Play Station 🔞

11.5K 102 13
                                        

WARNING!!!!

18+

MARTIS TRANS/ PUSSYBOY







DIBACA PERINGATANNYA!!





Martis dan Gatot baru saja kelar dengan sekolahnya, lalu Gatot mengajak Martis untuk datang kerumahnya buat main PS bareng.



Gatot : "Hey Martis"
Martis : *Batin* "Astaga, apa yang dia inginkan?"
Martis : "Apa?"
Gatot : "Mau maen kerumah gue gak?"
Martis : "Emang temen elo pada kemana?"
Gatot : "Mereka sibuk, abis ini mereka mau keluar kota bareng ortu mereka"
Gatot : "Gue sendirian dirumah ortu gue gak ada dirumah"
Martis : *Batin* "Merepotkan saja"
Martis : "Yowes, nanti gue dateng kerumah elo"
Gatot : "Elo kira dateng jam berape?"
Martis : "Jam 5 mungkin? Gue mau nugas dulu, takut nombok"
Gatot : "Ya udah gue tunggu"
Martis : "Y, gue balik dulu"
Gatot : "Okay"
Gatot : *Batin* "Akhirnya gue punya waktu berduaan bareng dia, gue harus siapin semuanya sampe rumah"
Gatot : "Eh bentar"
Martis : *Batin* "Apa lagi sekarang?"
Gatot : "Mau gue anter pulang kerumah elo gak?"
Martis : "Enggak perlu, bokap gue jemput, katanya sekalian soalnya kerjaannya cepet kali ini"
Gatot : "Okay deh, sampai ketemu nanti"
Martis : "Y"
Martis : *Batin* "Diliat-liat Gatot ternyata tampan juga, he is actually kinda my type. But is he like boy? Gak mungkin kali. Eh, eh, eh kok gue malah mikir ginian, udhlah nanti aje deh"


Martis dan Gatot akhirnya berpisah, Gatot menuju parkiran mobil dan Martis langsung menuju kedepan pager sekolah karena Ayahnya sudah menunggu.



Ayah Martis : *Melihat Martis dari kejauhan*
Martis : "Maaf, membuat ayah menunggu"
Ayah Martis : "Santai saja nak, ayok masuk"
Martis : *Masuk kedalam mobil*
Ayah Martis : *Menyalakan mesin mobil, lalu meniggalkan sekolah*
Ayah Martis : "Jadi bagaimana harimu nak?"
Martis : "Tidak banyak yang berubah, kecuali tugas sekolahnya"
Ayah Martis : *Terkekeh* "Apakah kau ada acara buat sore ini?"
Martis : "Ada, Gatotkaca mengundangku datang kerumahnya, hanya sekedar main video game biasa"
Ayah Martis : "Gatotkaca?"
Martis : "Gatotkaca Pandawa"
Ayah Martis : "Ah, ternyata dia anaknya"
Martis : *?* "Ayah kenal dengan Gatot?"
Ayah Martis : *Terkekeh* "Bukan, ayah kenal dengan ayahnya, kami dulu teman sekolah dan sekarang kami adalah partner bisnis"
Martis : "Sungguh? Aku tidak tahu itu"
Ayah Martis : "Dunia ternyata memang sempit ya, aku tidak menyaka kalo anakku akan satu sekolah dengan anak sahabatku sendiri. Mungkin inilah yang disebut takdir untuk bersama"
Martis : *Blush*
Ayah Martis : "Kenapa nak? Kenapa wajahmu merah?"
Martis : "Ti-tidak ada apa-apa ayah"
Ayah Martis : "Kau yakin? Apa kau menyukai dia?"
Martis : *Blush even more* "Ti-ti-tidak mungkin aku menyukai seorang laki-laki"
Ayah Martis : "Memangnya ada larangnya untuk menyukai sesama jenis?"
Martis : "Eh?! Ayah tidak marah?"
Ayah Martis : "Tidak ada yang melarangmu untuk mencintai seseorang bukan? Terlebih lagi perasaan itu datang dari hati kita sendiri? Dan Ayah tidak pernah memintamu untuk mencari seorang perempuan bukan? Yang ayah ingat adalah jika kamu mencintai seseorang jagalah komunikasi, komitmen, perasaan bersama-sama karena itu yang membuat kalian kuat dalam sebuah hubungan. Kamu bebas memilih pasangan hidupmu nak, tugas Ayah hanya membimbingmu, sisanya itu adalah keputusanmu sendiri" 


Martis mendengarkan semua nasehat Ayahnya dan jujur saja dia tidak menyangka kalo Ayahnya akan memberi tahu hal ini kepadanya. Dia terdiam sebentar memikirkan nasehat dari ayahnya tadi, semakin dia memikirnya dia semakin memikirkan Gatotkaca. Apakah dia benar-benar jatuh cinta?

Martis : *Batin* "Gue semakin mikirin Gatot karena nasehat Ayah tadi, apa gue bener-bener suka dengan dia? Kayaknya gue beneran jatuh cinta padanya"
Martis : "Terima kasih nasehatnya Ayah"
Ayah Martis : *Tersenyum* "Sama-sama nak, nikmati waktu kalian berdua, okay?"
Martis : *Mengangguk*
Martis : *Batin* "Aku tidak sabar menghabiskan waktu dengannya"
Ayah Martis : *Melihat kearah Martis* "Kamu benar-benar sedang jatuh cinta ya"
Martis : "Iya, aku sedang jatuh cinta"
Ayah Martis : "Kalo begitu langgeng ya, kapan acara pernikahannya?"
Martis : *Terkekeh* "Ayah, aku belum pacaran dengan dia"
Ayah Martis : "Apakah harus pacaran dulu? Kenapa tidak sekalian saja, nikah lalu pacaran secara sah"
Martis : "Ayah hentikan, aku malu"
Ayah Martis : *Tertawa*



Sementara itu Gatotkaca sudah sampai rumahnya, dia langsung menaruh ranselnya dikamarnya lalu bergegas merapikan rumah, terlebih lagi diruang tamu, dia tidak ingin Martis melihat ruang tamu yang berantakan dengan banyak makan sisa karena acara keluarga kemarin, dia membersihkan hampir semua ruangan dirumahnya dan juga menyiapkan alat-alat untuk bermain PS nanti, dikarena sibuk dengan semua itu. Dia bahkan tidak sadar sudah mau jam 5 sore.

Gatot : *Huff* "Akhirnya selesai semuanya"
Gatot : *Mengambil hpnya* "Ngomong-ngomong jam berapa sekarang?"
Gatot : "Hampir jam 5?!"
Gatot : "Argh! Gue belum mandi lagi, harus cepat"
Gatot : "Aaron"
Aaron : *Mendatangi Gatot* "Iya Tuan Gatot, ada apa memanggil saya?"
Gatot : "Aaron, nanti akan ada pria datang bernama Martis, dia punya rambut warna silver, jika dia sudah sampai, beritahu dia untuk masuk saja dan langsung ke kamar saya"
Aaron : "Baiklah Tuan, akan saya lakukan tuan"
Gatot : "Terima kasih"
Aaron : *Membungkuk dan pergi meninggalkan Gatot*
Gatot : "Baiklah saatnya untuk mandi"


Gatot berjalan menuju kamarnya yang ada dilantai 2, dia langsung mengambil semua keperluan mandinya dan saat ingin masuk kamar mandi tiba-tiba hpnya berbunyi.

Gatot : *Mengambil hpnya*
Gatot : "Martis?"
Gatot : *Mengangkat telponnya* "Hai Martis"
Martis : "Hey, sebentar lagi gue sampe rumah elo, btw elo lagi ngapain sekarang?"
Gatot : "Oh gue baru aja mau mandi"
Martis : "Hmm? Memangnya elo ngapain aja daritadi?"
Gatot : "Yah, aku beberes rumah sedikit, rumah agak kotor jadi aku bersihkan?"
Martis : "Apakah kau membersihkan 1 rumah?"
Gatot : "Hahahha bisa dibilang begitu"
Martis : "Hmm baiklah, gue matiin telponnya"
Gatot : "Okay Manis"
Martis : "Huh?! Apa?! Manis?"
Gatot : "Eh?! Maaf salah ngomong"
Gatot : *Langsung matiin hpnya*




Martis : "Ga-gatot? Yah dimatiin hpnya"
Ayah Martis : *Tertawa* "Ayah kayaknya dengar dia bilang kamu itu manis tadi"
Martis : "Yah mungkin saja"
Ayah Martis : "Dari suaranya bisa dibilang kalo dia suka denganmu sejak lama"
Martis : "Bagaimana ayah tau?"
Ayah Martis : "Kau tau apa? Ayah menyimpan cinta ayah kepada ibumu sama seperti Gatot sekarang ini"
Ayah Martis : "Dan mau tau apa yang lebih mengejutkannya lagi?"
Martis : "Apa itu?"
Ayah Martis : "Dulu Ibumu adalah rival ayah, sama seperti kamu dan Gatot sekarang"
Martis : "Sungguh? Wow"
Ayah Martis : *Terkekeh* "Melihat kalian seperti ini, mengingatkan ayah pada masa pacaran dengan ibu"
Martis : *Tersenyum dan sepertinya dia membayangkan bagaimana kalo sudah pacaran dengan Gatot*



Martis sampai dirumah Gatotkaca dan bilang ke Ayahnya mungkin dia akan menginap karena dia juga ingin mengerjakan tugas bersama Gatotkaca. Dia berpamitan kepada Ayahnya, lalu masuk kedalam area rumah Gatot. Dia menyapa para security dan dia bertemu dengan Aaron tepat didepan pintu rumah.

Aaron : "Selamat Sore"
Martis : "Sore"
Aaron : "Apakah anda Tuan Martis?"
Martis : "Iya itu benar"
Aaron : "Baiklah tuan selamat datang, mari masuk kedalam'
Martis : "Terima kasih"


Aaron membuka pintu, Martis masuk kedalam begitupun Aaron untuk menujukan sekitar, lalu mengantar Martis ke arah kamar Gatot.

Aaron : "Tuan, ini adalah Kamar Tuan Gatot, anda disuruh masuk kedalam untuk mememuinya"
Martis : "Baiklah, terima kasih"
Aaron : "Baik, kalo begitu saya permisi"
Aaron : *Pergi meninggalkan Martis*








- To Be Contiuned -








ALL GAMAR [ONESHOOT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang