Bersetubuh Dengan Asisten (Part2)

8.5K 16 0
                                        

Jam menunjukkan pukul 11.00 siang, itu berarti jam makan siang di perusahaan Bryan akan segera dilaksanakan atau jam istirahat sudah tiba, melihat jam masih menunjukkan pukul 11.00 siang, Bryan pun telah selesai menyelesaikan tugas-tugas dari kantor untuk tendernya yang baru. Namun jam istirahat akan dilaksanakan pada pukul 11.30, menunggu kekosongan Bryan selama 30 menit, Bryan pun bingung harus melakukan hal apa, karena Bryan canggung terhadap Viola setelah apa yang mereka lakukan tadi.

Ternyata Viola juga sudah menyelesaikan tugas-tugas yang Bryan berikan dan mereka berdua pun hanya terdiam, namun tiba-tiba Viola berdiri dan menghampiri Bryan lalu berkata dengan nada yang menggoda.

"Gua tahu lu lagi nafsu, mumpung masih ada waktu 30 menit, ayo puasin dulu nafsu lu" Ucap Viola.

Viola pun menarik dasi Bryan dan mulai melepaskan dasi yang Brian kenakan, dilanjut Viola melepaskan kancing-kancing baju milik Bryan, berikutnya Viola mulai melepaskan celana yang Bryan kenakan, sesudah melepaskan seluruh pakaian Bryan, Viola pun melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan, sekarang mereka berdua telanjang bulat. Viola pun menaiki Bryan yang sedang duduk dan mulai memasukkan kelamin Bryan ke dalam kelamin Viola.

Sesudah memasukkan rudal milik Bryan yang sangat gagah dan perkasa, Viola pun menggerakkan dan menggoyangkan, goyangannya dengan cepat, karena nafsu yang masih ada di dalam tubuh Bryan, Bryan pun mulai menghisap payudara Viola, Viola pun menjerit keenakan karena goyangannya yang membuat dirinya merasa keenakan.

"Ah"

"Ah"

"Ah, enak juga ya barang lu"

Begitulah suara desahan Viola, suara tersebut sangatlah merdu terdengar di kuping Bryan, Bryan pun mengganti posisi nya dengan menaruh seluruh badan Viola ke meja dan Bryan mulai menusuk Viola dari belakang, mereka bergaya doggy style, Viola terus-terusan merintih.

Bryan terus saja menggenjot Viola, genjotannya yang semakin kuat dan semakin kencang membuat Viola harus teriak kesakitan, Viola tidak menyangka bahwa rudal milik Bryan sangatlah besar.

"Ah....... Ah....... Pelan-pelan, punya lu gede banget jangan keceng-kenceng" Suara yang terlontar dari mulut Viola.

Bryan pun mulai memelankan goyangannya, karena takut suara Viola terdengar dari luar ruangan Bryan hingga menimbulkan kecurigaan terhadap semua karyawan Bryan.

Mereka melakukannya kurang lebih 35 menit, seluruh badan Viola maupun Brian berkeringat bercucuran dan rambut Viola sangatlah berantakan karena Bryan bermain dengan menarik-narik rambut Viola, Bryan pun mencapai puncak klimaks dan mengeluarkan cairannya di tubuh Viola.

"Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh, keluar nih gua" Ucap Bryan.

Bryan pun mengeluarkan cairannya di badan Viola dan seluruh badan Bryan terasa lemas, begitu pun dengan Viola yang merasa kenikmatannya sudah terselesaikan.

Sesudah melakukan perbuatan bejat Bryan terhadap Viola, mereka berdua pun terdiam sejenak dan Bryan berkata dengan sangat, sangat menyesal atas perbuatan yang Bryan lakukan terhadap Viola.

"Maaf ya Viola, gua kebawa nafsu jadi gua gak bisa ngendaliin diri gua, gua nggak tahu harus gimana selain memuaskan nafsu gua ke lu" Ucap Bryan.

"Terus mau gimana lagi? Namanya juga udah kejadian, ya udah sekarang kita pakai baju kita terus kita keluar makan, anggap aja hal yang kita lakukan barusan hanyalah angin yang berlalu" Jawab Viola.

"Bukan maksud ngelupain hal yang baru aja kita lakuin, tapi gua kayak merasa bersalah aja, gua nggak tahu kenapa tiba-tiba gua jadi senafsu ini dan gue bingung harus ngelampiasin ke mana. Gua udah nggak kuat makannya gua ng*we sama lu" Ucap Bryan.

"Ya udah mau gimana lagi, lagi pula kita juga udah ngelakuin sama-sama kok, dan gue juga nerima, anggap aja kita nggak terjadi apa-apa ya. Gua takutnya nanti setelah lu ngelakuin ini ke gua, gua kayak dimusuhin sama lu" Jawab Viola.

"Maksudnya? Di musuhin gimana?" Tanya Bryan.

"Ya engga di musuhin gitu, maksudnya tuh nanti ke depannya kita kayak canggung aja gitu, karena udah ngelakuin hal yang tidak senonoh ini" Jawab Viola.

"Tenang aja gua nggak bakal ngelupain hal ini kok, tapi gue minta maaf banget nih ya sama lu. Karena udah terlanjur ngebuat ini" Ucap Bryan.

"Iya enggak apa-apa kok, ya udah kita pakai baju kita ya, terus kita rapi-rapi habis itu keluar baru makan" Jawab Viola.

Mereka berdua pun kembali mengenakan pakaian yang mereka lepas, kemudian Viola merapikan seluruh badannya hingga rapi karena terlihat dari wajah serta pakaian Viola sangatlah berantakan.

Setelah rapi dan siap untuk keluar melaksanakan makan siang. Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu ruangan Bryan dan Viola, Viola pun membukakan pintu tersebut yang sudah dikunci oleh Viola sendiri, ternyata yang mengetuk pintu tersebut ialah Amalia dan Zein.

"Eh Amalia, Pak Zein mau nyari Pak Bryan ya?" Tanya Viola.

"Iya saya mau nyari Pak Bryan, kita bareng-bareng aja ya makan siangnya" Jawab Zein.

"Oh iya pak dengan senang hati, kebetulan Pak Brayan lagi duduk di meja, silakan masuk Pak Zein, Amalia" Ucap Viola mempersilakan masuk mereka berdua.

Zein dan Amalia pun masuk ke dalam ruangan Bryan dan Viola, namun terlihat ruangan tersebut sangatlah berantakan, entah apa yang barusan mereka lakukan namun Zein hanya membiarkan dan menghiraukan saja, karena mungkin pekerjaan Bryan sangatlah banyak hingga membuat Bryan depresi.

"Yan, buset dah malah bengong, ayo makan siang yuk, kelihatannya ruangan lu berantakan banget emang lagi banyak banget pekerjaan ya sampai buat lu depresi gini?" Tanya Zein.

"Ya gitulah Zein banyak banget nih kerjaan gua sampai puyeng kepala gua, ya udah mau makan di mana nih?" Balas Bryan.

"Nggak tahu sih bingung gua, apa gua pesan makanan aja ya lewat online, terus kita makan bareng-bareng dah di sini, kelihatannya ruangan lu enak banget nih kayak rumah" Ucap Zein.

"Ya udah lu pesan aja sana, nanti kita makan di sini biar gue panggil wanita yang bercadar itu loh, biar nyiapin piring sama gelas" Jawab Bryan.

"Nggak usah Pak, biar saya aja sama Amalia yang nyiapin semuanya, Pak Zain sama Pak Bryan duduk di sini aja" Ucap Viola.

"Ya udah kalau gitu Viola. Makasih ya" Jawab Zein.

Viola dan Amalia pun keluar dari ruangan tersebut dan mengambil beberapa piring serta gelas untuk mereka makan siang bersama-sama di ruangan Bryan, namun berbeda dengan Bryan, Bryan hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Zein, melihat Bryan yang bersikap aneh Zein pun membuka pembicaraan kepada Bryan.

"Yan kan kita besok mau pergi tuh ke Turki sama anak-anak, gue juga udah nyelesain tugas-tugas gua kok tenang aja, paling sisanya gua nyuruh Amalia buat nyelesain tugas-tugasnya, gimana kalau lu? Apa tugas-tugas lu udah selesai?" Tanya Zein.

"Kalau gue sih santai, palingan gue nyuruh Viola buat ngerjain tugas-tugas itu" Jawab Bryan.

"Ya udah kalau gitu, berarti kita bisa liburan dengan tenang tanpa memikirkan kerjaan kan" Ucap Zein.

"Iya bener" Jawab Bryan.

Tak lama kemudian datanglah pesanan yang di pesan oleh Zein, makanan tersebut di antar oleh resepsionis yang berada di lobby, lalu Viola dan Amalia menyusul masuk ke dalam ruangan tersebut membawa piring dan gelas.

LIAR (21+) {Completed}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang