Bab 4 Awal Yang Indah

1.6K 9 0
                                    

Hati Adelia langsung berdesir begitu sampai di pelataran minimarket A, ada rasa deg degan di hatinya mengingat ia akan berkencan untuk pertama kalinya selama ia menikah. Tiba tiba saja pandangan matanya tertuju sejenak pada mobil suv premium dengan logo tiga berlian berwarna hitam dan berplat putih yang menurutnya jelas lumayan mahal harganya, penampilannya pun masih gress.

"Kapan punya mobil seperti ini." Gumamnya amat lirih karena diucapkan untuk dirinya sendiri.

Sesaat kemudian Adelia tengak tengok ke semua arah, ia paling tidak suka dengan menunggu, meskipun jam tangan yang di pakainya belum menunjukkan pukul 7, waktu yang ia dan Elang sepakati untuk bertemu.

Elang sendiri bukannya tak tau Adelia telah datang, karena saat ini ia sedang antri untuk bayar belanjaan nya di kasir minimarket sambil terus memandangi Adelia di luar yang tampak gelisah.

Begitu selesai membayar Elang segera menjinjing belanjaan yang terdiri dari banyak makanan dan minuman ringan serta beberapa barang lainnya.

"Mbak....!" Sapa Elang yang membuat Adelia terkejut dan langsung menengok ke belakang ke arahnya.

"Woww ....mbak cantik banget..." Lanjut Elang yang membuat Adelia tersenyum tersipu menampakkan rona senang di wajahnya.

"Kamu belanja apaan banyak amat...?" Tanya Adelia untuk meredam rasa gugupnya karena tatapan mata Elang yang benar benar mampu menembus ke dalam jantungnya dan melelehkan hatinya.

"Oh ini buat kita mbak...barangkali nanti perlu sedikit kudapan untuk teman ngobrol." Jawab Elang sambil tersenyum manis.

"Ohhh..." Ucap Adelia.

"Gimana kita dinner sekarang kan? Mbak sudah ada ide tempatnya dimana?" Tanya Elang.

"Ya sudah ayo jalan saja dulu...naik taxi saja yah biar cepet..." Kata Adelia.

"Hemmm ..gimana kalo aku saja mbak yang jadi sopirnya..." Ujar Elang sambil tertawa lalu menghampiri mobil suv premium yang gagah dan tampak gahar sangat keren di dekat Adelia dan membuka pintunya.

Adelia terkejut bukan main seakan tak percaya dengan yang di lihatnya.

"Ini mobilmu....?" Tanya Adelia seakan ingin meyakinkan dirinya.

"Iya mbak baru tiga hari yang lalu aku beli, demi Adelia.... hehehe...silahkan masuk tuan putri hamba siyap membawa tuan putri kemanapun tuan putri inginkan." Ujar Elang dengan bercanda dan tertawa cengengesan.

Adelia hanya tersenyum namun sesaat kemudian tertawa kecil sambil naik ke kabin mobil yang terasa sangat nyaman di rasakannya, setelah Elang menutup pintunya lalu sedikit berlari memutar kemudian dalam sekejap telah duduk di balik kemudi mobilnya.

"Mbak pakai dulu safety belt nya." Pinta Elang, yang lalu menstater mobilnya.

"Oh iya .." Jawab Adelia sambil memasang sabuk pengamannya.

Tak lama kemudian mereka sudah melaju di jalan raya yang menuju arah Semarang atau tepatnya keluar dari kota itu.

"Kita mau makan dimana memangnya?" Tanya Adelia.

"Sebenarnya aku ingin memberi kejutan kedua buat mbak..." Jawab Elang.

"Oh ya apaan lagi?" Tanya Adelia.

"Aku sudah membeli sebuah rumah mbak, hanya sebuah rumah sederhana tapi lokasinya itu sangat nyaman banget. Kira kira mbak mau tidak melihatnya?" Ujar Elang sambil tersenyum.

Adelia menatap Elang yang tengah fokus menyetir itu sesaat, dan ia merasakan sebuah ketulusan di raut wajah polos anak muda itu. Ia pun akhirnya dapat menebak kesibukan apa yang menyita waktu Elang hingga tak pernah menghubunginya.

ADELIA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang