Chapter 03

85 19 7
                                    

Sorry for typo!

Happy reading guys, jangan lupa votmen nya ya~

************






Hiruk pikuk ruang remang-remang khas sebuah bar, menyapa Indra pendengarnya. Tubuh molek tertutup oleh kain-kain tipis berlalu lalang, sekedar untuk menggoda atau menawarkan minuman, bahkan ada yang terang-terangan menawarkan dirinya untuk di setubuhi. Menggelengkan kepalanya, dari semua tempat yang pernah ia kunjungi, ini adalah tempat yang paling sangat ia benci dan bersumpah demi apapun, ia tak akan menginjakkan kakinya lagi di tempat bak sampah seperti ini.

Merogoh sakunya, ia mengeluarkan drone berbentuk sangat kecil seperti serangga yang tidak mungkin disadari siapapun keberadaannya. Tugasnya hanya untuk mencari dan menganalisis siapa yang memang terlibat dalam kasus perdagangan manusia di balik tameng bar dengan banyak jalang yang bersedia membuka kakinya untuk uang.

Kacamata yang terhubung dengan drone terlihat fokus ia perhatikan, namun siapapun yang melihatnya hanya akan mengira pria tampan berkacamata itu sedang menikmati alunan musik dengan segelas tequila di tangannya. Setelah beberapa menit mencari ruangan rahasia dan kata kunci yang harus ia ucapkan untuk ikut serta dalam pelelangan, Saint akhirnya bangkit dan berjalan dengan santai menuju satu-satunya pintu yang dijaga ketat oleh dua robot besar yang siap melempar siapa saja yang salah memasukkan password di pintu itu.

Pintu terbuka, dan hal yang pertama ia lihat adalah banyak jeruji besi yang berjajar rapi dengan manusia di dalamnya. Kebanyakan dari mereka adalah gadis belia yang usianya masih di bawah umur untuk sebuah prostitusi yang biasa ia ketahui. Mereka di rantai, dan hanya memakai pakaian dalam, ada beberapa yang menangis, ada pula yang tampaknya sedang pingsan.

Ponsel dilarang di dalam sana, namun Saint tak kehabisan akal, dia adalah seorang ilmuwan, bukan tidak mungkin untuk membuat semua orang di sana mati dalam hitungan detik. Namun sepertinya dia hanya butuh membuat mereka semua pingsan dan menonaktifkan semua robot penjaga yang ada di ruang itu.

Duduk di salah kursi yang disediakan, seorang pramusaji menghampirinya, meletakkan wine di atas mejanya kemudian pergi pada pelanggan yang lain. Saint hanya diam ketika semua orang saling berbincang mengenai bisnis kotor mereka dan betapa mereka menanti pelelangan ini untuk memuaskan hasrat mereka yang tiada habisnya.

Seseorang dengan senyum palsu menghampiri, dan sedikit banyak menanyakan bisnis apa yang Saint geluti dan kriteria seperti apa yang sedang ia cari. Dari apa yang ditanyakan kepadanya, Saint tahu satu hal, jia pria dengan wajah campuran Eropa ini, adalah pemilik dari prostitusi ini.

Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan satu-satunya tanda pengenal yang ia buat secara mendadak sebelum pergi ke tempat ini. Pria itu mengernyit menatap kartu nama kemudian menatap ke arah Saint, yang masih dengan wajah datarnya. Tidak ada wajah ramah yang biasa ia tunjukkan, karena tempat seperti itu adalah tempat orang-orang angkuh yang selalu menyombongkan kekayaan mereka.

"Sungguh suatu kehormatan karena orang terkaya di Thailand mau datang ke tempat kumuh seperti ini." pria itu terbahak, entah apa yang membuatnya tertawa seperti itu sampai semua orang menatap ke arah meja, dimana Saint duduk seorang diri.

Senyum simpul terlihat di bibirnya, reaksi yang ia dapatkan sesuai dengan ekspektasinya.

"Saya akan melayani anda dengan sepenuh hati, dan barang yang kami tawarkan selalu fresh!"

Saint hanya tersenyum lalu mengangguk, menanggapi semua ocehan pria di hadapannya. Menegakkan duduknya, Saint sedikit mendekatkan wajahnya pada pria itu, kemudian membisikkan sesuatu.

"Hahaha~ tentu saja Tuan, saya selalu menyediakan hal itu. Hanya tidak menyangka jika orang seperti anda sedikit memiliki selera yang berbeda."

"Aku suka perbedaan." jawab singkat Saint, diiringi senyum tipis di bibirnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 04, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Pinokio (SonPin) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang