Part 39

2.8K 146 5
                                        

Di dalam, dua ranjang berdampingan, masing-masing dipenuhi alat bantu napas dan selang infus. Aldo dan Alde tampak begitu tenang terlalu tenang, seakan sedang tidur panjang.

Begitu melihat mereka, Shani langsung menahan napas dan mendekat. Langkahnya gemetar.

Air mata jatuh tanpa bisa ditahan. Ia memegang tangan Aldo yang dingin dan penuh perban, lalu beralih ke Alden yang wajahnya pucat.

Gracio mereka berdiri di belakang, diam. Matanya menatap kedua putranya dengan pandangan kosong namun penuh perasaan yang sulit dijelaskan antara marah, takut, dan sedih

"Pa, anak kita"kata Shani dengan suara gemetar

"Sabar yah, Mereka pasti kuat"kata Gracio membawa Shani kepelukan nya

***

Disisi lain, Zea sedari tadi mondar-mandir dikamar nya menunggu Aldo mengajarinya, Ia sudah siap untuk dinner dengn Aldo

"Aldo mana sih? Kok belum ngabarin juga?"gumannya sambil menatap HPnya

"Dihubungi juga gak aktif"katanya lagi

"Awas aja nanti Gue akan diamin Lo, biar Lo kapok"kata Zea melempar hpnya begitu saja

1 jam kemudian, Zea masih belum mendapatkan kabar dari Aldo, entah kenapa tiba-tiba muncul rasa khawatir dalam hatinya, Tidak bisanya Aldo menghilang begitu saja, terlebih Aldo sudah janji akan membawanya makan malam

Tok,,tok!!

"Zea, Kamu udah tidur nak?"tanya Anin

"Belum Ma, kenapa?"tanya Zea

"Kamu ikut Mama sekarang"kata Anin

"Kamana Ma?"tanya Zea

"Rumah sakit"kata Anin membuat Zea semakin takut dan khawatir

"Siapa yang sakit Ma?"tanya Zea

"Aldo dan Alden kecelakaan, mereka dirawat dirumah sakit sekarang"kata Anin

Degg

"Mereka gapapa kan?"tanya Zea

"Kita ke sana sekarang"kata Anin

Setelah itu Mereka pun ke rumah sakit

30 menit kemudian mereka pun sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ke Kamar Inap Aldo dan Alden yang kebetulan disatukan di  ruang VVIP

Begitu pintu terbuka, Zea terhenti sesaat. Di ranjang, Aldo dan Alden terbaring tak sadarkan diri, tubuh mereka lemah dan wajah pucat. Tubuh Zea gemetar, air matanya langsung mengalir.

"Aldo"tangis Zea pecah di samping tempat tidur, menggenggam tangan Aldo yang terbaring lemah.


"Sabar Nak, kita doain yang terbaik buat mereka"kata Anin

Beberapa saat kemudian Zea masih menggenggam tangan Aldo, matanya merah dan berlinang air mata, saat rasa panik semakin mencekam. Tubuh Aldo dan Alden tak bergerak, hanya terbaring lemah di ranjang VVIP itu.

"Sebenarnya apa yang terjadi Shani?"tanya Anin

"Mereka mengalami kecelakaan, Pelakunya masih di selidiki"kata Shani

The Twin HeartsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang