"Gimana Den? Lo gak di D.O kan?"Tanya Fion begitu Alden masuk ke kelas, masih dengan wajah datar dan langkah berat
"Itu Gue,,"Kata Alden tapi belum sempat menyelesaikan kalimatnya, suara lain langsung memotong tajam.
"Udah pasti D.O Lah"seru Rivan dengan tawa mengejek
"Kan Gue udah bilang Lo jangan songong jadi Orang, entar Lo sendiri yang nyesal"Lanjutnya
"Gue yakin Lo akan sulit diterima di Sekolah yang baru"Kata Dio
Beberapa anak di belakang ikut tertawa kecil, tapi cuma sebentar. Bukan tatapan marah, bukan juga dendam tapi dingin.
"Den, Den, Gue salut sama Lo yang udah belain Adek Lo yang terluka, tapi sayangnya Lo terlalu Angkuh, sampai mengira orang gak berani lawan Lo"kata Kian
"Modal angkuh doang, Mereka gak punya apa-apa buat lawan Vino"kata Rivan
"Gue udah ingatin, Vino punya segalanya, sedangkan kalian? kalian punya apa?"Tanya Rivan
"Terserah kalian mau ngomong apa"kata Alden
"Tapi, sayangnya apa yang kalian omongin hanya omong kosong belaka"kata Alden lalu meraih tasnya
"Kenyataannya Mereka gak mampu keluarin Gue dari Sekolah ini, Dan satu lagi, Gue gak ngemis-ngemis ke Orang yang kalian puja itu buat Stay disini"kata Alden
"Lo serius Den?"Tanya Fion
"Yoi, Gue cuma dapat Skors, itu pun hanya 2 hari"kata Alden
"Lo gak diapa-apain kan Den?"tanya Onel
"Tentu tidak Nel"kata Alden
"Mereka punya segalanya bukan berarti mereka bisa mengendalikan segalanya"Kata Alden kemudian keluar dari kelasnya
"Syukurlah, ternyata hanya Skors"kata Febri
"Iya, padahal Gue udah was-was"kata Christo
"Udah lah, masalahnya udah Clear"kata Flora
"Btw, soal tugas bahasa inggris, Gue belum tau siapa parner Gue"kata Onel
"Sama"kata Febri
"Guys, tolong umungin di Grub nomor yang kalian dapat untuk parner kelompok tugas bahasa dong"kata Febri
"Biar kita tau siapa parner kita"Lanjutnya
Mereka pun hanya mengangguk menyetujui
***
"Sialan, Sialan, Kenapa Melody berani melawan Ku?"Kata Niko
"Aku gak mau tau Pi, pokonya Mereka harus di buang dari Sekolah, Mereka harus menyesal karena udah buat Vino kayak gini"Kata Vino
"Tenang aja Nak, Papi akan lakuin apapun buat Kamu, Papi pastikan Mereka akan bersujud di Kaki Kamu"kata Niko menepuk pundak Vino
"Iya Pi"kata Vino
"Kalau gitu sebaiknya Kita pulang"kata Niko
"Oke Pi"Kata Vino lalu melipat kursi rodanya dan berjalan ke arah mobilnya
"Rupanya Anak Berandal itu hanya pura-pura menggunakan kursi roda?"Guman Dheo
"Drama yang menggelikan"Katanya
"Uncle"Panggil Alden masuk didalam mobil
"Langsung pulang?"Tanya Dheo
"Langsung aja, Alden pengen Bobo tenang"kata Alden
"Bagaimana Kamu bisa bobo tenang? Kak Shani pasti akan mengomeli Kamu"kata Dheo
"Mama udah gak marah kok"kata Alden
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twin Hearts
Cerita PendekR E V I S I Start up 10-11-2025 End 22 -11-2025 PLAGIAT JAUH-JAUH
