung ke kantin pojok untuk ngerokok sambil ngopi. Kita baru kembali ke kelas saat bel masuk kelas berbunyi.

Sesampainya di kelas gue liat Aqila masih duduk di bangku gue karena bangku dia masih ada temennya Jasmin sedang makan makanan yang dia bawa.

"Bentar ya Tar, numpang duduk...." ujar Aqila sambil senyum.

Kemudian aku hanya mengangguk saja.  Tak lama kemudian mereka selesai juga dan langsung membersihkan bekas nya. Lalu Aqila langsung duduk di bangkunya kembali.

Tak lama kemudian wali kelas kami masuk ke dalam kelas. Lalu beliau memberitahu acara untuk penyambutan murid besok. Setelah itu gue dan Aqila ditunjuk untuk menyanyi mewakilkan kelas kami.

Double A : Akhtar & Aqila Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang