Episode 12 - 좋아하남 (Like It)

15 0 0
                                    

Back to a few months ago..

Author POV

"Chingu-ya, neon gwenchana?" (kawan, apakah kau baik-baik saja?) tanya seorang gadis remaja SMA yang menghampiri seorang siswa lelaki yang tampak menahan rasa sakit setelah terjatuh dari sepeda motornya. Lelaki ini mendongak ke atas, mencoba menatap sang gadis yang tampak silau oleh teriknya sinar matahari. "Gwenchana? Aigoo manhi apeun geot gateunde.. uri byeongwon katchi kaja!" (Apakah kau tidak apa-apa? Astaga, kayaknya sakit banget ya.. kita ke rumah sakit bareng yuk!) ujar sang gadis sembari bersiap membopong lelaki itu.

"A..aniyo, nan jinjja gwenchanayo," (E..enggak kok, aku beneran nggapapa,)

"Jeongmalyo? Phiga geureohke manhi wassneunde, uri..." (Seriusan? Tapi kamu banyak keluar darahnya, kita...)

"Gwenchanayo. Jinjja gwenchanayo. Kogjeonghaesseo jeongmal gomawoyo," (Nggapapa. Beneran aku nggapapa. Aku sangat berterimakasih atas kekhawatiranmu,) sang lelaki pun mencoba memberdirikan sepeda motornya. Gadis itu turut membantu mengangkatnya. Kemudian ia memberikan plester luka kepada sang lelaki.

"Ini, pakailah. Semoga lukamu segera sembuh ya ^^ Hati-hati di jalan, bye!" ujar sang gadis yang langsung berlalu pergi. Pria itu menatap bingung pada sang gadis karena belum sempat mengucapkan terima kasihnya atas plester luka tersebut.

'Siapa gadis ini? Dari seragam yang ia kenakan, tampaknya kami bersekolah di sekolah yang sama.. Apakah dia kakak kelasku? Atau teman seangkatanku ya? Tas biru bergambar beruang dan es batu, baiklah. Mulai sekarang, akan kusebut kau Gadis dari Kutub.'

---

Beberapa hari kemudian, sang lelaki yang pernah terjatuh dari motor itu kini tengah menyeduh teh hangat di kantin sekolah. Ia tidak sendiri, melainkan bersama sahabatnya sejak SD, Park Jimin, atau biasa dipanggil Jimini. "Min, kamu ngga bosen tiap hari makan roti dicelup ke kopi kayak gitu?" tanya lelaki itu. Jimin menggeleng.

"Kuki-ya, kopi itu mengandung endorfin yang mampu menghibur otak kala terpusing-pusing oleh rumus matematika wajib. Kamu sih, segala ngga mau nyobain. Enak lhoh padahal Kuk," ujar Jimin pada lelaki yang ternyata bernama Kuki itu.

"Anni (bukan gitu), mungkin sumber endorfin kita berbeda Jimin-ssi. Kau menyukai kopi, sedangkan aku menyukai teh. Mari kita saling menghargai perbedaan kesukaan kita ini~" -Kuki

"Eigeu.. (aigoo, red. astaga) yang memulai perdebatan kan kamu Kuk -_-" -Jimin

"Hehe.. Mian~" (maaf~) -Kuki

"Eo?! Jimini?! Kuki-ya! Kalian sekolah di sini?" ujar Min Yoongi yang langsung berlari menghampiri Kuki dan Jimin.

"Eo?! Yoongi hyung!" -Jimin

Sementara mereka saling bertegur sapa, Kuki terpana melihat gadis yang ada di belakang Yoongi. Yup, dia adalah Si Gadis dari Kutub. "Yoongi-ya~ Kenapa sih kamu tuh kalo jalan selalu ninggal-ninggalin aku. Mana pake mintol bawain esnya juga pula. Lu kira gua babu lu?!" ujar gadis itu yang kemudian mengerucutkan bibirnya ngambek.

'Ah jinjja gwiyeowo >////< ani.. Mwo?? Yoongi-ya?? Jadi dia kakak kelasku??'

"Iya iyaa.. maaf ya Nri, sini, mau aku minum, haus banget parah!" -Yoongi

"Hyung, kamu ngga kedinginan? Musim peralihan ke semi gini minum es??" -Jimin

"Enggak, kan tadi abis lari-lari, haus. Ya minum kan obatnya?" -Yoongi, keras kepala

"Eo, hyung.. nugu..?" -Kuki, ragu-ragu

"Eo?! Chinguya!! Gimana lukanya kemaren-kemaren? udah mendingan?" -Gadis dari Kutub, kaget dan senang XD

잡아줘 SeriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang