[02] Kenan's Birthday

307 4 0
                                        

Pukul enam sore, Marcella baru selesai mandi setelah tertidur beberapa saat. Cewek itu menuju meja rias, memakai skincare yang sudah ia letakkan di sana. Acara akan dimulai pukul delapan malam, Marcella memiliki waktu dua jam untuk bersiap-siap dan makan malam.

Setelah memakai skincarenya, cewek itu mengeringkan rambut basahnya dengan hairdryer, kemudian membiarkannya beberapa menit sembari memakai gaun yang telah disiapkannya.

Marcella merias rambutnya, menggulungnya menjadi satu, dengan beberapa helai yang menjuntai di depannya. Ini tidak terlalu susah, karena ia selalu memakai cara ini ketika menghadiri acara.

Untuk riasan wajah, cewek itu memilih memakai gaya western dengan warna-warna nude yang elegan.

Jam menunjukkan pukul tujuh lebih dua puluh lima menit. Ponselnya sedari tadi terus berdering, dan Marcella memilih mengabaikannya. Nanggung sekali, toh setelah ini dia selesai make-up.

Setelah memastikan pas dengan keinginannya, Marcella mengambil ponselnya. Ternyata Kenan yang menelepon –tentu saja. Memangnya siapa lagi yang mau bersusah payah meneleponnya berkali-kali jika bukan sang kekasih.

Ponsel Marcella kembali berdering, memperlihatkan nama Kenan di sana. Langsung saja cewek itu mengangkatnya. Ia tidak ingin membuat Kenan kesal karena teleponnya ia abaikan sedari tadi.

“Halo, babe.”

“Sayang! Kenapa lama banget?”

“Maaf, aku tadi masih make-up.”

“Ya udah, sekarang turun, makan dulu.”

“Okay, aku turun sekarang.”

Setelah sekali lagi Marcella memeriksa riasannya, cewek itu langsung keluar kamar dengan membawa ponselnya serta paper bag berisi hadiah untuk sang kekasih.

Di ruang makan ternyata sedikit ramai. Ada kelima teman Kenan yang datang ke sini bersama dengannya tadi sore. Marcella langsung duduk di sebelah Kenan. Ia memberikan paper bag itu setelah melemparkan senyum pada Kenan.

“Mau makan pakai apa?” tanya Kenan lembut.

Marcella melihat menu makan malam ini. Terdapat makanan Indonesia dan Italia. Dan Marcella memilih untuk makan spaghetti saja. Ia tidak mau makan terlalu banyak, karena nanti juga akan makan lagi.

“Spaghetti aja.”

“Cuma itu? Nggak makan nasi?” tanya Kenan memastikan.

“Iya, Babe. Nanti aku makan lagi,” balas Marcella.

Kenan mengambilkan kekasihnya spaghetti yang diinginkannya. Tak lupa menambah dua potong sosis bakar, karena Marcella ini maniak sosis. Entah sosis daging ayam atau sapi. Yang penting bukan daging manusia.

“Makasih, Babe.”

Setelahnya, Marcella memakan makanannya dengan tenang. Dia tidak ikut nimbrung dengan pembicaraan Kenan dan teman-temannya. Namun, telinganya masih berfungsi dengan baik untuk mendengar perbincangan mereka.

Mendengar perkataan Gaston yang mengatakan bahwa teman SMA Kenan juga diundang, membuat Marcella berhenti menyendok spaghetti nya. Ia termenung sejenak, sebelum kembali melanjutkan acara makannya. Dan hal itu disadari oleh salah satu dari mereka. Dia sedikit mengernyit melihat tingkah pacar Kenan itu.

Marcella sendiri terlihat makan dengan tenang, tapi tidak dengan pikirannya. Ia memikirkan siapa saja yang diundang Kenan untuk acara ini. Apakah mantan Kenan semasa SMA dulu juga diundang? Apa teman seangkatan Kenan yang pernah dekat dengannya dulu juga diundang?

UNEXPECTED Stories to obsess over. Discover now