Setelah semua nya turun dari Bus, mereka dikumpulkan dan Gito selaku ketua Osis memberikan beberapa arahan dan aturan yang harus ditaati disana
"Oke, semuanya kumpul dulu! Jangan jauh-jauh, biar nggak ada yang hilang sebelum kita mulai, ya"kata Gito
"Pertama,jaga sikap selama disini, jangan bersikap semaunya,ingat ini tempat umum bukan milik pribadi"kata Gito
"Selanjutnya, saat study tour, jangan jalan sendirian, takutnya nanti kalian nyasar"lanjut Gito
"Kemudian ketigaa, kalian harus ingat tujuan utama kita ke sini adalah untuk belajar, Bukan main-main apalagi liburan, jadi selama jalan-jalan di sekitar museum ini buku dan pulpen wajib dibawa"kata Gito
"Terakhir,silakan ke tempat penginapan kita, Cewek-cewek ada dilantai 2 sementara cowok-cowok ada dilantai 1, Satu kmar minimal 2 orang dan maksimal 5 orang"kata Gito
Setelah itu parah siswa berhamburan menuju ke penginapan, Letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi utama.
"Guys, kita sekamar ya"kata Onel
"Gue sekamar sama sih kembar"kata Fion
"Yeeh Lo mah gitu"kata Onel
***
"Seru banget nih, Jangan lupa abadikan momen"kata Marsha lalu mengambil beberapa gambar
"Benar kata Lo, walaupun study tour sempat terjeda tapi akhirnya hari ini tergantikan dengan keseruan hari ini, Gue yakin ini akan seru"kata Freya
"Guys,kumpul dulu yuk, kita foto bareng"kata Arya
Mereka pun berbaris dan berfoto bersama
Setelah itu mereka melanjutkan keliling di sekitar museum itu
"Guys kesana yuk"kata Freya menggandeng
"Ayo, Gue juga udah penasaran sama isinya"kata Katrin
"Katanya sih, isinya itu koleksi peninggalan kerajaan jaman dulu"lanjut Katrin
Mereka pun berjalan ke arah bangunan itu, Begitu pintu terbuka, aroma khas ruangan tua langsung terasa. Di dalamnya terdapat berbagai benda bersejarah mulai dari arca batu, perhiasan kuno, hingga keris berukir rumit. Cahaya lampu kuning temaram membuat suasananya terasa misterius tapi menakjubkan
"Gila keren bangat"kata Freya
"Foto-foto yuk"kata Indah
"Ngapain foto lagi? Kan udah ada depan muka sekarang"kata Indah
"Iya sih, tapi pengen aja gitu ada kenangan-kenangan"kata Freya
"Ya udah ayo"kata Indah
Berbeda dengan teman-temannya yang tampak excited dan berfoto ria, Zea justru berjalan pelan sambil menulis beberapa hal yang dianggap nya penting, Ia tertarik mempelajari keterangan benda-benda bersejarah. Suasana museum terasa ramai namun tetap tertib, langkah sepatu dan bisikan kagum bergema lembut di antara lorong-lorong penuh pajangan.
Tanpa sengaja, Zea menghentikan langkahnya ketika melihat Aldo berdiri bersama Zefa di depan sebuah meja pameran. Dari tempatnya berdiri, Zea bisa melihat Aldo menjelaskan sesuatu kepada Zefa dengan semangat tangan Aldo bergerak lincah menunjuk pada artefak yang dipajang, sementara Zefa mendengarkan dengan ekspresi tertarik. Untuk sesaat, Zea hanya diam memperhatikan, lupa pada buku tulis yang masih terbuka di tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twin Hearts
Cerita PendekR E V I S I Start up 10-11-2025 End 22 -11-2025 PLAGIAT JAUH-JAUH
