4. Blue Eyes and Black Wings

688 58 3
                                        

!!WARNING!!

Reposted from fanfiction . net. The original story is written by me and published on ffn on March 13 2016.

Halo semua untuk penggemar Devil Beside Me maupun pembaca baru.

Sesuai janji aku republish cerita ini di wattpad sebagaimana yang kalian tahu kalau aku sudah tidak aktif lagi di ffn

...

..

.

Happy reading

...

..

.

~Flaskback On~

Seorang lelaki yang baru menginjak remaja dengan tubuh mungil menggeliat dalam tidurnya. Keringat memenuhi pelipisnya bahkan hingga membahasi bantal yang ia gunakan.

"HAAAH..HAAH..HAAH.." Ia terbangun dengan nafas terengah, matanya terbuka lebar dan bibirnya terbuka untuk mengeluarkan udara yang bahkan tidak bisa keluar dengan benar melalui saluran pernafasannya.

Ia bermimpi buruk, mengingat dengan detail setiap gangguan yang selalu ia terima setiap harinya. Hingga sampai kejadian terakhir yang ia alami, dirampok oleh beberapa orang pengangguran yang mabuk, dan juga dipukuli hingga tak sadarkan diri di sudut gang yang gelap dan lembab.

Ia mencoba bangkit , ketika kesadarannya mulai terkumpul. Tapi sesuatu kesakitan yang ia rasakan membuat usahanya tertahan dan ia mengernyit. Rasa sakit di tempat yang tidak wajar, ia ingat dengan jelas bagian-bagian yang menjadi sasaran pukul perampok amatir itu.

Tapi ia tidak ingat, bagian dimana perampok-perampok itu memukul ataupun menyentuh dibagian anusnya. Jadi ia menyibak selimutnya dan matanya membulat terkejut mendapati sebuah fakta bila ada yang salah dengan tubuhnya. Ada beberapa memar di bagian perutnya yang ia tahu adalah ulah perampok-perampok itu, tapi tidak dengan bercak-bercak kemerahan disekitar paha dan juga dadanya.

Yang lebih membuatnya terkejut adalah noda merah dan putih yang mengering di sekitar paha dan juga spreinya. Air matanya turun tanpa ia sadari, dan ia memilih menarik kedua lututnya, memeluknya dan menangis di balik lipatan tangannya.

Tok...

Tok..

Tok..

"Baekhyun, Baekhyun? Apa kau di dalam? Bergegaslah, kau harus sekolah sayang." Suara ibunya membuat remaja bernama Baekhyun itu menghentikan tangisnya.

"Ibu~" ucapnya dengan suara yang serak.

"Hari ini aku tidak ingin sekolah bu, aku sedang tidak enak badan." Ucapnya pelan, berusaha meredam isakannya. Tidak terdengar suara dari balik pintu untuk beberapa detik sampai sebuah ketukan kembali terdengar.

"Apa kau sakit? Sakit apa sayang? Maafkan ibu, kemarin ibu ketiduran jadi tidak tahu kau sudah pulang." Sahut suara wanita dari balik pintu. Baekhyun terdiam. Benar. Ia bahkan tidak ingat kapan ia pulang dan bagaimana ia bisa berada di dalam kamarnya.

Ia mencoba mengingat kembali secara detail, dan yang ia ingat hanya sebuah sosok tinggi dan berpakaian hitam yang datang dan melumpuhkan perampok itu, tapi setelahnya Baekhyun tidak ingat lagi.

DEVIL BESIDE MECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang