Ramadhan yang sedang di landa kebinggungan, harus memilih untuk makan terlebih dahulu atau membuang air besar. Akhir karena perut yang sudah mulai melilit Ramadhan pun lari ke kamar mandi.
Rey dan Zein yang melihat itu, membuat mereka binggung "Ramadhan kenapa dah itu" Ucap Rey. Lalu Zein pun menjawab "Kebelet berak kali, keliatannya udah di ujung tanduk itu hahahaha" Jawab Zein. Ramadhan pun masuk ke dalam kamar mandi yang tidak di kunci itu, waktu masuk ke dalam kamar mandi. Alangkah terkejutnya Ramadhan yang melihat Dita baru saja melepaskan bajunya. Dita baru melepaskan bajunya, namun tertutup oleh BH-nya. Ramdhan pun sontak keluar dari kamar mandi tersebut dan berkata "Dit, gua kebelet berak. Gua duluan ya kalau lu mau mandi" Ucap Ramadhan. Dita yang terkejut dengan kedatangan Ramadhan, lalu Dita kembali mengenakan bajunya kembali dan keluar dari kamar mandi, karena Ramadhan ingin memakai kamar mandi tersebut.
Di luar kamar mandi Ramadhan pun meminta maaf kepada Dita perihal kelancangannya masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"Maaf ya. Gua gak tau kalo ada orang di dalam" Ucap Ramadhan.
"Gua yang minta maaf Ram. Gua lupa ngunci kamar mandinya" Jawab Dita.
"Gua pake dulu ya kamar mandinya. Gua mules banget" Ucap Ramadhan.
"Ya udah buruan sana" Jawab Dita.
Untuk speksifik kamar mandi di rumah tersebut ialah terpisah jauh dari kamar tidur, dapur dan ruang tengah. Jika terjadi kejadian yang tidak di inginkan di kamar mandi, mungkin yang berada di dapur, kamar serta ruang tengah tidak akan mengetahuinya, kecuali ada teriakan yang begitu keras. Baru bisa terdengar.
Ramadhan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Dita kembali ke dapur untuk membantu menyiapkan makanan yang sudah di masak. 15 menit kemudian, Ramadhan keluar dari kamar mandi dan kembali bergabung bersama mereka di ruang tengah. Pada saat Ramadhan membuang air besar, ia melamun tentang apa yang terjadi pada dirinya barusan, Ramadhan belum sepenuhnya melihat dengan jelas dengan mata kepala Ramadhan tentang payudara Dita "Ah sial. Gua ngeliat dari belakang doang lagi, kenapa kejadiannya ga pas dia udah buka semuanya hahahaha" Ucap Ramadhan dalam hati.
Kembali lagi ke ruang depan, Makanan telah siap untuk di santap. Dita memilih untuk makan terlebih dahulu, pada saat Wulan dan Bella sedang menyiapkan piring-piring serta gelas. Dari arah kamar terdengar suara pintu, hingga semua mata tertuju pada pintu kamar tersebut. Ternyata Bryan dengan berjalan sedikit sempoyongan.
"Woi sialan. Bantuin gua anjing, malah pada ngeliatin. Emang gua pisang" Teriak Bryan.
Zein dan Ramadhan pun langsung sigap berlari mengarah Bryan dan membantu Bryan duduk bersama dengan mereka, setelah di bantu oleh Zein dan Ramadhan, Bryan pun duduk bersama mereka.
"Gimana Yan. Badan udah enakan belom?" Tanya Rey.
"Sumpah enak banget badan gua, makasih ya Dit. Gua gak tau deh kalo lu ga ngasih air kelapa" Jawab Bryan.
"Iya sama-sama" Ucap Dita dengan wajah malu-malu, karena teringat kejadian dirinya dengan Bryan tadi pagi.
"Ya udah, berarti kita semua besok bisa jalan-jalan. Kamu makan dulu, mau aku ambil ga? Eh Novi aja yang ngambilin" Saut Bella.
"Aku ambilin ya" Ucap Novi.
"Iya sayang" Jawab Bryan.
Setelah semua telah siap makan. Zein pun memimpin do'a makan, setelah sudah berdo'a, mereka makan dan Bryan di suapin oleh Novi. "Iya deh, dunia milik lo berdua" Ucap Rey. Mendengar ucapan tersebut, Bryan menjawab kata-kata Rey "Kenapa? Lo mau gua suapin juga" Jawab Bryan mengambil nasi dan menyuapkannya kepada Rey, Rey pun menerima suapan dari Bryan. Semua orang yang berada di situ terbahak-bahak melihat tingkah lucu antara Bryan dan Rey. Setelah selesai makan dan terlihat air minum sudah mulai habis.
Pov Ramadhan.
Air minum sudah habis, Ramadhan menawarkan diri untuk mengambil air minum yang berada di dapur "Udah tenang aja, kalian di sini aja. Biar gua yang ngambil air minum" Ucap Ramadhan.
"Kena setan apa lo Ram? Mendadak rajin begini" Jawab Bryan.
"Kali-kali mau jadi orang yang berguna gua" Jawab Ramadhan.
"Ya udah sono jalan, udah aus nih gua" Saut Ramadhan.
Ramadhan pun berjalan mengarah ke dapur untuk mengambil air minum, Ramadhan menuangkannya ke dalam teko besar. Setelah di ketahui ternyata Ramadhan ada niat busuk. Ramadhan ingin mengambilkan minum untuk mereka karena Ramadhan ada rencana busuk.
"Gua kasih aja nih obat tidur tingkat tinggi, katanya sih orang yang udah minum obat ini bakalan tertidur pulas selama 7 jam lamanya. Maafin gua ya. Gua terpaksa ngelakuin ini, karena gua udah ga bisa nahan nafsu gua, gua udah kepincut sama kemolekan tubuh Dita. Gua sengaja ngasih ini ke kalian semua karena gua mau perkosa Dita, Maaf ya Yan, Rey, Bell. Gua terpaksa mengkhianati pertemanan kita, gua ga bisa nahan nafsu gua yang terlalu tinggi" Ucap Ramadhan.
Ramadhan pun menuangkan serbu ke dalam teko tersebut, Ramadhan minum terlebih dahulu agar tidak merasakan efek dari obat tidur tersebut. Sesudah mengambil segelas secara terpisah, Ramadhan menuangkan bubuk tersebut dan mengaduknya hingga larut. Bubuk obat tidur tersebut sudah larut, Ramadhan membawa minumannya ke ruang dimana teman-teman Ramadhan berkumpul.
"Nih airnya" Ucap Ramadhan.
"Lah lo ngapain bawa gelas lagi bego. Kan udah ada gelas" Jawab Rey.
"Lupa gua sialan" Ucap Ramadhan berbohong agar tidak di ketahui oleh teman-temannya.
Ramadhan menuangkan minuman tersebut ke gelas masing-masing. Dari mulai gelas Bella, Dita, Novi, Wulan, Rey, Zein dan Bryan. Mereka sudah mulai meminumnya sampai habis, Dita pun menambah karena dia cukup haus. Ramadhan berbicara di dalam hatinya "Katanya sih nih obat reaksinya 10 menit setelah kita minum, gua pengen liat aja gimana reaksi mereka semua nanti setelah 10 menit" Ucap Ramadhan.
Bella yang melihat Ramadhan tidak minum sedikit pun, membuat Bella heran dan bertanya kepada Ramadhan "Lah kamu engga minum? Apa udah minum?" Tanya Bella kepada Ramadhan.
"Aku mah udah minum di dapur banyak banget, makanannya bikin seret" Jawab Ramadhan.
"Pantesan. Kirain geh kamu engga minum, kaya uler dong kamu kalau abis makan engga minum mah" Ucap Bella.
"Hahahhaha ya engga lah. Masa iya aku ga minum, aku tadi di dapur minum banyak banget, terus ini gelas yang aku bawa, ya sisa minuman aku di dapur" Jawab Ramadhan.
Setelah selesai makan, Bella, Wulan dan Novi pun membereskan gelas dan piring kotor tersebut, mereka menaruhnya di dapur. Perihal piring yang kotor dan gelas yang kotor akan tercuci sendiri dengan mesin otomatis nantinya. Mereka bertiga membawanya ke dapur, sedangkan Dita masih duduk di samping Rey.
KAMU SEDANG MEMBACA
LIAR (21+) {Completed}
Teen FictionCERITANYA SUDAH TAMAT YA, KELANJUTANNYA ADA DI BUKU KEDUA INSTAGRAM: @baydiprtm_
