Yang terlihat mungkin memang menyedihkan.
Mengundang rasa iba hingga mereka terus memperhatikan dan bertanya-tanya.
Tapi apa mereka tahu? Beberapa awak dibelakangnya merasakan hal serupa atau bahkan lebih daripadanya.
Karena sebagian dari mereka hanya berdasar pada mata dengan asumsi yang selalu muncul membersamai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reminder
PoetryDengan adanya tulisan ini, semoga kamu mengerti Aku bukan seorang pujangga yang mahir merangkai kata Aku bukan seniman yang mampu melukiskan rasa Aku bukan kamu yang dengan percaya diri mengatakan seluruh isi hati Tapi aku adalah aku Si mulut rapat...
