Setelah mengantar Novi ke tempat kerjanya, Bryan pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke kantornya, karena jam sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi, di perjalanan menuju kantor terlihat jalanan cukup macet, namun Bryan masih bersantai. Karena dia sudah meminta izin terlebih dahulu kepada asistennya yaitu Viola untuk mengerjakan tugas-tugas Bryan terlebih dahulu, Bryan tidak terlalu emosi menghadapi jalanan yang begitu macet, dia seperti bernyanyi riang di dalam mobilnya.
Waktu pun terus berjalan, detik pun terus melaju seperti tiada jeda untuk waktu yang terus berjalan, akhirnya Bryan pun sampai di kantornya tepat pukul 09:30, Bryan sudah memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan, dia pun masuk ke dalam ruangannya, tak lupa juga seluruh karyawan dari pintu masuk sampai ke kantornya semua menyapa Bryan.
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan dan cukup membuat emosi karena keterlambatan, Bryan pun tiba tepat di depan ruangan tempat kerjanya, Bryan pun membuka pintu lalu melihat Viola yang sedang mengerjakan tugas-tugas yang telah Bryan berikan, sebelum Bryan meminta izin telat kepada Viola. Melihat Bryan yang masuk ke dalam ruangan tersebut, Viola pun menyapa Bryan.
"Selamat pagi Pak Bryan" Ucap Viola.
"Pagi, gimana lu udah ngerjain tugas-tugas yang gua kasih tadi pagi ya" Jawab Bryan.
"Iya pak, ini lagi saya kerjain tugas-tugas yang bapak perintahkan kepada saya. Oh iya bapak haus nggak? Biar saya ambilkan minum" Ucap Viola.
"Udah nggak usah repot-repot, nanti juga cleaning service yang nganterin minum ke ruangan ini, kaya biasanya" Jawab Bryan.
"Kalau nunggu cleaning service mah lama Pak, mendingan saya ambilin ya? Bapak tunggu di sini sebentar, saya ga merasa terbebani kok santai aja" Ucap Viola.
"Ya udah, kalo emang lu maksa apa boleh buat, bolehlah lu ambilin minum, tapi jus jeruk ya" Jawab Bryan.
"Baik pak" Ucap Viola.
Viola pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke ruangan yang menyediakan segala minuman dan cemilan untuk kantor, Bryan pun menunggu Viola di tempat meja Bryan berkerja.
Tak Butuh waktu lama Viola pun kembali dengan membawa segelas minuman berupa jus jeruk, ia pun memberikan minuman tersebut kepada Bryan dan Bryan menerimanya.
"Nih pak diminum ya sampai habis, nanti kalau misalkan kurang biar saya ambilkan lagi" Ucap Viola.
"Ya udah makasih ya" Jawab Bryan.
Kebetulan tenggorokan Bryan cukup kering, Bryan pun meminum jus tersebut hingga habis tak tersisa, akhirnya kekeringan atau dahaga Bryan terbayarkan dengan segelas jus jeruk, Bryan pun melanjutkan pekerjaannya begitupun dengan Viola yang melanjutkan pekerjaan yang tadi telah dikerjakan.
Pada saat sedang fokus mengetik, Bryan merasa dirinya seperti terombang-ambing, seluruh badannya bergetar, Bryan merasa bahwa dirinya dikendalikan oleh nafsu, seketika nafsu Bryan naik dan Bryan mulai menggaruk-garuk kelaminnya untuk memuaskan hasrat sesaat, namun seluruh badan Bryan begitu gatal dan seluruh bulunya berdiri, melihat kejadian aneh yang dilakukan oleh Bryan, Viola pun menghampiri Bryan dan bertanya kepada Bryan, mengapa ia sibuk sendiri dengan menggaruk-garuk seluruh badannya.
"Kenapa Pak? kayaknya garuk-garuk mulu, apa ada yang gatel?" Tanya Viola.
"Nggak tahu nih tiba-tiba semuanya gatal" Jawab Bryan.
Pada saat Viola ingin mendekati Bryan ke tempat duduk Bryan, tiba-tiba Viola terpeleset dan terjatuh tepat dihadapan Bryan, mulut Viola berdekatan dengan mulut Bryan, karena nafsu Bryan yang sudah memuncak, Bryan pun melumut bibir Viola, Viola pun membalas gerakan lidah yang digerakkan oleh Bryan di dalam mulut Viola, mereka berdua saling bertukar ludah.
Pada saat kejadian itu sedang berlangsung, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu Bryan dan Bryan pun menyudahi cumbuan tersebut, mendengar ketukan dari arah pintu, Bryan pun menyuruh seseorang yang mengetuk pintu ruangan Bryan untuk masuk, karena ruangan tersebut tidak di kunci.
"Masuk aja, engga di kunci" Teriak Bryan.
Ternyata yang mengetuk pintu ruangan Bryan ialah Arini si cleaning service yang Bryan benci, Arini pun masuk ke dalam ruangan Bryan dengan membawa dua cangkir kopi untuk Bryan dan Viola.
"Selamat pagi Pak Bryan, Ibu Viola. Mohon maaf Bapak dan Ibu, saya hanya mengantarkan pesanan yang sudah saya lakukan setiap hari yaitu mengantarkan kopi ke ruangan bapak dan ibu" Ucap Arini.
"Ya udah taruh di meja aja" Jawab Viola.
Arini membawa dua cangkir minuman tersebut dan masing-masing di taruh di meja Bryan dan Viola.
Jadi untuk prosedur pekerjaan Arini ialah mengantarkan kopi di pagi hari ke ruangan Bryan dan setelah makan siang Arini masuk kembali ke ruangan Bryan untuk membersihkan debu-debu yang menempel di meja maupun di kaca ruangan tersebut, namun baru kali ini semenjak Bryan dan Viola bergabung di perusahaan tersebut membuat Arini harus menyiapkan kopi kepada mereka, karena sebelum Direktur Utama di kendalikan oleh Bryan, ruangan yang Bryan gunakan saat ini, tidak ada orang sama sekali.
Sesudah menaruh kopi di masing-masing meja kerja Bryan dan Viola, Arini pun meminta izin kepada Bryan dan Viola untuk keluar dari ruangan tersebut, setelah Arini keluar dari ruangan tersebut, Viola pun mengunci ruangan tersebut lalu Viola kembali mendekati Bryan, karena nafsu Bryan yang belum tercapai akhirnya Bryan pun memeluk Viola dan menyuruh Viola duduk di pangkuan Bryan.
Setelah Viola duduk di pangkuan Bryan, Bryan pun mulai meremas-remas kedua buah dada milik Viola dan Viola pun hanya menikmatinya, beberapa menit kemudian Bryan menurunkan Viola dari pangkuan dan Bryan membuka pakaian yang ia kenakan, Bryan pun menyuruh Viola untuk menghisap kelaminnya.
Viola pun menghisap dan melumuti kelamin Bryan, Viola bermain dengan sangat ganas dan agresif, Viola terus aja menghisapi dan menjilati kelamin Bryan, hingga pada akhirnya Brian mencapai puncak klimaksnya. Sesudah mencapai puncak klimaksnya, Bryan pun membersihkan cairan-cairan yang ia keluarkan dengan tisu namun berbeda dengan Viola, ia menelan cairan tersebut.
"Glleeekk" Suara telanan cairan Bryan.
Bryan kembali memakai celana yang sempat ia lepas, berbeda dengan Viola, Viola membersihkan mulutnya terlebih dahulu dengan tisu lalu ia berdiri dan kembali ke tempat Viola berkerja.
Ruangan tersebut menjadi sunyi, hanya terdengar suara ketikan dari laptop masing-masing, setelah apa yang mereka lakukan berdua, ruangan menjadi senyap seperti tak berpenghuni. Bryan terpaksa melakukan ini semua karena Bryan di kendalikan oleh nafsu yang entah datang dari mana, sebelumnya Bryan tidak ada niat ingin melakukan blowjob kepada Viola, karena Bryan tidak bisa menahan nafsunya, jadi Bryan mau tidak mau harus melampiaskan semuanya kepada Viola.
Dengan keadaan yang sangat canggung, mereka kembali melanjutkan pekerjaannya hingga pekerjaan tersebut selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
LIAR (21+) {Completed}
Fiksi RemajaCERITANYA SUDAH TAMAT YA, KELANJUTANNYA ADA DI BUKU KEDUA INSTAGRAM: @baydiprtm_
