Adelia mendongakkan kepalanya tinggi tinggi seakan menatap langit langit yang sangat indah kamar itu, napasnya menderu dan berpacu sebelum tepar ambruk di atas tubuh Elang, yang hanya terpana saat melihat Adelia begitu cantik jelita saat mendapatkan orgasmenya yang entah ke berapa.
Ia tersenyum puas akhirnya tujuannya untuk merasakan nikmatnya tubuh wanita yang menyita seluruh pikirannya dua minggu terakhir ini telah tercapai, meskipun harus memakai cara kuno dengan memberikan sebuah perangsang sexual cair made in jerman yang terbukti sangat manjur lewat sari buah jeruk yang mereka minum bersama.
"El...." Bisik Adelia membuat Elang tergugah dari lamunannya.
"Iya sayank...." Jawab Elang sambil membelai rambut kepala Adelia yang di benamkan di atas dadanya.
"Apa yang telah kita lakukan...ya Tuhan... aku telah selingkuh... aku mengkhianati suamiku..." Ujar Adelia sangat lirih seakan bergumam pada dirinya sendiri, entah kenapa tiba-tiba saja ia merasa begitu menyesal.
Tiba tiba saja matanya menjadi sendu dan berkaca kaca lalu mengeluarkan butiran bening yang segera membasahi dada kekar Elang. Sesaat kemudian Adelia bangkit dan mencabut memeknya yang masih tertanam batang konthol Elang.
Adelia memejamkan mata menahan desahannya ketika ia mencabut kemaluannya dari batang konthol Elang yang masih tegang kencang itu, dalam hatinya Adelia jujur mengakui barusan ia melakukan sex yang paling enak dan nyaman yang pernah di lakukannya. Hanya saja rasa bersalah dan berdosa itu membuatnya begitu tertekan.
Elang pun hanya bisa diam saja ketika melihat Adelia mengenakan lagi satu persatu pakaiannya.
"Antar aku pulang!" Kata Adelia ketus dan dingin.
"Baiklah." Jawab Elang sambil memakai bajunya lagi dengan cepat.
Adelia melirik sesaat Elang yang tampak kesulitan memakai celananya karena batang kemaluannya yang masih tegang belum juga normal, sebenarnya Adelia pun merasa kasihan, namun ia benar benar merasa sangat bersalah yang membuat moodnya hilang begitu saja.
Saat di jalan pun suasana menjadi sangat kaku, Elang terlihat fokus dengan setirnya dan hanya diam, begitu juga dengan Adelia yang di hantui rasa bersalahnya. Hingga sampai tujuan akhirnya yaitu di depan minimarket Adelia minta di turunkan meskipun Elang ingin mengantarnya sampai ke rumahnya.
"Mbak...maaf ya jika tadi tidak berkenan, oh ya ini sekedar buat jajan Andri mbak." Kata Elang sambil memberikan beberapa lembar banyak uang ratusan ribu di genggaman tangan Adelia.
Bukannya senang tapi Adelia malah menjadi marah dan melemparkan uang uang itu mengenai tubuh Elang yang hanya tetap terdiam tanpa reaksi.
"Kau pikir aku pelacur..." Gumam Adelia geram lalu keluar dari mobil dan menutup pintunya dengan agak kasar lalu melangkah pergi dengan cepat.
Ia ingin segera sampai rumah dan mandi untuk membasuh tubuhnya yang ia rasa kini bagaikan penuh lumpur kotor yang menjijikkan.
Namun yang ia tak sadari Elang tetap membuntutinya dengan berjalan di belakang Adelia agak jauh, karena ingin memastikan Adelia benar benar akan sampai rumahnya dengan selamat, meskipun jarak rumah Adelia dengan minimarket tak sampai 200 meter saja, dan orang orang masih banyak yang beraktivitas di luar rumah mereka karena hari memang belum terlalu malam.
Namun saat hendak berbelok ke gang rumahnya Adelia sempat menoleh ke belakang dan melihat Elang telah berbalik arah.
"Anak itu...apakah tadi mengikutiku?" Tanyanya dalam hati, bibirnya tiba tiba saja menyunggingkan sebuah senyum.
Adelia kemudian melanjutkan langkahnya yang tinggal sejengkal saja itu, dengan pikiran yang lain lagi. Ia masih ingat tadi Elang begitu perkasa dan sangat gentle memperlakukan dirinya di ranjang, membuatnya sangat nyaman hingga berkali kali mencapai puncak kenikmatannya yang sangat jarang di dapatkan dari hubungan sex nya dengan suaminya sendiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
ADELIA
General Fictioncerita fiktif dewasa berkisah pemuda multitalenta yang jatuh hati pada ibu seorang temannya, penuh bahasa vulgar apa adanya dan penuh dengan cerita erotis yang menampilkan bahasa sexual... hanya untuk di baca orang yang telah berusia di atas 18 tahu...